Dakwahpos.com, Subang-Kegiatan manaqib di ponpes Al-Istiqomah tanjungsiang pada Ahad (07/12/2025) kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara orang tua santri dan para guru.
Kegiatan manaqib ini berlangsung pada setiap minggu pertama di awal bulan, yang memiliki tujuan utama untuk mengenalkan kehidupan pesantren kepada orang tua santri. Salah satu santri, Sarah wahyuni sebagai pengurus pondok menjelaskan bahwa rutinan ini muncul karena latar belakang orang tua santri yang berbeda-beda.
"biar para orang tua tuh tahu kehidupan santri itu bagaimana. Karena kan latar belakang orangtua atau wali santri itu berbeda-beda mungkin ada yang pernah pesantren, ada yang belum pernah sama sekali mengenal apa itu dunia pesantren, bagaimana dunia pesantren, jadi pemikiran orang tua tuh banyak yang beda tentang santri" ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh orang tua santri dan terbuka juga untuk masyarakat umum serta alumni. Yang dimana setelah acara ini selesai kegiatan dilanjutkan dengan penganjian khusus alumni agar silaturahmi dengan alumni tetap terjaga.
Sarah juga menyebutkan manfaat personal dari kegiatan ini "nah ada santri yang rumahnya tuh jauh banget jadi si orang tuanya tuh gak bisa kalau buat hadir satu bulan sekali teh. Jadi pas si temennya dijenguk sama orang tuanya si anak santri yang jauh ini teh bisa diajak gitu sama si temennya itu ya lebih kerasa aja kekeluargaannya" tuturnya.
Ia menambahkan bahwa yang paling penting dari kegiatan manaqib ini menjadi kesempatan bagi orang tua santri untuk silaturahmi dengan guru-guru. "biar si orang tua tuh gak sekedar menitipkan anaknya di pesantren dia juga harus tahu bagaimana kehidupan santri, bagaimana pelajaran yang dikaji di pesantren gitu, biar orang tua juga ada kesempatan buat silaturahmi sama guru kita gitu" ujar Sarah.
Reporter: Rita Sri Astuti, KPI/3B
Kegiatan manaqib ini berlangsung pada setiap minggu pertama di awal bulan, yang memiliki tujuan utama untuk mengenalkan kehidupan pesantren kepada orang tua santri. Salah satu santri, Sarah wahyuni sebagai pengurus pondok menjelaskan bahwa rutinan ini muncul karena latar belakang orang tua santri yang berbeda-beda.
"biar para orang tua tuh tahu kehidupan santri itu bagaimana. Karena kan latar belakang orangtua atau wali santri itu berbeda-beda mungkin ada yang pernah pesantren, ada yang belum pernah sama sekali mengenal apa itu dunia pesantren, bagaimana dunia pesantren, jadi pemikiran orang tua tuh banyak yang beda tentang santri" ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh orang tua santri dan terbuka juga untuk masyarakat umum serta alumni. Yang dimana setelah acara ini selesai kegiatan dilanjutkan dengan penganjian khusus alumni agar silaturahmi dengan alumni tetap terjaga.
Sarah juga menyebutkan manfaat personal dari kegiatan ini "nah ada santri yang rumahnya tuh jauh banget jadi si orang tuanya tuh gak bisa kalau buat hadir satu bulan sekali teh. Jadi pas si temennya dijenguk sama orang tuanya si anak santri yang jauh ini teh bisa diajak gitu sama si temennya itu ya lebih kerasa aja kekeluargaannya" tuturnya.
Ia menambahkan bahwa yang paling penting dari kegiatan manaqib ini menjadi kesempatan bagi orang tua santri untuk silaturahmi dengan guru-guru. "biar si orang tua tuh gak sekedar menitipkan anaknya di pesantren dia juga harus tahu bagaimana kehidupan santri, bagaimana pelajaran yang dikaji di pesantren gitu, biar orang tua juga ada kesempatan buat silaturahmi sama guru kita gitu" ujar Sarah.
Reporter: Rita Sri Astuti, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar