Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sejarah Dakwah Islam dalam Pemikiran Syeikh Muhammad Al-Ghozali

Kamis, 28 Oktober 2021 | Oktober 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-28T10:07:31Z

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kegiatan berupa kajian pada hari Rabu,17 Februari 2021. Kajian ini diisi oleh Prof. Dr. H. Dindin Solahudin yang bertemakan "Sejarah Dakwah Islam Dengan Pemikiran Syeikh Muhammad Al-Ghozali". Dalam kajiannya yang bersumber dari Kitab Ad-Da'wah Al-Islamiyah, Prof. Dr. H. Dindin Solahudin menjelaskan sejarah dakwah Islam pada zaman Syeikh Muhammad Al-Ghazali.
Syeikh Muhammad Al-Ghozali adalah tokoh dakwah pemikir dan praktisi dakwah Mesir yang lahir pada tahun 1917 dan wafat pada tahun 1996.
Beliau merupakan salah seorang tokoh kebangkitan Islam moderat pada abad ke-20. Beliau telah melahirkan sekitar 60 buku tentang dakwahnya. Ghozali menjelaskan bahwa bagaimana masyarakat Islam mengamalkan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semua tercatat dengan baik dan rinci di dalam sejarah Islam apakah mengamalkannya itu dengan benar atau tidak, secara produktif atau tidak, dan secara konstruktif atau tidak. 
Ghazali sebagai salah satu pentolan Ikhwanul Muslimin yang mencoba membangun epistemologi untuk mendasari gerakan dakwahnya. Maka dari itu, Ghozali menggunakan sejarah Islam untuk membangun argumentasi-argumentasi didalam buku dakwahnya.
Ghazali mengatakan Islam itu adalah agama yang terpelihara pondasinya, agama yang tidak mudah diselewengkan ataupun diubah-ubah bahkan dikamuflase oleh orang lain. 
Karena Islam sendiri mempunyai pondasi yang kokoh dan agama yang Ma'sum. Ma'sum disini artinya agama yang terjaga oleh Allah SWT. Agama-agama lain kemungkinan diubah kitab sucinya, aqidahnya, dan dasar-dasar ibadahnya agar menjadi lebih baik. Tetapi tidak untuk agama Islam.
Pembahasan sejarah dakwah dari awal abad pertama hingga abad ke-14 merupakan sesuatu yang bersifat kelanjutan dan dapat mengidentifikasikan gerakan dakwah dengan mudah apakah kita ini maju, juara, atau terdepan. Bahkan apakah kita ini berada dibarisan terbelakang dan gagal.Selanjutnya, landasan dasar bahwa kita ini adalah umat yang memegang dan memikul Wahyu. Wahyu terakhir kita ini mempunyai tanggung jawab yang berlaku sepanjang zaman, tidak boleh ada akhirnya hingga akhir zaman.
Ghozali pun menjelaskan bahwa musuh besar umat Islam adalah setan. Setan akan terus mengintai menunggu kelengahan umat Islam untuk mengganggu eksistensi dan kelangsungan agama. Apabila gerakan dakwah berhenti, maka pasukan-pasukan setan akan mengeluarkan kekuatan jahatnya untuk mengambil alih dominasi ditengah masyarakat Islam.
"Ghazali ini sebagai tokoh Ikhwanul Muslimin berstatus moderat namun dalam pengertian moderat disini dia itu fundamental iya dan liberal pun iya. Jadi ada saatnya menonjol sebagai tokoh yang relatif liberal. Cara Ghozali mendakwahkan Islam yaitu misalnya menyuruh wanita untuk memakai kerudung. Beliau benahkan dulu fundamennya bagaimana dia memahami Islam. Jadi, pemikiran dangkal beliau seperti itu. Tidak menyuruh untuk memakai kerudung, tetapi menyuruh untuk memahami Islam. Secara tidak langsung, cara dia berdakwah tidak ada paksaan. Karena bagi beliau, mendakwahkan Islam itu harus secara mendasar". Ujar beliau saat mendeskripsikan cara dakwahnya Syeikh Muhammad Al-Ghozali.
Semoga dengan adanya kajian dakwah ini, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dapat mengamalkan sistem dakwah seperti yang telah diajarkan oleh Syeikh Muhammad Al-Ghozali, yaitu bukan dengan paksaan.

Reporter : Alifia Nabila
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update