Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Raya Al-Jabbar di kawasan Gedebage, Kota Bandung, tidak hanya megah dalam arsitektur, tetapi juga memainkan peran penting dalam upaya pencegahan banjir di wilayah tersebut. Keberadaan kolam retensi yang luas menjadi fokus utama sebagai penangkal genangan air, terutama di daerah yang memang rawan banjir seperti Gedebage. Masjid Raya Al-Jabbar dibangun di atas lahan seluas 26 hektar, dengan 9 hektar di antaranya dialokasikan khusus untuk kolam retensi. Rina, salah satu bagian informasi di Masjid Raya Al-Jabbar, menjelaskan bahwa kolam retensi ini didesain untuk penanggulangan banjir. "Selama hujan, air itu memang masuk ke danau, jadinya enggak keluar ke permukiman warga," ujar Rina, rabu (8/10/2025). Menurut Rina, air hujan ditampung di kolam tersebut dan tidak hanya mencegah banjir, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali. "Air hujan akan masuk ke danau, ditampung, dan menjadi perairan untuk sawah, ke sungai atau kali yang ada di sekitar Al-Jabbar," tambahnya, rabu (8/10/2025). Namun, Rina juga mengklarifikasi mengenai dampak kolam retensi terhadap wilayah Pasar Gedebage yang juga sering terendam banjir. Menurutnya, permasalahan banjir di area Pasar Gedebage kemungkinan disebabkan oleh faktor berbeda. "Kayaknya kalau itu beda deh. Soalnya kalau itu masalahnya di apa namanya? Gorong-gorong yang kecil, sementara air hujan curahnya tinggi, kemudian masalah jalannya yang belum sesuai dengan kebutuhan," jelas Rina. Ia melanjutkan, "Jadi kalau hujan besar malah air masuknya ke jalan ya, bukan karena gorong-gorongnya kecil itu tadi," rabu (8/10/2025). Rina menyimpulkan bahwa fungsi kolam retensi di Al-Jabbar lebih berfokus pada wilayah sekitarnya. "Kalau di sini mungkin maksudnya untuk retensi banjir di sini untuk daerah dari Al Jabbar ke sebelah selatannya, bukan ke utaranya," tutupnya, rabu (8/10/2025).
Reporter: Silvi Angraini Piliang KPI 3/A
Tidak ada komentar
Posting Komentar