Dakwahpos.com, Bandung – DKM Al-Falaah Pasir Biru menggelar Shalat Jumat pada Jumat (26/09/2025) dengan tema khutbah "Mempersiapkan Kehidupan Alam Barzakh dan Akhirat." Khutbah ini bertujuan memberikan pemahaman kepada jamaah tentang kehidupan setelah kematian sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual.
Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan bahwa setiap manusia pasti akan meninggal, kemudian melalui alam barzakh, alam mahsyar, dan akhirnya masuk ke akhirat yang kekal. Oleh karena itu, setiap umat Islam perlu menyiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan tersebut.
Khatib menyebutkan tiga poin utama dalam mempersiapkan bekal akhirat. Pertama, mengamalkan amal terbaik. "Amal anu pang hadena oge ngandung hartos midamel amal anu saikhlas-ikhlasna, amal anu samaksimal mungkin, sareng amal anu sasampurna mungkin, imma nalika muamalah sareng Allah, imma nalika muamalah sareng papada jalma," ujar khatib.
Kedua, beramal yang pahalanya terus mengalir. Yang dimaksud adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
Hal ini sesuai sabda Rasulullah saw., "Apabila anak Adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya," (HR. Muslim).
Ketiga, memohon husnul khatimah. Salah satu tandanya adalah meninggal dengan mengucapkan kalimat la ilaha illallah di akhir hayat. Selain itu, husnul khatimah juga ditandai dengan wafat dalam keadaan sedang mengerjakan amal saleh.
Melalui tiga poin tersebut, khatib berharap agar jamaah dapat menjadi hamba Allah yang bertakwa serta mampu menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dengan sebaik-baiknya.
Reporter: Fathia Keysya Ramadhania/KPI 3C

Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan bahwa setiap manusia pasti akan meninggal, kemudian melalui alam barzakh, alam mahsyar, dan akhirnya masuk ke akhirat yang kekal. Oleh karena itu, setiap umat Islam perlu menyiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan tersebut.
Khatib menyebutkan tiga poin utama dalam mempersiapkan bekal akhirat. Pertama, mengamalkan amal terbaik. "Amal anu pang hadena oge ngandung hartos midamel amal anu saikhlas-ikhlasna, amal anu samaksimal mungkin, sareng amal anu sasampurna mungkin, imma nalika muamalah sareng Allah, imma nalika muamalah sareng papada jalma," ujar khatib.
Dengan demikian, kunci amal terbaik adalah ikhlas, maksimal, dan sempurna.
Kedua, beramal yang pahalanya terus mengalir. Yang dimaksud adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
Hal ini sesuai sabda Rasulullah saw., "Apabila anak Adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya," (HR. Muslim).
Ketiga, memohon husnul khatimah. Salah satu tandanya adalah meninggal dengan mengucapkan kalimat la ilaha illallah di akhir hayat. Selain itu, husnul khatimah juga ditandai dengan wafat dalam keadaan sedang mengerjakan amal saleh.
Melalui tiga poin tersebut, khatib berharap agar jamaah dapat menjadi hamba Allah yang bertakwa serta mampu menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dengan sebaik-baiknya.
Reporter: Fathia Keysya Ramadhania/KPI 3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar