Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Jami' Istiqomah Cinunuk menyelenggarakan pengajian ibu-ibu dengan penceramah Bapak H. Maslani yang bertemakan tauhid, Senin (15/09/2025).
Pengajian ibu-ibu ini rutin dilaksanakan setiap hari Senin sore di komplek bukit permata raya Cinunuk. Kegiatan ini menjadi momentum untuk ibu-ibu komplek bersilaturahmi satu sama lain serta meningkatkan kualitas iman dengan mendengarkan kajian.
Sebelum ceramah dimulai, ibu-ibu melakukan tadarus Qur'an terlebih dahulu, bersama-sama membacakan Q.S Al-Mu'minun. Setelah itu dilanjut sholawat kepada Nabi dan bersenandung syair-syair pujian sementara menunggu penceramah datang.
Menurut Bapak H. Maslani tauhid itu ada dua yakni tauhid uluhiyah dan tauhid rububiyyah. Tauhid uluhiyyah adalah meyakini bahwa Allah merupakan dzat yang patut disembah dan tauhid rububiyyah yakni mengesakan Allah sebagai dzat pencipta. Kedua tauhid ini harus digandeng, ditanam dalam hati, dan dipatri.
Pak Maslani juga menjelaskan bahwa kita harus mempelajari ilmu air yang selalu sabar menunggu gilirannya mengalir, dan belajar dari rumput karena rumput qonaah, tidak pernah protes ketika dibabat sampai habis bahkan dipasang paving blok diatasnya.
Beliau juga berkata bahwa jadilah orang yang seburuk-buruknya supaya tidak merasa sombong."Jangan merasa bagus, jangan merasa ayu, jangan merasa ganteng, jangan merasa sugih, jangan merasa kuat, jangan merasa apa saja, jangan merasa pokoknya", ujar Pak Maslani dengan penuh penekanan.
Pengajian ibu-ibu terlaksana dengan sangat tertib dan penuh canda tawa. Pak Maslani mengemas pesan-pesan islam dalam bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan, sehingga jama'ah merasakan manfaat yang nyata setelah pengajian ini diselenggarakan.
Reporter: Dea Anzela Qubailal Fithry, KPI/3D
Pengajian ibu-ibu ini rutin dilaksanakan setiap hari Senin sore di komplek bukit permata raya Cinunuk. Kegiatan ini menjadi momentum untuk ibu-ibu komplek bersilaturahmi satu sama lain serta meningkatkan kualitas iman dengan mendengarkan kajian.
Sebelum ceramah dimulai, ibu-ibu melakukan tadarus Qur'an terlebih dahulu, bersama-sama membacakan Q.S Al-Mu'minun. Setelah itu dilanjut sholawat kepada Nabi dan bersenandung syair-syair pujian sementara menunggu penceramah datang.
Menurut Bapak H. Maslani tauhid itu ada dua yakni tauhid uluhiyah dan tauhid rububiyyah. Tauhid uluhiyyah adalah meyakini bahwa Allah merupakan dzat yang patut disembah dan tauhid rububiyyah yakni mengesakan Allah sebagai dzat pencipta. Kedua tauhid ini harus digandeng, ditanam dalam hati, dan dipatri.
Pak Maslani juga menjelaskan bahwa kita harus mempelajari ilmu air yang selalu sabar menunggu gilirannya mengalir, dan belajar dari rumput karena rumput qonaah, tidak pernah protes ketika dibabat sampai habis bahkan dipasang paving blok diatasnya.
Beliau juga berkata bahwa jadilah orang yang seburuk-buruknya supaya tidak merasa sombong."Jangan merasa bagus, jangan merasa ayu, jangan merasa ganteng, jangan merasa sugih, jangan merasa kuat, jangan merasa apa saja, jangan merasa pokoknya", ujar Pak Maslani dengan penuh penekanan.
Pengajian ibu-ibu terlaksana dengan sangat tertib dan penuh canda tawa. Pak Maslani mengemas pesan-pesan islam dalam bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan, sehingga jama'ah merasakan manfaat yang nyata setelah pengajian ini diselenggarakan.
Reporter: Dea Anzela Qubailal Fithry, KPI/3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar