Kisah Pelacur pada Zaman Nabi: Antara Kejujuran Menuju Surga, Kebohongan Menuju Neraka




Dakwahpos.com, Bandung – DKM Al-Hamid Gedebage gelar kajian kitab hadist Mukhtar yang dipimpin oleh Ustaz utama di masjid Al-hamid, yakni Ustaz Ujang Saepudin, isi hadits yang membahas tentang kejujuran dan kebohongan.

Kajian kitab hadits Mukhtar ini dilaksanakan bada isya dan dihadiri beberapa jamaah. Suasana malam yang dingin mengiringi kajian yang penuh hikmah ini, Sabtu (06/12/ 2025).

Dalam ceramahnya, Ustaz Ujang Saepudin menyampaikan isi ceramah tentang kejujuran dan kebohongan atau kebatilan. Bahwa kejujuran itu akan menunjukkan jalan kepada seseorang menuju surga, dan sebaliknya kebohongan itu akan menunjukkan seseorang menuju neraka.

"Kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, wa innal birro dan sesungguhnya kebaikan, yahdi bisa menunjukkan ilal jannati ke dalam surga. Wainnal-kizbah dan sesungguhnya bohong, yahdi bisa ilal fujuri kepada keburukan, wainnal-fujura dan sesungguhnya keburukan itu, yahdi bisa menunjukkan, ilan nari ke dalam neraka ilan nari ke dalam neraka," ujarnya.

Kemudian beliau memberikan contoh terkait kebohongan yaitu tentang pelacur pada zaman Nabi. Pelacur tersebut ingin bertaubat dan bertanya kepada Nabi apa yang harus dia lakukan, Nabi menjawab "janganlah engkau berbohong". Kemudian pelacur itu ingin berzina kembali, namun ingat pesan yang disampaikan Nabi, maka dia tidak jadi berzina dan bertaubat.

"Di zaman Rasul, aya hiji istri pelacur, manehna the niat tobat datang ke Rasul, ya Rasul Saya itu wanita tidak baik, saya niat tobat apakah diterima tobat saya? Pasti diterima apa yang harus saya perbuat supaya tidak saya berhenti melacur atau berbuat maksiat cek Rasul teh ulang ngabohong, Rasul? Itu saja, iya ulah bohong. indit si istri, hiji waktu zina deui ingat pesan Rasul, ulah ngabohong lamun abdi saya melakukannya ketika ditanya ku Rasul, enggak bohong saya melacurkan itu ketika abdi menyebutkan itu padahal enggak bohong berarti saya itu bohong, jadi wehh ereuun," tuturnya.

Ustaz Ujang Saepudin menutup ceramahnya dengan pesan dan doa, semoga kita sebagai hamba Allah senantiasa selalu dijauhkan dari perbuatan batil dan selalu memihak kepada kebenaran.

Reporter: Rangga Evan Nur Afiyyan, KPI/3B.

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024