x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 September 2018

RAGAM KEGIATAN, MASJID FATHUL KHOER TEMPAT NYAMAN UNTUK TAHFIDZ AL-QUR’AN


Dakwahpos.com, Bandung-  Masjid Fathul Khoer menjadi  tempat para santri tahfidz Sahabat Al-Qur'an (SAHAL) untuk menghafal Al-Qur'an. Setiap pagi Masjid Fathul Khoer ini tak pernah sepi oleh para santri tahfidz putra. Lantunan ayat suci Al-Qur'an selalu terdengar sejak bada' subuh hingga jam 8 pagi. Dibimbing oleh ustadz Muhammad Isa Al Hafidz (30), yang membantu para santri untuk menyetor hasil hafalannya. 

Tempat menghafal Al-Qur'an pun dipisahkan antara lawan jenis. Santri putra menghafal di Masjid, sedangkan santri putri menghafal di Asrama SAHAL."Menghafal di masjid itu beda aja suasananya, enak, adem, bisa lebih fokus",kata Ahmad (16) saat diwawancara. (18/09)

Santri tahfidz SAHAL ini ternyata banyak yang berasal dari luar Pulau Jawa. Ada yang berasal dari Kendari, Lombok, Riau, Medan, dan lain-lain. Walau hanya berjumlah 28 orang santri, tapi semangat menghafal mereka sangat kuat. 

"Yaa karena keinginan sendiri saja, tidak ada paksaan, dan ingin terus menambah jumlah hafalan Qur'an. Lillahh.." Ujar Muhajir (20) Santri tahfidz yang punya hafalan 10 Juz, saat ditanya apa motivasinya datang jauh-jauh dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Selasa (18/09/2018)

Selain kegiatan para santri, Masjid Fathul Khoer pun penuh dengan kegiatan masyarakat setempat, seperti Pengajian rutin setiap hari Selasa, Pengajian Fikih Sunnah setiap malam Kamis, Pengajian Kitab Kuning dan Tafsir setiap malam Selasa, Pengajian Anak-Anak setiap hari setelah maghrib, Dan Pengajaran Nahwu Sorof setiap malam Sabtu. Sehingga, hampir setiap hari Masjid Fathul Khoer ini selalu ramai karena dimakmurkan oleh warga sekitar.

Reporter: Aprilia Nur Islami, KPI/3A

Bagikan

7 komentar :

  1. Ada beberapa kalimat yang sebaiknya diperbaiki atau dihilangkan, dikarenakan sedikit rancu. contohnya pada paragraf pertama kalimat ketiga, "yang membantu para santri untuk menyetor hasil hafalannya"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa terimakasih telah mengoreksi.
      Semoga ini menjadi pelajaran untuk membuat berita selanjutnya.

      Hapus
  2. Ada beberapa kalimat yang sebaiknya diperbaiki atau dihilangkan, dikarenakan sedikit rancu. contohnya pada paragraf pertama kalimat ketiga, "yang membantu para santri untuk menyetor hasil hafalannya"

    BalasHapus
  3. Judul harusnya tidak bercetak tebal semuanya, sesuai dengan EYD.

    BalasHapus
  4. Beritanya cukup bagus namun seharusnya judul tidak kapital semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke terimakasih telah mengoreksi.
      Saya baru tau bahwa judul berita seharusnya tidak huruf kapital

      Hapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project