Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan Belajar Tajwid dan Mengaji para ibu di wilayah Sindang reret rutin dilaksanakan setiap Selasa sore di Masjid Al-Falah Sindang Reret. Pada 25 November 2025, program yang dipimpin oleh Teh Nadia ini kembali digelar. Sesi ini diadakan untuk membenarkan bacaan Al-Qur'an secara intensif, yang memungkinkan proses belajar yang fokus.
Kajian ini tidak sekadar membaca bersama, namun menerapkan metode belajar yang terstruktur dan mendalam. Kegiatan diawali dan diakhiri dengan pembacaan doa bersama, sebagai bingkai ibadah.
Inti dari sesi belajar tajwid ini dilakukan setelah Sholat Ashar. Metode yang diterapkan Teh Nadia berfokus pada teknik yang detail yakni membaca ayat terlebih dahulu, teh Nadia atau salah satu peserta membaca satu atau beberapa ayat Al-Qur'an.
Selanjutnya membahas tajwid per kata, Teh Nadia akan mengulas hukum tajwid yang terkandung dalam setiap kata. Mulai dari mad, ikhfa, hingga idzhar, semua dijelaskan kembali secara terperinci kepada para Ibu.
Dan terakhir koreksi dan pengulangan. Setelah penjelasan, bacaan ayat tersebut akan diulang oleh para ibu. Teh Nadia memastikan setiap peserta mendapatkan koreksi langsung mengenai pelafalan dan panjang pendek bacaannya, sehingga setiap bacaan yang salah dapat langsung diperbaiki.
Teh Nadia menyadari bahwa banyak ibu-ibu merasa sungkan atau malu untuk bertanya mengenai bacaan Al-Qur'an, terutama kepada ustadz. Oleh karena itu, ia sengaja menciptakan suasana belajar yang sangat terbuka dan kekeluargaan.
"Jika belajar tajwid dengan ustadz, mungkin ada rasa malu yang menghalangi untuk bertanya. Oleh karena itu, di sini ibu-ibu tidak perlu malu. Saya siap menjadi tempat mereka bertanya apa saja tentang bacaan. Jika masih ada yang salah, mari kita perbaiki bersama-sama, tanpa sungkan," ujar Teh Nadia.
Kajian ini membuktikan bahwa semangat literasi agama yang diinisiasi Masjid Al-Falah fokus pada kualitas pertemuan dan konsistensi para pencari ilmu untuk mencapai tujuan mulia, yaitu menggapai bacaan Al-Qur'an yang sempurna dengan rasa percaya diri.

Reporter : Fathia Keysya Ramadhania
Kajian ini tidak sekadar membaca bersama, namun menerapkan metode belajar yang terstruktur dan mendalam. Kegiatan diawali dan diakhiri dengan pembacaan doa bersama, sebagai bingkai ibadah.
Inti dari sesi belajar tajwid ini dilakukan setelah Sholat Ashar. Metode yang diterapkan Teh Nadia berfokus pada teknik yang detail yakni membaca ayat terlebih dahulu, teh Nadia atau salah satu peserta membaca satu atau beberapa ayat Al-Qur'an.
Selanjutnya membahas tajwid per kata, Teh Nadia akan mengulas hukum tajwid yang terkandung dalam setiap kata. Mulai dari mad, ikhfa, hingga idzhar, semua dijelaskan kembali secara terperinci kepada para Ibu.
Dan terakhir koreksi dan pengulangan. Setelah penjelasan, bacaan ayat tersebut akan diulang oleh para ibu. Teh Nadia memastikan setiap peserta mendapatkan koreksi langsung mengenai pelafalan dan panjang pendek bacaannya, sehingga setiap bacaan yang salah dapat langsung diperbaiki.
Teh Nadia menyadari bahwa banyak ibu-ibu merasa sungkan atau malu untuk bertanya mengenai bacaan Al-Qur'an, terutama kepada ustadz. Oleh karena itu, ia sengaja menciptakan suasana belajar yang sangat terbuka dan kekeluargaan.
"Jika belajar tajwid dengan ustadz, mungkin ada rasa malu yang menghalangi untuk bertanya. Oleh karena itu, di sini ibu-ibu tidak perlu malu. Saya siap menjadi tempat mereka bertanya apa saja tentang bacaan. Jika masih ada yang salah, mari kita perbaiki bersama-sama, tanpa sungkan," ujar Teh Nadia.
Kajian ini membuktikan bahwa semangat literasi agama yang diinisiasi Masjid Al-Falah fokus pada kualitas pertemuan dan konsistensi para pencari ilmu untuk mencapai tujuan mulia, yaitu menggapai bacaan Al-Qur'an yang sempurna dengan rasa percaya diri.
Reporter : Fathia Keysya Ramadhania
Tidak ada komentar
Posting Komentar