Dakwahpos.com, Bandung – Dalam lanjutan ceramahnya pada pengajian bersama di Masjid Al-Arqom Gedebage, Ustaz Pupu Saripudin kembali menekankan pentingnya kerendahan hati dan kesadaran manusia akan kelemahannya di hadapan Allah SWT. Pada Selasa (09/12/2025).
Ustaz Pupu menjelaskan bahwa kelemahan manusia seharusnya menjadi motivasi untuk memperbanyak amal ibadah, bukan justru menjadikan seseorang bersikap sombong. Ia mencontohkan bahwa ada orang yang berdoa dengan keluh kesah yang tidak pantas diucapkan kepada Allah. "Kelemahan kita itu untuk memperbanyak amal ibadah kita bu, makanya kita jangan so, petantang-petenteng di hadapan Allah ketika kita lagi ibadah. Ada yang berdo'a dengan tangan yang mengadah terus berdoa 'ya Allah, Allah mah ga adil', nyebutin ga adil loh ke Allah," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap detik manusia merasakan kasih sayang Allah, sehingga tidak sepantasnya mengeluhkan ketidakadilan. "Itu yang setiap hari kita hirup setiap hari tuh rasa kasih sayang Allah sama kita bu. Kita masih bisa jalan, kaki kita masih bisa berfungsi, itu adalah salah satu rahmat Allah yang harus banget kita syukurin," tambahnya.
Menurutnya, kelemahan manusia adalah bukti bahwa manusia tidak mampu hidup tanpa pertolongan Allah. Karena itu, kelemahan tersebut justru harus menjadi jalan untuk lebih dekat kepada Allah SWT. "Jadikan kelemahan kita sebagai manusia yang emang lemah tuh sebagai menggapai rahmat Allah. Karena sejatinya kita tuh lemah, ga bisa apa-apa," tegasnya.
Ceramah tersebut disambut antusias oleh jamaah yang hadir, yang tampak menyimak dengan khidmat pesan-pesan spiritual yang disampaikan.
Reporter : Yuliana Cahya Ningrum / KPI 3A
Ustaz Pupu menjelaskan bahwa kelemahan manusia seharusnya menjadi motivasi untuk memperbanyak amal ibadah, bukan justru menjadikan seseorang bersikap sombong. Ia mencontohkan bahwa ada orang yang berdoa dengan keluh kesah yang tidak pantas diucapkan kepada Allah. "Kelemahan kita itu untuk memperbanyak amal ibadah kita bu, makanya kita jangan so, petantang-petenteng di hadapan Allah ketika kita lagi ibadah. Ada yang berdo'a dengan tangan yang mengadah terus berdoa 'ya Allah, Allah mah ga adil', nyebutin ga adil loh ke Allah," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa setiap detik manusia merasakan kasih sayang Allah, sehingga tidak sepantasnya mengeluhkan ketidakadilan. "Itu yang setiap hari kita hirup setiap hari tuh rasa kasih sayang Allah sama kita bu. Kita masih bisa jalan, kaki kita masih bisa berfungsi, itu adalah salah satu rahmat Allah yang harus banget kita syukurin," tambahnya.
Menurutnya, kelemahan manusia adalah bukti bahwa manusia tidak mampu hidup tanpa pertolongan Allah. Karena itu, kelemahan tersebut justru harus menjadi jalan untuk lebih dekat kepada Allah SWT. "Jadikan kelemahan kita sebagai manusia yang emang lemah tuh sebagai menggapai rahmat Allah. Karena sejatinya kita tuh lemah, ga bisa apa-apa," tegasnya.
Ceramah tersebut disambut antusias oleh jamaah yang hadir, yang tampak menyimak dengan khidmat pesan-pesan spiritual yang disampaikan.
Reporter : Yuliana Cahya Ningrum / KPI 3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar