Dakwahpos.com, Bandung — Suasana pengajian bapak-bapak di Masjid Al-Ittihad, Kopo, Bandung, pada Jumat (5/12/2025) berlangsung hangat dan penuh perhatian. Ustaz Nasir Sidik, S.Pd. tampil menyampaikan materi bertema "Kendalikan Nafsu Perutmu!" dengan gaya khasnya yang komunikatif dan interaktif.
Mengawali kajian, Ustaz Nasir membacakan ayat tentang shirath al-mustaqim. Lalu ia menatap jamaah dan bertanya,
"Bapak-bapak, siapa yang ingin tetap di jalan yang lurus?"
Pertanyaan itu langsung membuat jamaah tersenyum dan mengangguk, menandakan mereka siap mengikuti kajian lebih dalam.
"Iblis Tahu Celah Kita Lewat Perut"
Dalam penjelasannya, Ustaz Nasir membawakan riwayat dari Sahih Muslim tentang bagaimana Iblis memperhatikan tubuh Nabi Adam AS yang diciptakan berongga.
Sambil menunjuk ke arah perut, ia berkata,
"Bapak-bapak, sejak awal Iblis sudah tahu kelemahan manusia itu ada di sini. Dari perut lah setan paling mudah masuk."
Beliau menjelaskan bahwa kelalaian manusia dalam urusan makan baik makan berlebihan, makan tanpa doa, atau mengonsumsi yang tidak jelas kehalalannya menjadi pintu utama bagi setan untuk memengaruhi hati.
Mengawali kajian, Ustaz Nasir membacakan ayat tentang shirath al-mustaqim. Lalu ia menatap jamaah dan bertanya,
"Bapak-bapak, siapa yang ingin tetap di jalan yang lurus?"
Pertanyaan itu langsung membuat jamaah tersenyum dan mengangguk, menandakan mereka siap mengikuti kajian lebih dalam.
"Iblis Tahu Celah Kita Lewat Perut"
Dalam penjelasannya, Ustaz Nasir membawakan riwayat dari Sahih Muslim tentang bagaimana Iblis memperhatikan tubuh Nabi Adam AS yang diciptakan berongga.
Sambil menunjuk ke arah perut, ia berkata,
"Bapak-bapak, sejak awal Iblis sudah tahu kelemahan manusia itu ada di sini. Dari perut lah setan paling mudah masuk."
Beliau menjelaskan bahwa kelalaian manusia dalam urusan makan baik makan berlebihan, makan tanpa doa, atau mengonsumsi yang tidak jelas kehalalannya menjadi pintu utama bagi setan untuk memengaruhi hati.
Peringatan Al-Qur'an: Jangan Ikuti Langkah Setan
Ustaz Nasir mengingatkan jamaah dengan membaca Surah Al-Baqarah ayat 168 dan 172 yang memerintahkan manusia agar makan dari rezeki halal lagi baik.
Sembari tersenyum ia bertanya,
"Kalau makan, Bapak-bapak suka baca bismillah dulu atau langsung digarap?"
Pertanyaan itu membuat jamaah tertawa, mengakui bahwa mereka sering lupa.
Setan Ikut Makan Bila Tak Disebutkan Nama Allah
Beliau kemudian membawakan hadis dari Jabir RA tentang setan yang ikut bermalam dan makan bersama orang yang tidak menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan saat makan.
"Kalau lupa baca bismillah, setan ikut duduk makan—bahkan mungkin lebih duluan!" canda Ustaz Nasir, membuat jamaah kembali tertawa namun juga tersentil.
Bahaya Makan Berlebihan
Dalam kajian tersebut, Ustaz Nasir juga mengingatkan bahwa perut yang terlalu kenyang dapat melemahkan iman, membuat hati lalai, dan sulit menerima nasihat. Ia membacakan hadis Nabi SAW tentang pembagian perut menjadi tiga: sepertiga untuk makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga untuk bernapas.
"Kalau sampai sesak napas habis makan, berarti sudah kebanyakan, Pak. Itu bukan kuat, itu kalah sama nafsu!" tegasnya.
Menutup Kajian dengan Seruan Introspeksi
Mengakhiri pengajian, Ustaz Nasir mengajak jamaah untuk menjadikan pengendalian nafsu makan sebagai latihan menguatkan iman.
"Kalau kita bisa menahan perut, kita bisa menahan banyak hal lain dalam hidup. Di sinilah letak kemenangan seorang mukmin."
Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama, sementara para jamaah terlihat saling berbincang tentang pesan mendalam yang mereka terima di siang itu.
Reporter : Hadian Filah Akbar, KPI/3B
Ustaz Nasir mengingatkan jamaah dengan membaca Surah Al-Baqarah ayat 168 dan 172 yang memerintahkan manusia agar makan dari rezeki halal lagi baik.
Sembari tersenyum ia bertanya,
"Kalau makan, Bapak-bapak suka baca bismillah dulu atau langsung digarap?"
Pertanyaan itu membuat jamaah tertawa, mengakui bahwa mereka sering lupa.
Setan Ikut Makan Bila Tak Disebutkan Nama Allah
Beliau kemudian membawakan hadis dari Jabir RA tentang setan yang ikut bermalam dan makan bersama orang yang tidak menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan saat makan.
"Kalau lupa baca bismillah, setan ikut duduk makan—bahkan mungkin lebih duluan!" canda Ustaz Nasir, membuat jamaah kembali tertawa namun juga tersentil.
Bahaya Makan Berlebihan
Dalam kajian tersebut, Ustaz Nasir juga mengingatkan bahwa perut yang terlalu kenyang dapat melemahkan iman, membuat hati lalai, dan sulit menerima nasihat. Ia membacakan hadis Nabi SAW tentang pembagian perut menjadi tiga: sepertiga untuk makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga untuk bernapas.
"Kalau sampai sesak napas habis makan, berarti sudah kebanyakan, Pak. Itu bukan kuat, itu kalah sama nafsu!" tegasnya.
Menutup Kajian dengan Seruan Introspeksi
Mengakhiri pengajian, Ustaz Nasir mengajak jamaah untuk menjadikan pengendalian nafsu makan sebagai latihan menguatkan iman.
"Kalau kita bisa menahan perut, kita bisa menahan banyak hal lain dalam hidup. Di sinilah letak kemenangan seorang mukmin."
Pengajian kemudian ditutup dengan doa bersama, sementara para jamaah terlihat saling berbincang tentang pesan mendalam yang mereka terima di siang itu.
Reporter : Hadian Filah Akbar, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar