Imam masjid, Ustadz Tomi Solihudin, memimpin langsung salat jenazah dengan penuh kekhusyukan. Tangis keluarga terdengar ketika para jamaah bertakbir dan memanjatkan doa agar almarhum diampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Salah satu jamaah, Asmayawati mengatakan kehadirannya merupakan wujud
penghormatan terakhir atas kebaikan almarhum semasa hidup. "Beliau dikenal aktif membantu kegiatan masjid, jadi sudah selayaknya kami mengiringinya dengan doa," ungkapnya.
Setelah salat jenazah selesai, jenazah langsung diberangkatkan menuju pemakaman umum Rancacili dengan kawalan takziyah dari jamaah. Banyak warga ikut mengantar hingga ke liang lahad sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir.
Pelaksanaan salat jenazah ini menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Selain menjadi ibadah bagi almarhum, kegiatan ini juga menjadi dakwah yang menyentuh hati: memperkuat kepedulian, solidaritas, dan ukhuwah di tengah masyarakat sekitar Masjid Jami Al-Maksudi Gedebage.
Reporter: Shakira Nuraini Alesti, KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar