x
BREAKING NEWS

Info Masjid

Islam Nasional

Info Kampus

Islam Internasional

Info Bandung

Kolom

Selasa, 17 Oktober 2017

Meski Masjid Al-Masykur Sepi, Kegiatan Masjid Tetap Berlangsung


Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Al-Masykur merupakan masjid yang terletak di jl.soekarno hatta No.37, lokasinya yang berada di sebuah komplek atau perumahan membuat masjid ini sepi. Didirikan tahun 2013 oleh Bpk H.Muh karena beliau beranggapan bahwa " untuk mencari toilet umum mudah, tapi mengapa mencari masjid susah ? " oleh dasar itu Bpk H.Muh beserta keluarganya mendirikan Masjid Al-Masykur.

Masjid Al-Masykur memang terlihat sepi, ramai ketika hanya waktu solat saja, kendati begitu masjid ini masih melaksanakan beberapa kegiatan seperti pengajian malam jum'at, pengajian anak-anak pada hari rabu, walaupun yang mengikutinya hanya sedikit.

" Jika kegiatan besar atau hari-hari besar Islam Masjid Al-Masykur jarang atau hampir tidak pernah dipakai karena minimnya jamaah, untuk solat jum'at saja jamaahnya hanya dari para pekerja disekitar komplek atau perumahan tersebut, tidak tau apakah masyarakat sekitar komplek yang individualistis atau karena peghuni komplekpun masih sepi juga," ujar pak opik

Bapak Opik selaku pengurus masjid yang setiap harinya merawat masjid ini menilai dan melihat bahwa mungkin memang bukan hanya masjid ini saja yang terlihat semakin sepi melainkan masjid-masjid yang lain juga begitu.

Reporter : Solida, KPI 3 D

Bebaskan Negeri dari Pecandu Plagiarisme

Oleh : Nita Nurhasanah

Skandal akademik di Indonesia kini dihebohkan dengan kasus plagiarisme yang terjadi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kasus ini mengulang hal serupa yang terjadi tiga tahun lalu di salah satu Universitas Negeri di Indonesia. Plagiarisme bisa diartikan sebagai tindak pencurian hak cipta milik seseorang yang diangkat seolah-seolah itu adalah ciptaannya sendiri. Kasus plagiarisme di Universitas pertama kali terjadi sekitar awal abad 20-an yaitu di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang mencabut gelar doctor Ipong S Azhar. Sejatinya, kasus plagiarisme ini banyak menimpa kaum intelektual di Indonesia dan kemungkinan jumlah plagiarisme yang tidak ketahuan jauh lebih banyak dibanding yang ketahuan.

Plagiarisme ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Pertama, karena adanya kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi yang begitu pesat pada masa sekarang ini membuat kita sangat mudah mendapatkan informasi apapun yang ingin kita ketahui. Hal tersebut menunjukan bahwa kegiatan plagiarisme pun sangat mudah untuk dilakukan. Penyalahgunaan teknologi macam ini sangatlah tidak dibenarkan dalam dunia intelektual. Para pelaku patut ditindak lanjuti secara serius agar mereka tidak kecanduan dengan kegiatan yang kerap disebut sebagai tindak "pelacuran intelektual" ini.

Kedua, kurangnya kreatifitas dikalangan intelektual. Kurangnya kreatifitas ini bisa menjadi pemicu seseorang melakukan plagiarisme. Apalagi bila disertai dengan sikap kemalasan seseorang yang membuat kegiatan plagiarisme 90% bisa terjadi. Oleh karena itu, hindari sikap malas dari usia dini, karena karakter seseorang terbentuk dari kebiasaan orang itu sendiri. Ketika kita membiasakan diri dengan hal yang baik, maka karakter baik dalam diri pun akan terbentuk. Begitu pula sebaliknya.

Kemudian karena minimnya rasa tanggung jawab. Menanamkan rasa tanggung jawab pada diri itu sangat penting. Tanpa tanggung jawab, keteraturan dalam hidup akan susah di terapkan. Seseorang yang melakukan plagiarisme jelas dia tidak bertanggung jawab dan tidak merasa bersalah. Ketika kecurangannya itu tidak diketahui maka ia akan terus melakukannya dengan rasa penuh percaya diri.

Ketiga faktor diatas sebenarnya masih bisa diminimalisir. Ketika kita memiliki rasa keimanan kepada sang Kholik tentunya kita akan berpikir kembali untuk melakukan kegiatan plagiarisme. Kaum intelektual harusnya tidak hanya mengasah kemampuan lahiriahnya saja, kebutuhan rohaniyah jauh lebih penting untuk diasah. Kegiatan "pelacuran intelektual" macam ini mungkin akan sedikit berkurang apabila setiap orang sudah memilki kesadaran sendiri akan bahaya dari sikap tersebut. 

Penulis, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kaji Kembali Kebijakan E - Toll

Oleh: Kartika Putri 

Kebijakan E – Toll akan di laksanakan pada bulan Oktober 2017. Jasa marga memiliki 988 gardu beserta anak perusahaannya yang ada di seluruh Indonesia, 466 diantaranya sudah menggunakan gerbang tol otomatis. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan di jalan toll, karena jika melakukan transaksi dengan nominal uang besar bisa memakan waktu 20 detik, sedangkan jika menggunakan non tunai hanya memakan waktu 3 – 4 detik yang tentunya lebih efisien.

Namun kebijakan E – Toll ini bisa jadi menimbulkan kerugian bagi para pekerja tol. Karena besar kemungkinan para pengawai tersebut terancam PHK. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia menyebut kebijakan ini mengancam 20.000 pekerja tol.

Selain itu kebijakan e – toll ini perlu dikaji kembali karena tidak semua lapisan masyarakat sudah mempunyai kartu tersebut dan sudah mengetahui kebijakan sehingga mengakibatkan beberpa kali pengguna jalan tol melakukan kesalahan karena tidak mengetahui kebijakan tersebut.

Maka dari itu sangat diperlukan sosialisasi dari dinas – dinas terkait kepada masyarakat umum mengenai kebijakan yang akan diterapkan. Hal ini agar tujuan awal dari dibentuknya kebijakan tersebut dapat terwujud dengan kerja sama dari berbagai pihak.

Penulis,Mahasiswa KPI UIN Bandung 

Masjid Al-Ikhlas Butuhkan Tenaga Pengajar untuk Anak-anak


Dakwahpos.com, Bandung- Kegiatan ngajar mengajar di Masjid Al-Ikhlas terpaksa diberhentikan, karena tidak adanya tenaga pengajar di masjid tersebut.

Bendahara DKM Al-Ikhlas menyatakan, bahwa  Masjid Jami' Al-Ikhlas sangat membutuhkan tenaga pengajar untuk saat ini, dilihat dari masih adanya antusias dari anak-anak untuk mengikuti pengajian rutinan.

"Sebenarnya kegiatan pengajian khusus anak-anak sudah lama dilaksananan, tetapi setelah lebaran idul fitri semua tenaga pengajar mengundurkan diri, sehingga kegiatan ngajar mengajar tidak berjalan sampai sekarang". ujar bapak Dadang selaku Bendahara DKM Al-Ikhlas, Selasa (10/10/2017).

Memang tak bisa dipungkiri, tenaga pengajar sangatlah penting. Jika dilihat dari segi sosial, anak-anak sangat membutuhkan pengajaran tentang ilmu agama bukan hanya di dalam rumah, tetapi juga di luar rumah. Sehingga anak-anak dapat mengembangkan dirinya dan dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya.

"Masjid ini sangat membutuhkan tenaga pengajar, karena tidak sedikit anak-anak di daerah ini yang membutuhkan pengajaran tentang ilmu agama, jika ada yang ingin menjadi tenaga pengajar di Masjid ini bisa bicara langsung kepada bapak Erli selaku Ketua DKM ". Ungkap pak Dadang.

Reporter : Suci Arumaisa Murni, KPI 3/D

Transaksi Non Tunai itu Penting!

oleh : Emil Ramadhanty 

Perkembangan teknologi sangat pesaat melihat Indonesia adalah Negara berkembang, namun jika kita tidak memberlakukan kebijakan dan perubahan dari pemerintah kita selalu di posisi nyaman sehingga tertinggal oleh Negara Negara lain.

Mulai Oktober 2017, seluruh gerbang tol tak lagi melayani transaksi tunai. Selain untuk mengurangi antrean, pelayanan transaksi elektronik di semua gerbang tol untuk meningkatkan cashless society.
Namun masih sering ada pengendara yang tidak memiliki kartu yang salah mengira (atau mungkin nekat) yg ikut mengantri di jalur khusus GTO sehingga terjebak karena gerbang GTO tdk bisa dibuka tanpa e-toll card. ‎Jika terjebak, maka pengendara di belakangnya harus mundur untuk memberi jalan agar pengemudi  bisa kembali ke loket yg diawaki oleh petugas.

Memang tidak terlalu merepotkan saat jalan tol kosong, namun di jam-jam ramai seperti siang hari, kejadian seperti itu sangat merugikan pengendara lainnya karena bisa timbul kemacetan yang sangat panjang yang kurang lebih bisa memakan waktu 20 menit sampai 30 menit.‎namun tugas para penjaga tol menunjukan bagaimana cara menggunakan dan megisi, tidak semua pengendara mengetahui.

Pemberlakuan ini tidak semata mata pemerintah asal melakukan perkembangan ini, e-tol sangat penting dalam kemajuan Negara ini dan canggihnya teknologi, pemberlakuan ini akan di bagikan kartu e tol Gratis mengingat acuh nya para pengendara roda 4 sehingga jasa marga menggeratiskan pada bulan oktober ini 

Diberlakukannya transaksi elektronik di semua gerbang tol ini menimbulkan kekhawatiran dari para pekerja, khususnya petugas layanan tol. Namun Jasa Marga menjamin tidak akan ada pemutusan hubungan kerja dengan adanya perubahan ini.

"Tidak ada (yang akan di-PHK). Jasa Marga berkomitmen penuh bahwa elektronifikasi ini tidak membawa pengaruh pada hubungan kerja," para karyawan jasa marga yang dulunya menjadi penjaga di tol akan di pekerjakan di kantor.

mungkin ini menjadi suatu perkembangan bagi bangsa kita jika pemberlakuan ini di nanti nanti maka perkembangan juga kemajuan Negara Indonesia pun akan terlambat,jadi sangat penting nya penggunaan e-tol di Indonesia .

Mahasiswi UIN bandung 

Masjid Jami' Ash-Sholihat Tanamkan Nilai Positif Sejak Dini


Dakwahpos.com, Bandung- Masjid jami' As-Sholihat ini terletak di desa Cimencrang Gedebage, Bandung, Jawa Barat. Masjid ini berada disamping pesawahan sehingga membuat suasana masjid ini terasa lebih nyaman dan sejuk. Masjid ini selalu ramai dikunjungi para jema'ah khususnya pada waktu solat tiba.

Masjid jami' As-Sholihat ini selalu menyelenggarakan pengajian untuk anak-anak setiap harinya. Dengan menerapkan sistem pembelajaran yang sangat medidik. Menitik beratkan kepada Al-Qur'an. Seperti tilawatil Qur'an, hafalan qur'an sejak dini, dan yang bersangkutan dengan Al-Qur'an lainya. Tak hanya belajar Al-Qur'an saja, disini juga belajar tentang ketauhidan, fiqih, sejarah kebudayaan islam dan yang lainnya.

"anak-anak disini suka ikut kegiatan yang diselenggarakan dikecamatan seperti lomba-lomba yang berhubungan dengan keislaman." Ujar Pak Jajang selaku pengurus masjid, selasa (10/10/2017).

Rencananya anak-anak Diniyah Takmaliyah Amaliyah atau biasa disebut DTA ini akan diikut sertakan pada hari santri nasional pada tanggal 22 oktober 2017 yang diselenggarakan di Gelora Bandung Lautan Api atau biasa disebut GBLA.

Repoter : Siti Yulinda Sriwidyastuti KPI 3D


Sempat Terhenti, Renovasi Masjid Miftahul Falah Berlanjut


Dakwahpos.com, Bandung –  Renovasi pembangunan masjid Miftahul Falah Sempat terhenti,  kini renovasi masjid berlanjut dalam tahap finishing. Mesjid ini direnovasi karena mulai tak mampu menampung jumlah jamaah, khususnya pada sholat jum,at.

"Masjid Miftahul Falah perlu dilakukan renovasi, mengingat jumlah jamaahnya sangat banyak terutama pada sholat jum'at. Maka ada inisiatif dari pihak keluarga pesantren untuk merenovasi masjid menjadi lebih luas," ujar ketua DKM Miftahul Falah, Uhen Lukman Mursali, Rabu (11/10/17).

Terakhir kali masjid Miftahul Falah di renovasi pada tahun 1996, dengan kondisi luas tanah yang masih kecil dan masih menggunakan atap genting serta belum ada  kubah mesjidnya. 

Pembangunan masjid Miftahul Falah sudah dilaksanakan sejak satu tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Februari 2016. Pembangunan masjid Miftahul Falah sempat tertunda karena factor kekurangan dana pembangunan.

"Sampai saat ini dana pembangunan sudah menghabiskan kurang lebih 800 juta jika diuangkan, dan belum termasuk sumbangan dari masyarakat sekitar masjid Miftahul Falah dalam bentuk benda seperti kayu, batu bata, besi, dan bahan bangunan lainnya," ujar ketua DKM Miftahul Falah, Rabu (11/10/17).

Sumber dana pembangunan masjid Miftahul Falah sendiri berasal dari sumbangan masyarakat dan tentunya pengajuan-pengajuan proposal ke berbagai lembaga-lembaga pemerintah seperti bantuan dari pemerintah kabupaten Bandung. 

Reporter : Vina Fitriani, KPI 3/D

Dampak Lahirnya Manusia Elektronik


Oleh: Jesika Aleida

Zaman semakin berkembangm sehingga memunculkan berbagai peralatan modern. Kemunculan berbagai macam teknologi membuat manusia semakin ringan melakukan pekerjaannya. Salahsatu produk elektronik yang dapat meringankan beban manusia yaitu munculnya mesin transaksi non tunai di tol. Namun hal tersebut hanyalah sebagian kecil dampak yang ditimbulkan. Jika kita melihat lebih dalam, penggunaan mesin dalam kehidupan sehari-hari banyak menimbulkan dampak negativ. Mari kita ulas beberapa dampak negative penggunaan mesin elektonik, khususnya mesin nontunai untuk pembayaran tol.

Pertama, mengurangi lapangan pekerjaan. Seperti yang kita ketahui, jika semua pekerjaan yang dapat dilakukan oleh manusia diganti dengan menggunakan alat elektronik maka tenaga manusia seperti tidak dibutuhkan lagi. Hingga akhirnya para pegawai yang tadinya bekerja jadi terkena PHK karena pekerjaannya diganti oleh mesin.

Kedua, menimbulkan kemiskinan. Dengan berkurang lapangan pekerjaan maka kemiskinan akan semakin muncul ke permukaan. Hal ini disebabkan banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan sehingga mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga.

Ketiga, meningkatkan jumlah kriminalitas. Semakin berkurangnya lapangan pekerjaan yang menimbulkan kemiskinan, maka akan meningkatkan jumlah kriminalitas karena adanya desakan perekonomian. Jika kita perhatikan dari kasus-kasus yang ada dalam hal kriminalitas maka kita akan menemukan faktor utama yang menimbulkan kriminalitas yaitu karena desakan perekonomian. Keharusan memenuhi kebutuhan hidup menimbulkan cara instan dalam pemikiran manusia agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Keempat, adakalanya mesin error. Meskipun mesin yang dikirim dari luar negeri memiliki kualitas yang tinggi namun adakalanya mesin mengalami error karena mesin tersebut merupakan buatan manusia yang pastinya ada saja kekurangannya. Berbeda hal nya jika pekerjaan dilakukan oleh manusia yang resiko ketidaktepatannya itu sedikit.

Kelima, rentan terhadap kejahatan cybercrime. Dengan penggunaan mesin pada pembayaran tol maka dikhawatirkan akan munculnya tindakan kriminal. Pembayaran dengan menggunakan mesin mudah dibobol oleh orang yang sudah ahli dalam sindikat pembobolan semacam itu.

Keenam, kehilangan penjaga tol yang ramah. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dikenal dengan para penduduknya yang ramah, termasuk para penjaga di tempat pembayaran tol. Bisa terbayangkan jika para pekerjanya digantikan oleh mesin maka tidak akan ada lagi para pekerja yang ramah seperti itu.

Jadi, meskipun banyak kelebihannya, ternyata pembayaran tol secara non tunai memiliki banyak dampak negative. Dengan adanya pembayaran non tunai di tol rasanya sistem pemabayaran kurang efektif dan efisien. Baiknya kita maksimalkan tenaga manusia yang ada karena manusia pun masih mampu mengerjakan semua hal tersebut.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN Bandung

Masjid Darus Sholihin Cetak Generasi Penghafal Al-Quran


Dakwahpos.com, Bandung – Demi perkembangan dan kemajuan para anak santrinya, DKM Darus Sholihin menambahkan program menghafal al-quran pada pembelajarannya sebagai salah satu upaya mencetak generasi penghafal al-quran.

Masjid Darus Sholihin terletak di kampung Pangaritan, Rt/Rw. 01/05 Kecamatan Panyileukan, Kabupaten Bandung. Masjid ini berdiri sejak tahun 1948 yang dibangun atas dasar keprihatinan tidak adanya sarana bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan agama islam.

Dari awal berdiri, pengajian yang dilakukan di masjid Darus Sholihin hanya berkutat pada pengkajian fiqih dan tauhid. Namun kini, sejak tahun 2016  DKM Darus Sholihin mengadakan program baru, yaitu program  menghafal al-quran bagi anak-anak secara gratis. Pogram menghafal al-quran ini, mendapat respon yang baik dari masyarakat setempat, ini terbukti dengan bertambahnyaa anak-anak yang mengaji di Masjid tersebut.

" Awalnya di Masjid Darus Sholihin ini,  kami hanya mengajarkan kepada anak-anak itu tentang fiqih, tauhid, kemudian kitab-kitab lainnya. Namun tim pengajar berinisiatif untuk mengadakan program menghafal al-quran ini yang diharapkan akan mencetak generasi penghafal al-quran " ujar KH.Misbah , ketua DKM Darus Sholihin. Senin (08/10/17).

KH. Misbah mengatakan bahwa metode yang digunakan untuk menghafal al-quran di masjid Darus Sholihin adalah metode muraja'ah atau mengulang. Kegiatan muroja'ah tersebut dilakukan oleh anak-anak setelah ashar menjelang magrib, dengan membagi kelompok-kelompok kecil membentuk lingkaran. Sistemnya menggunakan system mentoring, dimana dalam satu kelompok tersebut ada yang dijadikan sebagai penguji atau mentor.

Metode tersebut dapat diterima dan dijlankan dengan baik oleh anak-anak " sambil nunggu magrib, saya dan anak-anak yang lain suka muroja'ah dulu, dengan mengulang ayat-ayat yang sudah dihafal, itu membantu saya untuk menjaga hafalan biar gak lupa, jadi saya suka dengan metode muroja'ah ini " ujar Syifa, salah satu santri di masjid Darus Sholihin.

Untuk menambah semangat menghafal al-quran anak-anak tersebut, kini di Masjid Darus Sholihin akan sering diadakan pelatihan-pelatihan dan mentoring mengenai cara mudah dam cepat menghafal al-quran. Seperti yang telah dilakukan dua pekan terakhir ini, DKM Darus Sholihin mendatangkan tim penghafal al-quran yang sudah tahfidz 30 juz.

Reporeter: Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Masjid Darussalam Sediakan Umroh Gratis bagi Jamaah Shubuh


Dakwahpos.com, Bandung – Dewan Kerja Masjid (DKM) Darussalam komplek Permata Biru, Cinunuk, Bandung menyediakan umroh gratis bagi warga sekitar yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid tersebut.

Hal ini bertujuan agar warga sekitar lebih giat lagi dalam melaksanakan shalat berjaamah Shubuh. Nama-nama warga ditulis dan di undi setiap tahunnya. Pada 2016 lalu, warga bernama Suparjo yang beruntung mendapatkan kesempatan itu.

Dana umroh tersebut di peroleh dari warga sekitar. "Kami menyediakan 2 kotak amal, kotak amal yang pertama bertuliskan "Dana Pembangunan Masjid" dan kotak amal kedua bertuliskan "Goes to Mekkah". tutur Asep Hidayat, S.Ag seorang Mukimin asal Garut yang tinggal di Masjid Darussalam selama 3 tahun kebelakang.

Setiap shubuhnya, terdapat lima baris laki-laki dan dua baris perempuan yang berjamaah disana. Pemandangan yang jarang dilihat di masjid-masjid lain pada waktu shubuh.

Warga sekitar sangat respect kepada masjid Darussalam ini. Sehingga kegiatan-kegiatan seperti shalat berjamaah, pengajian rutin, dan kegiatan lainnya berjalan lancar dengan banyak jamaah.

"Hampir setiap minggu pada penghitungan kotak amal, kami mendapatkan dana sebesar Rp. 3.000.000,- dari masyarakat sekitar." tutur Dr. H. Dindin Jamaludin, M.Ag selaku ketua DKM, Selasa (10/10/2017).

Reporter: Siti Hawa, Mahasiswa KPI UIN Bandung.

Renovasi Belum Selesai, Kegiatan Masjid Al-A’raaf Tidak Berjalan Lancar


Dakwahpos, Bandung-  Masyarakat RW 27 Perumahan Permata Biru, Ciluenyi, Kabupaten Bandung pada tahun 2014 berinisiatif membangun masjid secara swadaya dengan ukuran yang tidak terlalu besar, namun sekarang setelah adanya harapan baru untuk mencukupi daya tampung demi kenyamanan bersama dan menarik masyarakat untuk rutin sholat berjama'ah, maka dilakukanlah renovasi pada akhir tahun 2015 hingga saat ini. Beberapa renovasi yang dilakukan adalah dibuatnya pendopo yang digunakan sebagai tempat sholat jama'ah apabila tidak tertampung didalamnya sekaligus sebagai tempat perkumpulan masyarakat, baik pengajian yang dilaksanakan setiap malam Jum'at atau kajian tafsir yang dilaksanakan setiap malam Selasa.

Namun sayangnya, program-program kajian yang ada di masjid ini masih memiliki antusiasme yang rendah dari masyarakat. Karena pihak masjid sendiri masih memfokuskan pada penyelesaian pembangunan. Setelah pembangunan selesai 100% pengurus berjanji akan memfokuskan program-program yang sebelumnya kurang berjalan. "Hingga saat ini diperkirakan tahap pembangunan sudah mencapai 50% menuju target" ungkap Pak Dekky Rizal selaku Kepala Divisi Pembangunan. Meski demikian, PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) tetap rutin dilaksanakan karena panitianya dari masyarakat setempat. 

Untuk merealisasikan pembangunan masjid hingga sesuai harapan, masjid ini menggunakan program 'wakaf masjid' oleh masyarakat setempat. Wakaf per meter masjid ini minimal Rp.2.500.000; untuk perorang, bisa dibayar berangsur atau langsung dilunasi tak menjadi masalah bagi yang mampu mewakafkan. Program ini sifatnya tidak memaksa, yang bisa meyumbang semampunya biasanya menggunakan program ZIS (Zakat, Infaq, Shodaqoh). Dari total 500 meter masjid ini, kurang lebih baru 230 meter yang terwakafkan, sebab itulah mengapa perenovasian tak kunjung usai, dana yang telah terkumpul belum memenuhi target untuk mencapai tahap akhir dari pembangunan ini. 

"Harapan kedepannya adalah semoga masyarakat sekitar giat menyumbang sehingga pembangunan masjid ini cepat terselesaikan dan program lain dapat berjalan lancar sesuai harapan dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Karena visi dari masjid tersebut adalah "Masjid memakmurkan masyarakta dan masyarakat memakmurkan masjid".  Tutur Pak Dekky terakhir kali. 
Selasa (10/10/2017)
Reporter: Ratu Abelia Achiva, KPI/3D

Penerapan E-tol, Kenapa Tidak?


Oleh: Indah Padillah

Hingga bulan Oktober ini, PT Jasa Marga secara bertahap sudah mengubah cara pembayaran transaksi tunai menjadi non-tunai. Dimana , pembayaran tol hanya bisa dilakukan menggunakan kartu atau uang elektronik. 

Pembayaran tol dengan e-money ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, karena sebelumnya sudah diterapkan, hanya saja penerapannya masih di titik-titik tertentu. Sementara saat ini pihak terkait akan menerapkannya di seluruh gerbang tol yang ada.

Dengan adanya program e-tol ini pastinya banyak keuntungan dan kerugian yang akan diterima baik bagi pengguna jalan ataupun pegawai yang bekerja di tol. 

Beberapa keuntungan yang akan didapat dari program e-tol ini diantaranya. Pertama, mempercepat dan memperpendek waktu transaksi sehingga bisa mengurai kemacetan di gerbang tol. Kedua, lebih efisien karena pengguna tol tidak perlu repot-repot menyediakan uang cash. Ketiga, meminimalisir adanya kejadian yang merugikan baik  bagi pihak Jasa Marga maupun pengguna tol, seperti adanya uang palsu dan kesalahan dalam mengembalikan uang kembalian. Disamping adanya keuntungan, pastinya ada juga pihak yang merasa dirugikan dengan adanya progran ini, seperti. Satu, bagi pengguna tol yang belum mengenal e-tol akan merasa kebingungan. Dua, akan menyulitkan pengguna jalan ketika terjadi eror pada sistem. Tiga, adanya ancaman PHK bagi karyawan Jasa Marga. 

Untuk memininalisir berbagai kerugian yang ada, pihak terkait harus bisa mensosialisasikan terlebih dahulu program ini pada semua pengguna jalan dan karyawan. Serta mampu memberikan jalan keluar dan solusi yang tepat. Salah satunya dengan memfasilitasi pendamping di setiap gardu tol, sehingga bisa mengatasi berbagai masalah yang mungkin akan timbul, seperti kebingungan pengguna jalan saat melakukan transaksi, maupun ketika terjadi eror pada sistem. Cara ini dinilai mampu memberikan kenyaman pada pengguna jalan dan dapat menekan terjadinya pemutusan hubungan kerja. 

Dengan adanya program baru ini, semoga bisa meningkatkan keamanan serta kenyamanan dalam bertransaksi pembayaran tol dan tidak ada lagi pihak yang dirugikan.  

Mahasiswa KPI UIN Bandung

Pawai Obor Ramaikan Kelurahan Cipadung Wetan


Dakwahpos.com, Bandung -  Kelurahan Cipadung Wetan adakan pawai obor sambut tahun baru islam, 1 Muharam 1439 H.

Pawai obor memang menjadi tradisi di daerah-daerah yang sering melakukannya. Termasuk di Masjid As-Siraj, Cipadung Wetan menjadi salah satu peserta dari pawai obor tersebut. Gema shalawat di lantunkan sambil mengiringi kemeriahan pawai obor tersebut.

"Memang sering dilakukan setiap tahunnya. Acara ini gabungan dengan kelurahan yang di gagas oleh karang taruna. Jadi acaranya sangat meriah". Ucap Sekretaris masjid Pak Asep, Senin 09/10/17 (Pagi)

Antusias warga masyarakat menyambut tahun baru islam ini tidak hanya dikalangan anak-anak saja, tetapi orang dewasa bahkan sampai yang lanjut usia pun tampak bersemangat mengikuti acara tersebut.

"Tidak hanya pawai obor, tetapi juga dengan Tabligh Akbar". Ucap Pak Asep

Walaupun berjalan dengan jarak yang cukup jauh, namun tidak mengurangi semangat warga masyarakat untuk tetap mengikuti acara pawai obor dan tabligh akbar sampai tuntas. Semoga dengan acara demikian bisa memperkokoh silaturahmi dengan warga muslim yang lain.

Reporter: Titin Rosidah, Mahasiswa KPI UIN SGD BDG

Renovasi Masjid Hidayatul Hikmah Habiskan Dana Rp. 3,4 M



Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Hidayatul Hikmah saat ini tengah direnovasi secara bertahap. Renovasi ke tujuh yang mulai digarap sejak maret 2016 lalu tersebut diperkirakan akan telan dana hingga Rp. 3,4 milyar.

Masjid yang berlokasi di jalan Pangaritan Rt. 01 Rw. 03 Cipadung Wetan, Panyileukan ini telah berdiri sejak tahun 1933 di atas tanah seluas 537 m2 milik K.H E. Makmuludin (Alm) dan H. Kahfi. Namun saat terjadi Bandung Lautan Api pada tahun 1948, sebagian wilayah tersebut dihancurkan oleh TNI dengan tujuan agar tidak dipakai tempat persembunyian musuh, dan masjid yang sudah berdiri itu pun ikut dihancurkan. Keadaan masjid yang sudah rata dengan tanah tersebut baru dibangun kembali pada tahun 1955, dan hingga saat ini total telah dilakukan tujuh kali renovasi.

Ketua DKM Hidayatul Hikmah, K.H Ade Gozali menjelaskan, renovasi kali ini terdiri dari dua tahap, dan hingga saat ini telah menyelesaikan tahap pertama. "Pada tahap pertama, renovasi telah selesai hampir 90% dari keseluruhan, dan tinggal dilakukan pemagaran saja. Tahap ini telah menghabiskan dana sekitar Rp. 1,2 milyar." Ujar beliau saat ditemui dikediamannya, senin (9/11/2017).

Namun, karena terbatasnya dana, tahap ke dua renovasi hingga saat ini belum bisa dilakukan. Pada tahap pertama sebelumnya, sebagian besar dana untuk renovasi masjid ini diperoleh dari PEMKOT (Pemerintah Daerah Kota) Bandung, kas DKM, swadaya masyarakat, serta bantuan-bantuan perusahaan.

Melihat antusiasme masyarakat sekitar mulai dari anak-anak hingga orang tua terhadap kegiatan keagamaan yang secara rutin diadakan di masjid tersebut, diharapkan renovasi dapat dilancarkan, agar kegiatan-kegiatan didalamnya dapat berjalan sebagaimana mestinya.


Reporter: Ririn Masrurotul Wadiah KPI/3D

Masjid Besar Ciparay Letakkan Posisi Lafadz Allah dan Muhammad Vertikal



Dakwahpos.com, Bandung. Pada umumnya, masjid-masjid menghias bangunan interiornya dengan memajang dan memposisikan lafadz Alloh Dan Muhammad secara horizontal. Namun, berbeda di Masjid Besar Ciparay yang kedua lafadz tersebut diposisikan secara vertikal, letak lafadz Alloh di tempatkan di atas dan lafadz Muhammad tepat di bagian bawahnya.

" Walapun itu hanya sebuah tulisan,  tetapi lafadz ini mepresentasikan dua hal yang berlainan dimana Alloh itu Al-Kholik dan Nabi Muhammad adalah Al-Mahluk.  Dasar pemahaman bahwa Alloh adalah Yang Maha segalanya harus kita tempatkan di atas segala-galanya dan Nabi Muhammad adalah ciptaan Alloh SWT yang memiliki segala keterbatasan sehingga di Masjid Besar Kecamatan Ciparay di terapkan posisi lafadz Alloh di atas dan lafadz Muhammad di bawahnya, itulah yang menjadi alasan utama dan menjadikan keyakinan dalam penempatan posisi Lafadz tersebut". Ujar Andriansyah, staff Kesekretariatan DKM Besar Ciparay, Senin (09/10/2017).

Ya, inilah bangunan interior yang tak hanya memunculkan nilai estetis saja, ini merupakan hal yang kadangkala tak terperhatikan namun ternyata ini memiliki nilai prinsip yang begitu mendasar.


Reporter : Raeza Al Farizi, KPI/3D 

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio