Bahas Bahaya Syirik, Masjid Al-Falah 1 Gelar Kajian Bersama Ustadz Ma’mun di Sindangreret

Dakwahpos.com, Bandung –Kajian tafsir QS Al-Hajj ayat 70-72 di Masjid Al-Falah 1, Kampung Sindangreret, menghadirkan Ustadz Ma'mun yang mengingatkan jamaah tentang bahaya syirik dan pentingnya menggunakan akal dalam beribadah, Sabtu (13/09/2025).

Dalam ceramahnya, Ustadz Ma'mun menjelaskan bahwa perilaku musyrik seringkali muncul karena mengikuti tradisi tanpa berpikir panjang. "Maranehna orang-orang musyrik téh teu ngagunakeun akal, teu ngagunakeun pikiran, nuturkeun waé kana kabiasaan karuhun-karuhunna," ujarnya di hadapan jamaah.

Beliau menegaskan bahwa jika manusia mau menggunakan akal dan pikirannya, mereka akan sadar bahwa menyembah patung hanyalah kesia-siaan. "Dipenta ieu-ieu ge moal bisa, da sidik maranehna ge dijieun ku manusa," jelasnya.

Menukil kisah Nabi Ibrahim, Ustadz Ma'mun mengingatkan bagaimana sang Nabi menghancurkan berhala-berhala kaumnya kecuali satu patung besar untuk menyadarkan mereka. "Teu aya hiji ayat ogé boh dina mushaf rasul-rasul baheula, boh Injil boh Al-Qur'an, anu nyuruh nyembah ka salian ti Allah," tuturnya.

Beliau juga menegaskan akibat bagi orang-orang zalim yang terus menyembah selain Allah. "Ker jalma-jalma nu dzolim, moal aya anu nulungan," ucapnya.

Ustadz Ma'mun kemudian menyinggung kisah Abdullah bin Mas'ud yang membaca ayat-ayat Allah di tempat terbuka. Orang-orang musyrik awalnya terpesona dengan keindahan bacaannya, tetapi karena tidak percaya dan kebodohan mereka, justru menghujat bahkan melemparinya dengan kotoran.

Beliau kemudian mengingatkan bahwa dalam QS Al-Hajj ayat 72, Allah menegaskan orang-orang musyrik akan ditempatkan di seburuk-buruknya tempat. Karena itu, manusia harus selalu memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari kesyirikan dan siksa neraka. "Cek Rasul ge moal kuat nanganan siksa Allah, komo akherat dunya ge moal kuat, Sok penta ka Allah nga dua dina surat Al-Baqarah: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ," terangnya.

Di akhir ceramah, Ustadz Ma'mun menegaskan, "Aya masalah naon wae oge, wayahna ka Allah, ulah menta kanu salian ti Allah," sebagai peringatan agar manusia tidak terjerumus ke dalam kemusyrikan yang akan membawa mereka pada azab Allah.

Reporter: Tazkiya Nurkamila, KPI/3C



Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024