Dakwahpos.com, Bandung- Usaha seblak milik Yuni Amelia beroperasi di sekitar Masjid Al-Mubarokah Mekarjaya pada Selasa (9/12/2025). Yuni membuka lapak seblaknya setiap hari sejak 2019, mulai pagi hingga pukul 10.00 dan kembali berjualan pada pukul 13.00-17.00 WIB, dengan libur pada hari Jumat. Yuni memilih berjualan di Masjid Al-Mubarokah Mekarjaya karena melanjutkan usaha orang tuanya dan ramai pelanggan pada waktu istirahat.
Yuni Amelia, seorang pedagang seblak di sekitar Masjid Al-Mubarokah Mekarjaya sejak tahun 2019. Dalam menjalankan usahanya, Yuni dibantu oleh anggota keluarganya, yaitu ibu, kakak, dan suaminya. Kegiatan berjualan dilakukan secara bergantian saat memasuki waktu salat untuk melayani pembeli yang datang.
Usaha seblak tersebut mulai buka pada pagi hari dan beroperasi hingga pukul 10.00 WIB, kemudian tutup semetara. Setelah itu, kegiatan berjualan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Jadwal operasional tersebut diterapkan setiap hari, kecuali hari jumat yang digunakan sebagai hari libur.
Yuni memilih lokasi berjualan di sekitar Masjid Al-Mubarokah karena melanjutkan usaha yang sebelumnya dijalankan oleh orang tuanya. Selain itu, Yuni mengungkapkan bahwa area tersebut ramai, terutama pada waktu istirahat.
Yuni mengungkapkan bahwa alasan ia memilih berjualan seblak karena makanan tersebut viral dan digemari berbagai kalangan. Menurutnya, seblak dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
"Pelanggannya dari umur dua puluhan sampai tiga puluhan, anak-anak juga banyak sih", ungkap Yuni pada Selasa (9/12/2025).
Pembeli yang datang ke warung Yuni berasal dari berbagai usia. Mayoritas pelanggan berusia sekitar 20 hingga 30 tahun, namun anak-anak juga banyak yang memebeli. Harga yang ditawarkan bervariasi dengan harga terendah mulai Rp5.000.
Menu seblak yang tersedia di warung tersebut beragam. Menu yang ditawarkan antara lain kerupuk merah, siomai, tahu, telur, kerupuk tangga, batagor, kwetiau, dan isian lainnya.
Reporter: Shalaisya Ghaida Muslimah, KPI 3/C
Yuni Amelia, seorang pedagang seblak di sekitar Masjid Al-Mubarokah Mekarjaya sejak tahun 2019. Dalam menjalankan usahanya, Yuni dibantu oleh anggota keluarganya, yaitu ibu, kakak, dan suaminya. Kegiatan berjualan dilakukan secara bergantian saat memasuki waktu salat untuk melayani pembeli yang datang.
Usaha seblak tersebut mulai buka pada pagi hari dan beroperasi hingga pukul 10.00 WIB, kemudian tutup semetara. Setelah itu, kegiatan berjualan dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Jadwal operasional tersebut diterapkan setiap hari, kecuali hari jumat yang digunakan sebagai hari libur.
Yuni memilih lokasi berjualan di sekitar Masjid Al-Mubarokah karena melanjutkan usaha yang sebelumnya dijalankan oleh orang tuanya. Selain itu, Yuni mengungkapkan bahwa area tersebut ramai, terutama pada waktu istirahat.
Yuni mengungkapkan bahwa alasan ia memilih berjualan seblak karena makanan tersebut viral dan digemari berbagai kalangan. Menurutnya, seblak dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
"Pelanggannya dari umur dua puluhan sampai tiga puluhan, anak-anak juga banyak sih", ungkap Yuni pada Selasa (9/12/2025).
Pembeli yang datang ke warung Yuni berasal dari berbagai usia. Mayoritas pelanggan berusia sekitar 20 hingga 30 tahun, namun anak-anak juga banyak yang memebeli. Harga yang ditawarkan bervariasi dengan harga terendah mulai Rp5.000.
Menu seblak yang tersedia di warung tersebut beragam. Menu yang ditawarkan antara lain kerupuk merah, siomai, tahu, telur, kerupuk tangga, batagor, kwetiau, dan isian lainnya.
Reporter: Shalaisya Ghaida Muslimah, KPI 3/C
Tidak ada komentar
Posting Komentar