Bandung, Dakwahpos.com — Suasana Masjid Ash Sholawat Manusia pada Ahad (16/11/2025) tampak lebih hidup dari biasanya. Di ruang utama masjid, puluhan anak berkumpul mengikuti kegiatan rutin mengaji yang dipandu oleh Ustadz Ema Supriatna. Dengan pembawaan yang ramah dan komunikatif, Ustadz Ema membimbing para santri kecil untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka secara perlahan namun sistematis.
Dalam pembelajaran yang berlangsung selepas Ashar tersebut, Ustadz Ema menjelaskan berbagai aspek tajwid dasar, mulai dari ketepatan makhraj huruf, panjang pendek bacaan, hingga adab membaca Al-Qur'an. Sesekali ia memberikan contoh pelafalan yang benar, kemudian meminta anak-anak menirukannya secara bergiliran. Metode ini membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Anak-anak tampak antusias. Beberapa fokus menyimak sambil membuka mushaf, sementara yang lain berusaha melafalkan ayat demi ayat dengan benar. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga kesempatan memperdalam pemahaman agama dengan bimbingan langsung dari guru yang mereka hormati.
Menurut Ustadz Ema, kegiatan mengaji rutin ini bertujuan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga menanamkan disiplin, akhlak, dan kecintaan kepada masjid sejak dini. "Kalau anak-anak sudah terbiasa dekat dengan Al-Qur'an, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pengurus masjid dan para orang tua yang menilai bahwa pembinaan keagamaan sejak kecil sangat penting di era digital saat ini. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan semakin berkembang.
Dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan, kegiatan mengaji di Masjid Ash Sholawat Manusia menjadi pengingat bahwa dakwah tidak selalu memerlukan mimbar besar—kadang cukup dengan mushaf kecil, suara lembut seorang guru, dan ketulusan dalam menyebarkan cahaya Al-Qur'an.
Reporter: Muhammad Raihan Al-Giffari
Tidak ada komentar
Posting Komentar