Dakwahpos.com, Bandung- Pendidikan masih menjadi persoalan penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas manusia dan kehidupan sosial. Banyak masalah moral muncul ketika pendidikan hanya berfokus pada nilai akademik dan melupakan pembentukan karakter. Padahal, pendidikan seharusnya membentuk manusia yang berilmu dan berakhlak.
Islam menempatkan pendidikan pada posisi utama. Hal ini terlihat dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al- 'Alaq: 1).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa perintah menuntut ilmu menjadi dasar dalam ajaran Islam. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk sikap dan tanggung jawab moral. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad saw.:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad).
Pandangan ini sejalan dengan ceramah Ustaz Apip Solahudin di Masjid Ar-Rahmat Cipadung Wetan, Bandung, yang menekankan bahwa pendidikan merupakan penentu masa depan bangsa. Ketika pendidikan diabaikan, berbagai persoalan sosial dan moral dapat muncul. Sebaliknya, pendidikan yang dibangun dengan nilai-nilai Islam diyakini mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berkarakter.
Pentingnya ilmu juga ditegaskan dalam Al-Qur'an:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ayat ini menegaskan bahwa ilmu memiliki kedudukan tinggi ketika disertai iman dan sikap yang benar. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu diarahkan pada keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan akhlak.
Pendidikan Islam harus dijadikan dasar dalam membangun masa depan bangsa. Pendidikan yang menekankan ilmu dan akhlak diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan moral dan sosial. Upaya ini membutuhkan peran bersama agar pendidikan benar-benar membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Reporter: Yuhan Safarah, KPI/3C
Islam menempatkan pendidikan pada posisi utama. Hal ini terlihat dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS. Al- 'Alaq: 1).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa perintah menuntut ilmu menjadi dasar dalam ajaran Islam. Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk sikap dan tanggung jawab moral. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad saw.:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad).
Pandangan ini sejalan dengan ceramah Ustaz Apip Solahudin di Masjid Ar-Rahmat Cipadung Wetan, Bandung, yang menekankan bahwa pendidikan merupakan penentu masa depan bangsa. Ketika pendidikan diabaikan, berbagai persoalan sosial dan moral dapat muncul. Sebaliknya, pendidikan yang dibangun dengan nilai-nilai Islam diyakini mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berkarakter.
Pentingnya ilmu juga ditegaskan dalam Al-Qur'an:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ayat ini menegaskan bahwa ilmu memiliki kedudukan tinggi ketika disertai iman dan sikap yang benar. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu diarahkan pada keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan akhlak.
Pendidikan Islam harus dijadikan dasar dalam membangun masa depan bangsa. Pendidikan yang menekankan ilmu dan akhlak diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan moral dan sosial. Upaya ini membutuhkan peran bersama agar pendidikan benar-benar membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Reporter: Yuhan Safarah, KPI/3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar