x
BREAKING NEWS

Info Masjid

Islam Nasional

Info Kampus

Islam Internasional

Info Bandung

Kolom

Kamis, 26 Desember 2019

Peran pencegahan paham radikalisme

Peran Pencegahan Paham Radikalisme 
      dakwahpos.com, Bandung- Saat ini Indonesia sedang darurat radikalisme. Ajaran-ajaran radikalisme diduga telah menyebar di pelosok negeri dan akan menyebar jika tidak bisa dicegah sejak dini. 
      Melihat pelaku teror bom ternyata masih anak-anak, mengindikasikan bahwa pendidikanlah yang harus menjadi peran penting dalam pencegahan paham radikalisme. Bagaimana caranya supaya pendidikan mampu mencegah paham radikalisme yang menjadi bibit utama para teroris ? 
       Yang pertama dan yang paling penting adalah perkuat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah. Paham radikal bertentangan dengan Pancasila. Oleh karena itu sekolah harus memperkuat wawasan siswa tentang Pancasila dan Kewarganegaraan. 
Bukan hanya teori saja, melainkan praktik dan penerapannya. Memang saat ini mata pelajaran PPKN sering dianggap sepele bahkan membosankan. Namun sekolah harus mengubah mindset siswa yang seperti itu.           
         Dari pendidikan dasar siswa harus diajarkan mengenai pentingnya Pancasila, menjadi warganegara yang baik, dan cinta terhadap NKRI serta membimbing siswa mengaplikasikannya dalam kehidupan. 
        Jika semua sekolah atau bahkan perguruan memperkuat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ( PPKN ), paham radikal akan dapat dicegah. Perkuat karakter. Perkuat agama dan budi pekerti. 

Nadirah, mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Cibiru-Bandung, 082339814029,    nadirah521@gmail.com.

Radikalisme bukan agama

Radikalisme Bukan Agama ! 
       dakwahpos.com, Bandung – mendengar kata radikalisme mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Paham yang mengatasnamakan kebebasan ini sudah menguasai hampir sebagian masyarakat Indonesia. Radikalisme ini sangat berbahaya apalagi bagi anak muda. Maka dari itu wajib bagi kita untuk mendidik mereka agar terhindar dari paham ini. 
        Mengapa anak muda ? karena anak muda rentan sekali terpengaruh oleh paham-paham baru. Karena jika anak muda sudah terpengaruh maka hancurlah masa depan bangsa. Karena bagaimana bangsa ini kedepan itu tergantung dari pemudanya di masa kini. 
Radikalisme bukan suatu agama. Radikalisme adalah paham yang mengatasnamakan kebebasan diatas segala-galanya. Mereka hanya percaya terhadap pemikiran-pemikiran mereka. Berpikir secara logika, dan tidak jarang pemikiran mereka sangat bertentang sekali dengan agama. 
       Maka dari itu kita sebagai generasi muda penerus bangsa jangan sampai kita terjerumus kedalam pemikiran-pemikiran radikalisme. Karena itulah yang bisa menghancurkan bangsa, termasuk diri kita sendiri. Pandai-pandailah memilih lingkungan pertemanan. Karena dari lingkungan yang dapat berpengaruh besar kepada pemahaman kita. 
       Jika generasi mudanya sudah terkontaminasi dengan paham ini, maka bisa dikatakan masa depan bangsa ini terancam. Karena puncak dari bangsa ini anak muda. Tiang dari bangsa ini adalah anak muda. Maka kita sebagai anak muda penerus bangsa harus bisa menjaga bangsa ini. Dan bagi para orangtua juga jangan sampai membiarkan anak-anaknya berada di lingkungan yang berbahaya. Karena sekali hancur maka akan susah bagi kita memperbaiki. 

Nadirah 
Mahasiswi KPI Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 

Perjuangab putra putri bangsa di kanca ASIA

Perjuangan Putra-Putri Bangsa di Kanca ASIA 

      dakwahpos.com, Bandung – kita sebagai warga Indonesia patut bangga kepada putra-putri bangsa yang telah mampu membawa nama baik Indonesia di kanca Asia. Mereka telah berjuang sekuat tenaga demi mengharumkan nama bangsa. Demi membawa nama baik Indonesia, dan perjuangan mereka itu patut diacungi jempol. 
       Melawan atlit-atlit yang berasal dari negara-negara maju lainnya memanglah tidak mudah. Butuh kekuatan dan tenaga yang luar biasa. Apalagi negara kita masih menjadi negara berkembang yang bisa dibilang fasilitas untuk para atlit-atlit berlatih sangat terbatas dibandingkan dengan atlit lawan yang berasal dari negara maju. 
       Tetapi walaupun demikian, itu tidak melunturkan sedikit pun semangat dari putra – putri bangsa yang bertanding di kejuaraan SEA GAMES 2019. Itu terbukti dari perolehan medali yang telah mereka raih. Walaupun kita belum diberi kesempatan untuk menduduki peringkat pertama, tetapi atlit-atlit kita telah berhasil meraih kedudukan keempat di kejuaraan SEA GAMES kemarin. Itu merupakan suatu prestasi yang luar biasa bagi Indonesia. Mereka setidaknya telah berhasil mengungguli 7 negara lainnya. 
       Dan memang benar pepatah mengatakan " hasil tidak akan pernah megkhianati usaha". Inilah hasil yang kita peroleh dari usaha-usaha yang dilakukan oleh putra-putri bangsa kita. Tetapi kita tidak boleh menyerah sampai disini. Masih panjang perjalanan yang harus dilewati oleh para atlit-atlit kita. Dan kita sebagai warga negara Indonesia pun harus turut berpartisipasi untuk mengharumkan nama bangsa. Tidak harus menjadi atlit yang harus bertanding di medan pertandingan, cukup dengan kita belajar dan mampu menjadi pemuda – pemudi yang bermanfaat bagi negara Indonesia. 

Nadirah 
Mahasiswi KPI Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 

Dibalik kesulitan selalu terselip kemudahan

"Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dia dapat." Salah satu kutipan mahfudzat saat dahulu di pondok pesantren yang selalu bergema ketika diriku putus asa. Minggu lalu dosen mata kuliah Jurnalisme Dakwah memberikan tugas untuk mencari masjid di derah sekitar Cibiru, Cileunyi dan Panyileukan.

Esok harinya diriku langsung mengajak Nurbaiti untuk mencari masjid bersama-sama. Akhirnya kami pun janji bertemu di kosan ku jam 10 pagi. Saat bae-nama panggil nurbaiti- datang kami pun mencari masjid, pencarian di mulai dari daerah perumahan panyileukan sampai kepada masjid di sekitar Cibiru Hilir. Selama pencarian masjid, kebanyakan sudah di booking oleh teman-teman dan menyisakan beberapa masjid. Namun masjid-masjid yang dijumpai kebanyakan tidak memiliki DKM atau pengurusnya, atau di dalam masjid tersebut kegiatannya tidak ada pelaksanaan shalat jumat yang mana menjadi salah satu syarat penentuan masjid. Hari mulai sore, namun masjid belum kami dapatkan. Hanya da beberapa masjid yang di temui lengkap dengan nomor DKM masjid tersebut. Akhirnya pencarian pun berhenti sampai sore itu.

Ku tuliskan masjid al-Murtadho yang terletak di perumahan Cibiru Wetan, RT 3/13, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ada beberapa kendala yang akan kuhadapi jika mengambil masjid itu sebagai objek tugas. Pertama, jaraknya yang jauh. Kedua, susah menggunakan kendaraan umum atau ojek online. Ketiga, DKM yang susah di hubungi karena banyak kegiatan diluar Bandung. Akhirnya aku putuskan mencari masjid yang lebih dekat, mudah menggunakan transportasi umum, dan kemudahan dalam menemui DKM masjidnya.

Berselang 4 hari, akhirnya aku mencari masjid dengan bantuan google maps. Ku temui masjid di pinggir jalan raya menuju ujung berung namun letaknya sedikit masuk ke sebuah gang kecil. Masjid tersebut adalah masjid Annur. Akhirnya ku hubungi kontak nomor yang ada di informasi tentang masjid tersebut, diriku meminta izin untuk melakukan kegiatan perihal pembuatan berita mengenai masjid Annur kepada DKM. Setelah mendapatkan balasan diperbolehkannya membuat berita tentang masjid Annur, esok harinya aku langsung berangkat diantar oleh teman kosan. Disana diriku meminta izin kembali secara langsung, dan melakukan wawancara guna membuat tugas berita. Adda salah satu kegiatan yang unik di masjid ini, kegiatannya adalah Safari Murojaah yang di dirikan atau dibuat langsung oleh DKM masjid Annur yang ternyata merupakan seorang mahasiswa UIN tingkat atas. Beliau memaparkan bahwa pembentukan kegiatan Safari Murojaah ini untuk mewadahi mahasiswa-mahasiswi yang mau menghafal dan memurojaah (mengulang hafalan) di selang kesib
ukan-kesibukan perkuliahan.

Merasa senang karena adanya informasi yang dapat diangkat dari Masjid Annur ini membuat ku langsung membuat berita saat pulang selepas wawancara. Namun setelah mendengar kembali wawancara yang sudah di rekam ternyata masjid tersebut tidak ada pelaksanaan shalat Jumat yang merupakan syarat pemilihan masjid untuk tugas menulis berita. Akhirnya kutanyakan kembali kepada dosen mata kuliah apakah boleh menggunakan masjid ini. Mengingat banyak kegiatan yang dapat diangkat menjadi berita. Namun, dosen pembimbing mata kuliah tidak mengizinkan menggunakan masjid tersebut. Sudah hampir putus asa tugas tidak akan terkejar pengerjaannya, sedangkan hari pengumpulan tugas sudah semakin dekat, menyisakan 2 hari lagi. Namun ustadzahku di pondok pesantren pernah menyampaikan sebuah mahfudzot Man Jadda Wa Jada. "Semua pasti dapat melaluinya. Selamu dirimu memiliki keinginan maka disitu pun akan ada jalan. Bersungguh sungguh lah dalam suatu hal maka Allah pasti akan mempermudah dan membukakan jalan untu kita." jelas ustadzah Rani ketika menjelaskan mahfudhzot  Man Jadda Wa Jada. Penjelasan ustadzah saat itu agar para santrinya semangat kembali dalam menghafal al-Quran yang di nilai sulit akhirnya membangkitkan kembali semangat kami para santrin-santrinya. Bagitupun diriku saat ini, mengingat penjelasan ustadzah membuat ku yakin bahwa selama aku bersungguh-sungguh maka Allah akan mempermudah segalannya. Akhirnya malam hari diriku memutuskan untuk kembali mencari masjid yang sekiranya dekat dengan kosan dan dapat ku datangi malam itu juga.


Setelah pencarian hampir setengah jam, berkutat di depan layar handphone mencari keberadaan masjid jami' akhirnya kutemukan juga. Sebuah masjid besar di pinggir jalan raya cibiru menuju ujung berung, yang posisinya berada di sebrang masjid Annur sedikit ke kanan. Masjid yang pondasinya banyak menggunakan kayu jati bernama masjid Assiraj. Harapan kembali datang bahwa tugas akan selesai hari esok.

Keesokan harinya, diriku pergi pagi-pagi sekali untuk ke masjid Assiraj guna meminta izin kepada DKM masjid. Ternyata setelah sampai, DKM masjid Assiraj adalah dosen UIN Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu Pak Bahrun. Setelah mendapatkan info akhirnya diriku kembali ke kampus lalu bertanya perihal keberadaan Pak Bahrun hari itu. Ternyata beliau sedang menghadiri acara di Bandung Kota. Bertanya sana-sini untuk mendapatkan kontak Pak Bahrun, akhirnya di dapatkan dari grup jurusan. Ku ketik pesan dengan membukanya dengan salam, perkenalan diri, dan meminta izin melakukan kegiatan peliputan di Masjid Assiraj. Pesan ku akhirnya di balas malam hari oleh beliau. Beliau mengizinkan diriku melakukan kegiatan peliputan, namun kendala lainnya datang. Raihan a

Sebuah masjid di perbatasan antara kecamatan Cibiru dan Cileunyi, persis di pinggir jalan perbatasan. Nama masjidnya ialah Masjid al-Hudhorie.

Selepas shalat isya tanpa berfikir panjang lagi, diriku langsung menuju masjid tersebut dengan berjalan kaki yang menghabiskan watu sektitar 25 menit dari kosan ku di manisi. Alhamdulillah setelah sampai aku disambut oleh penjaga parkiran masjid, masjid pun masih di buka untuk umum. Kusampaikan niat ku kepada penjaga parkiran masjid, yang akhirnya beliau mempertemukan ku dengan pengurus Masjid al-Hudhorie. Namanya Opik, tapi sering di sebut Kang Opik. Orang nya sangat baik dan perhatian. Beliau menanyakan maksud kedatangan ku malam-malam seorang diri ke Masjid al-Hudhorie. Kusampaikan maksud dan tujuan ku kepada beliau dan beliau pun mengizinkan diriku membuat berita tentang masjid al-Hudhorie. Hampir satu jam aku melakukan wawancara dengan Kang Opik perihal kegiatan masjid, kondisi masjid dan rencana kedepan untuk masjid al-Hudhorie ini.

Selepas pulang dari masjid al-Hudhorie akhirnya langsung ku ketik informasi yang kudapat menjadi berita. Dan kudaptkan ilmu yang berharga dari Kang Opik perihal hidayah. Beliau seorang yang sangat inspiratif menurut ku. Walau bukan tokoh terkenal, namun perjalanannya dalam hijrah sangat menggetarkan hati. Setelah beliau mendapatkan hidayah dan mulai melakukan hijrah, ia juga tidak melupakan untuk mengajak orang-orang yang dahulu bernasib sama dengan beliau dipandang sebelah mata tanpa ada orang yang mau membimbing ke jalan yang lebih baik.

Setelah ku tulis berita langsung ku kirim, dan akhirnya mendapatkan nilai. Namun keesokan harinya ketika Pak Uwes selaku dosen mata kuliah menjelaskan kembali bagaimana membuat berita yang baik, banyak ku temui kesalahan-kesalahan di dalam berita yang ku buat. Dari judul berita sampai kaki berita, terutama pada lead berita. Akhirnya bapak menyusuh memperbaikinya dan mengirim ulang ke Google Classroom.

Hampir tiap seminggu sekali aku melakukan wawancara ke masjid al-Hudhorie dan menulis berita dari hasil wawancara. Sudah 3 berita yang kubuat akhirnya di muat di Dakwahpos.com. alhamdulillah walau belum sempurna tapi berkat dorongan dan bimbingan dari Pak Uwes akhirnya aku mulai paham sedikit demi sedikit dalam pembuatan berita, walau belum sempurna keseluruhannya. Semoga kelak aku dapat menjadi penulis yang baik.

Lawan korupsi bersama BUMN

Lawan Korupsi Bersama BUMN 

     dakwahpos.com, Bandung – korupsi, mungkin untuk sebagian orang sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Korupsi sangat erat kaitannya dengan para pejabat-pejabat tinggi Indonesia. Sepertinya kata ini sudah menjadi teman akrab dengan para tikus-tikus berdasi. Mungkin tidak semua tapi sebagian. 
      Kenapa dikatakan sebagai teman akrab, karena hampir setiap hari topik yang diperbincangkan adalah salah seorang wakil rakyat yang memakan harta rakyatnya ( korupsi ). Dan mungkin kita pernah mendengar hukum di Indonesia itu ibarat pisau, yaitu tumpul keatas tajam ke bawah. Dan itulah yang benar-benar terjadi di negeri ini. 
Bukan bermaksud menuduh tetapi itulah kenyataan yang ada. Kita seakan-akan menjadi tamu di rumah sendiri. Hukum yang harusnya diciptakan untuk mensejahterakan rakyat malah berbalik membuat rakyatnya sengsara. Lalu apakah sebenarnya tugas dari wakil rakyat ? itulah yang menjadi tanda tanya besar di negeri ini selama berpuluh-puluh tahun belakangan ini. 
       Lalu untuk apakah hukum dibuat jika mereka – mereka juga yang melanggarnya ? inilah yang menjadi tugas dan kewajiban besar kita sebagai warga negara Indonesia. Mau dikemanakah hukum ini ? hanya waktu yang bisa menjawab. 
      Kita sebagai warga Indonesia yang merdeka mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi Undang-undang. Mempunyai hak keadilan dan perlindungan hukum. Tetapi apabila kita melihat keadaan yang terjadi itu jauh dari kata keadilan. Rakyat seakan-akan ditindas, diperdaya, dan dikelabui di negeri mereka sendiri. Miris memang tetapi itulah kenyataannya. 
    Maka dari sinilah kita sebagai generasi muda yang akan meneruskan membangun bangsa ini untuk memberantas itu semua. Karena jika bukan kita yang merubahnya lalu siapa lagi. Karena Indonesia ini dibangun dari keringat-keringat pemuda juga. 

Nadirah 
Mahasiswi KPI Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 

Hujan di tanah tropis

Hujan di Tanah Tropis
   dakwahpos.com, Bandung - Sebagai penduduk yang tinggal di daerah tropis, yang hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan kemarau. Maka setiap tahunnya kita dibiasakan melewati 2 musim tersebut, panas dan dingin. Dan dibandingkan dengan negara lain yang memiliki 4 musim, kita termasuk yang beruntung karena negara kita hanya memiliki 2 musim saja.
     Ketika musim kemarau tiba maka panas dan kekeringan melanda negeri ini, begitu pun sebaliknya ketika musim hujan melanda maka dingin dan banjir melanda negeri ini. Mungkin di telinga kita sebagai warga negara Indonesia sudah tidak heran lagi dengan kata "hujan" dan "banjir". Yups itulah identiknya Indonesia, ketika musim hujan turun maka di beberapa daerah di Indonesia mengalami yang namanya kebanjiran.
     Banjir mungkin sudah menjadi teman akrab bagi warga negara Indonesia sendiri. Kenapa ? karena hampir setiap tahun, setiap musim hujan mulai melanda maka berita banjir yang menggenang beberapa daerah pun mulai terdengar. Tidak heran jika Indonesia juga dijuluki sebagai kota banjir.
      Beberapa daerah seperti ibukota Jakarta, Bandung, Kalimantan, dll bisa dibilang sebagai daerah yang sering sekali mengalami banjir. Dan sebenarnya banjir tidak hanya diakibatkan oleh curah hujan yang sering tetapi sedikitnya tempat di beberapa daerah di Indonesia ini untuk menampung air yang turun. Karena banyaknya pembangunan gedung-gedung tinggi dan penebangan-penebangan hutan secara liar, itulah yang menyebabkan setiap tahunnya dalam musim hujan Indonesia mengalami bencana banjir.
      Tetapi hujan tidak selamanya membawa bencana bagi warga Indonesia. Bahkan ada warga di beberapa daerah lainnya merasa diuntungkan karena kedatangan musim hujan ini. Contohnya seperti di daerah yang mayoritas pekerjaannya adalah petani, maka mereka bersyukur dengan adanya hujannya ini.
      Hujan yang turun pun tidak selalu membawa musibah bagi kita tetapi hujan juga membawa keberkahan bagi kita. Tinggal bagaimana kita mensyukuri atas segala yang diberikan oleh Allah. Dan tidak akan ada banjir kalau kita sendiri tidak berulah. Jadi marilah mulai dari sekarang kita perbaiki. Stop untuk melakukan kegiatan-kegiatan ilegal seperti menebang pohon sembarangan, membakar hutan sembarangan, membuang sampah sembarangan, dll. Karena jika bukan kita lalu  siapa lagi. Jika bukan sekarang lalu kapan lagi.

Nadirah
mahasiswi KPI Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Menggali Informasi Kegiatan di Masjid Darussalam


Masuk kedalam jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam tentu tidak akan asing dengan dunia kepenulisan. Salah satunya pada mata kuliah jurnalisme dakwah saya ditugaskan untuk membuat sebuah berita. Lebih spesifiknya adalah memberitakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh salah satu masjid yang terdapat di sekitaran kampus tempat saya menimba ilmu.
Saya memilih masjid yang berada di daerah Panyileukan Kota Bandung, yakni masjid Darussalam. Alasannya adalah selain jaraknya tidak begitu jauh dengan kampus, sebelumnya saya beserta rekan-rekan organisasi sempat mengadakan kegiatan di masjid tersebut. Dengan alasan tersebut maka saya memilih masjid tersebut untuk menyelesaikan tugas saya.
Sebelumnya, saya tidak mempunyai kontak ketua DKM masjid tersebut. Namun dengan bertanya kepada rekan organisasi saya mendapatkan kontak istri ketua DKM. Dan saat itu juga segera saya hubungi untuk mengkonfirmasi sekaligus meminta izin untuk memberitakan kegiatan yang ada di masjid tersebut. Setelah beberapa lama berbincang lewat watsapp, istri ketua DKM menganjurkan saya untuk menghubungi langsung ketua DKM nya yakni bapak Ahmad Gunawan.
Dalam hari yang sama, saya langsung menghubungi pak Ahmad untuk wawancara. Dan setelah konfirmasi, saya langsung menemui beliau untuk melakukan wawancara. Sesampainya saya di masjid, saya memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menjelaskan tugas yang melibatkan masjid darussalam tersebut. Senangnya, saya disambut dengan kerahaman beliau, sehingga tidak membuat saya grogi ketika melakukan wawancara.
Pertama, saya bertanya tentang sejarah didirikannya masjid Darussalam. Pak Ahmad menjelaskan bahwa masjid ini didirikan pada tahun 2014 yang ketika itu ada jama'ah yang menjual tanah seluas 500 meter. Dengan cara iuran mengumpulkan uang bersama jama'ah yang lain alhamdulillah tanah ini terbeli dan pada akhirnya dibangun sebuah masjid.  Selanjutnya saya menanyakan perihal kegiatan apa saja yang sering diadakan di masjid ini. Lalu saya bertanya perihal keaktifan remaja disekitar masjid. Ternyata remaja disekitar masjid ini kurang aktif dalam kegiatan yang ada. Pak Ahmad dan pengurus yang lain berharap agar remaja mampu berperan aktif untuk sama-sama memajukan masjid.
Selanjutnya saya menanyakan perihal upaya apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi remaja disekitar masjid agar tertatik untuk berkonstribusi memakmurkan masjid. Beliau menjelaskan bahwasannya kita harus mengagendakan acara-acara yang sesuai dengan kultur milenial, agar setidaknya mereka lebih tertarik datang ke masjid meskipun tidak setiap hari.
Masjid Darussalam sebenarnya sedang mengalami krisis peran remaja dalam hal memajukan kegiatan di masjid. Pak Ahmad dan pengurus masjid yang lainnya sangat menerima dengan terbuka jika ada remaja yang ingin membantu dalam pemeliharaan masjid. Salah satunya sebagai marbot masjid. Ungkap beliau sudah ada beberapa orang dari mahasiswa yang bersedia menjadi marbot masjid. Sebetulnya bukan sebagai pemelihara masjid saja, namun paka Ahmad senag jika masjid ini setiap harinya ramai dengan lantunan ayat al-Qur'an. Dan jika ada mahasiswa yang mempunyai kelebihan dalam bidang pemahaman agama, maka akan di persilahkan untuk mengajar madrasah diniyah yang ada disana.
Begitulah perjalanan saya dalam memperoleh informasi mengenai kegiatan yang ada di Masjid Darussalam.




Nada Prima Dewi
Komunikasi dan Penyiaran Islam
UIN SGD Bandung






KENAIKA IURAN BPJS MENGOBATI MASYARAKAT ATAU MENGOBATI DEFISIT

Badan Penyelenggara Jasa Kesehatan (BPJS) adalah salah satu harapan bagi masyarakat Indonesia guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan terjamin. Guna memperbaiki pelayanan kesehatan yang lebih baik, maka pemerintah berencana untuk menaikan iuran BPJS. Jelas pelayanan kesehatan yang lebih baik pastinya menggunakan biaya yang tidak sedikit. Maka wajar jika pemerintah memiliki rencana kenaikan tersebut.

Rencana kenaikan ini ternyata menimbulkan keresahan di masyarakat. Melihat kembali rapot dari pelayanan BPJS tidak semua memiliki nilai yang bagus. Contohnya saja pelayanan berbeda di kota besar dan kota kecil. Pelayanan yang diberikan tidak sama, padahal masyarakat di kota-kota kecil ini sudah membayar iuran BPJS dengan jumlah yang sama seperti orang-orang yang tinggal di kota-kota besar. Hal ini lah yang menibulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Keresahan yang timbul di masyarakat juga bukan hanya mengenai pelayanan nya saja, tetapi kemampuan masyarakat dalam membayar biaya yang harus di keluarkan karena kenaikan dua kali lipat dari biaya yang harus di bayarkan ini lah yang menjadi satu faktor yang mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Karena kebanyakan pengguna jasa kesehatan ini adalah masyarakat yang berada di kelas menengah kebawah. Jika di rasa berat dan membebankan maka pemerintah harus mengkaji ulang rencana kenaikan iuran BPJS. Ditakutkan kenaikan iuran ini akan menjadi tunggakan baru bagi masyarakat. Maka pengkajian ulang yang melibatkan masyarakat terutama di kelas menengah kebawah dirasa perlu, guna mendapatkan hasil yang menguntungkan bagi masyarakat dan pemerintah.

Melibatkan masyarakat dalam pengkajian ulang ini merupakan salah satu bukti pemerintah yang menghargai masyarakatnya. Jangan sampai kenaikan iuran ini menjadi bahan olok-olok masyarakat kepada pemerintah yang dinilai salah membidik sasaran dalam membuat kebijakan yang disebabkan tidak adanya pelibatan masyarakat di dalamnya. Dan yang harus di tegaskan kembali bahwa kenaikan iuran ini bukan untuk mengobati defisit yang meradang melainkan perbaikan di sektor pelayanan jasa kesehatan guna mengobati masyarakat yang sakit.

J&tT Pengada Jasa Yang Ramah

  Dakwahpo.com, BANDUNG, Menjadi pengguna jasa J&T benar-benar sangat di untungkan. Bukan hanya karena kecepatan pengirimannya saja tapi juga karena tidak ada lagi was-was dalam penggunaan jasanya. mengapa tidak, pelayanan dari awal sebelum pengiriman saja sudah ramah, harga yang terjangkau bahkan sampai paket yang sampai dengan tujuan dengan aman tanpa ada kesalahan pengiriman. Kondisi barangnya pun sama sebagaimana awal dikirim.

Hal ini saya alami sendiri. ketika itu benar-benar butuh baju yang tertinggal di rumah saya di Bogor. sedangkan saya berada di Bandung dalam keadaan memerlukannya dengan cepat untuk 2 hari lagi. saya telpon lah orang rumah untuk segera mempaketkan barang yang saya pinta.

Karna toko J&T Express ini sudah ada di daerah tempat saya tinggal, dan berdekatan. akhirnya orang rumah, lebih tepatnya adik saya yang mengirimkannya memilih untuk mengirimkan paket saya melalui jasa J&T Express. Saya kirim almaat rumah saya di Bandung. Adik saya benar-benar tidak mengerti bagaimana cara mengirimkan paket di tempat jasa ini. Tapi akhirnya saya yakin kan dia untuk mau mengirimkan karena nanti di tempat pengiriman pasti akan diarahkan oleh kurirnya.

Dan benar saja, adik saya yang masih duduk di bangku SMP dan benar-benar tidak mengetahui bagaimana cara mengirimkan paket itu akhirnya bisa. Para petugas disana membantunya, sembari menjelaskan dengan baik sehingga adik saya pun akhirnya mengerti. Untuk ukuran anak SMP yang kudet, sangat susah untuk menjelaskan sesuatu yang baru padanya. namun pihak J&T dapat membimbing dan membantunya sehingga paket saya akhirnya sampai esok hari.

Untuk ukuran kecepatan pengiriman benar-benar tidak mengecewakan. Hari Rabu siang dikirimkan dari Bogor Kamis Sore sudah saya terima. Cara membawakan barangnya pun sangat baik, tidak ada penyok-penyok diluar bungkus. Yang menandakan bahwa cara mereka membawa barang-barangnya sangat diperhatikan dan sangat hati-hati.

Saya benar-benar menyukai pelayanan yang diberikan oleh pihak J&T Express. Terima kasih J&T Express, tetap menjadi pengadaan jasa yang nomor 1 di Indonesia.

Grab Aplikasi Ramah

Grab merupakan aplikasi yang memberikan layanan jasa. Baik itu jasa antar jemput, jasa pembelian, dan jasa-jasa yang lain. Penggunaan aplikasinya yang gampang banget, tinggal klik sana-sini, masukin alamat, dan tinggal tunggu deh. Bener-bener berjasa banget ya buat kita kaum rebahan.

Karna banyaknya mitra Grab di Indonesia ini, ga perlu khawatir lagi buat takut kalo orderan kita ga ada yang ambil. Pokonya Grab akan selalu ada dimana pun, dan kapan pun. Sama kaya cerita aku dulu yang pernah mengalami lapar di malam hari. Waktu warung-warung udah banyak yang tutup, beras di kosan abis, dan ga ada makanan pengganjal. Aku inget Grab disaat-saat genting iitu. Ku raih ponsel ku, langsug kubuka aplikasinya, dan ku order makanan saat itu juga.

Dakwahpos.com, BANDUNG, Udah ga mikirin lagi tuh waktu sudah malem, karena perut udah laper banget. Ga perlu nunggu waktu yang lama buat orderan ku ada yang ambil dan beliin. Padahal mengingat waktu itu sudah cukup larut malam, tapi ternyata masih ada mitra Grab yang mau ambil orderan ku.

Itu sih kelebihan Grab dari aplikasi lain. Bukan Cuma kualitas aplikasinya yang bener bener simple dan mudah, tapi banyak mitra Grab yang siap sedia walau watu sudah menunjukan pukul setengah 12 malam.

Ga sampai 30 menit orderan ku sudah ada di depan kosan. Abang Grab yang waktu itu mengantar juga sangat ramah. Tidak terlihat di wajahnya rasa keberatan mengirimkan orderan ku. Grab emang aplikasi penuh kebaikan deh. Baik dari segi sistemnya, bahkan pelayanan yang dikasih.

Semoga Grab terus mempertahankan kinerja yang bagus ini sampai nanti-nanti. Terima kasih Grab.

Memasuki Musim Hujan Cek Kondisi Rumah dan Sekitar

Musim hujan menjadi suatu penantian yang panjang. Bagaimana tidak musim kemarau yang terjadi di tahun ini dikatakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi musim kemarau yang lebih kering dari pada tahun lalu. Namun setelah mengakhiri musim kemarau dan beralih pada musim hujan banyak hal yang luput dari perhatian kita. salah satunya saja kondisi rumah dan sekitarnya.

Musim kemarau yang panjang dan terik pastinya mengakibatkan banyak debu-debu yang menempel pada rumah, tak lupa juga pada talang air rumah. Tempatnya yang sulit untuk dijangkau mengakibatkan kita kurang menaruh perhatian dan menyebabkan banyak debu-debu atau bahkan benda lain yang mungkin berada di talang air tersebut. Berbeda ketika musim kemarau, talang air mungkin tidak perlu dikhawatirkan karna tidak akan memberi dampak negatif pada rumah kita. namun saat memasuki musim hujan, maka kondisi talang air harus lah menjadi perhatian kita. karena mungkin saja banyak debu yang menumpuk, atau adanya benda lain yang menyangkut di talang air akan menghambat aliran air hujan dan mengakibatkan kebocoran atau rembesan pada rumah kita.

Selain talang air, pastinya genting rumah juga harus menjadi perhatian kita selanjutnya. Karena genting ini lah yang melindungi kita dari guyuran hujan. Maka ketika memasuki musim hujan kita harus mengecek kondisi dan posisi genting. Ditakutkan posisi dan kondisi genting bergeser atau ada kerusakan yang mungkin saja mengakibatkan air hujan masuk melalui celah-celh yang ada dan merempes pada atap rumah sehingga menimbulkan kebocoran.

Setelah talang air, dan genting, maka yang harus kita perhatikan selanjutnya adalah listrik. Saat hujan pastinya akan disertai dengan angin dan petir. Maka penggunaan barang-barang elektronik harus diperhatikan dalam penggunaannya. Jika hujan deras diseratai petir yang menyambar maka upayakan untuk mematikan dan mencabut barang-barang elektronik tersebut agar tidak terjadi kebakaran akibat sambaran petir. Selain barang elektronik hal yang harus diperhatikan adalah kabel-kabel listrik yang berda di tembok rumah. Ditakutkan adanya kerusakan, maka harus segera diperbaiki. Jika tidak segera diperbaiki maka akan dapat mengakibatkan korsleting listrik apabila ada air hujan yang merembes di tembok-tembok rumah.

Setelah kondisi rumah dirasa aman, maka tahap selanjutnya adalah memeriksa kondisi sekitar. Perhatikan selokan yang ada, apakah ada tumpukan sampah-sampah yang sekiranya dapat menghambat aliran air hujan dan terjadi penumpukan yang mungkin akan menyebabkan tersendatnya aliran hujan bahkan dapat menimbulkan banjir.

Lalu bersihkan lingkungan sekitar yang sekiranya dapat menjadi tempat perkembang biakan nyamuk. Karena di musim hujan ini perkembangan nyamuk akan semakin pesat, dan biasanya akan banyak orang yang mengidap penyakit DBD dikarenakan tidak menjaga lingkungan terutama di musim hujan. Periksa tempat atau wadah yang terdapat genangan air setelah hujan. Buang genangan-genangan tersebut agar tidak menjadi sarang tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk.

Patut kah Indonesia Merayakan Hari Anti Korupsi Sedunia

Awal bulan Desember tepatnya pada tanggal 9 Desember 2019 menjadi hari anti korupsi sedunia. Namun jika di lihat kembali apakah Indonesia patut untuk merayakan hari besar ini? Menilai bahwa kasus korupsi masih saja ada sampai detik ini. Baik korupsi yang dilakukan oleh orang-orang besar sampai kepada orang-orang kecil.

Mental korupsi di Indonesia memang belum dapat dihilangkan. Karena sesungguhnya mental itu sendiri sudah tertanam dan menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia. Serta sistem yang ada di Indonesia sendiri juga lah yang membuat mental korupsi ini tak kunjung hilang.

Contoh kecilnya saja adalah korupsi waktu. Bagi masyarakat indonesia yang sering melakukan keterlambatan dalam suatu pertemuan atau terlambat masuk kerja merupakan salah satu contoh kecil korupsi waktu. Maka tak heran jika saat ini banyak kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh direktur besar BUMN.

Selain kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, sehingga melahirkan mental korupsi. Ada juga penyebab lain mengapa suburnya korupsi di Indonesia ialah karena sistem yang hadir di Indonesia itu sendiri. Sistem yang ada saat ini adalah apabila ingin mempercepat agar suatu pekerjaan selesai maka harus ada pelicin berupa uang atau lainnya. Hal ini lah yang banyak dirasakan oleh masyarakat biasa ketika mengurus sesuatu di pemerintahan.

Menurut saya pribadi korupsi dapat dicegah dimulai dari diri sendiri dan pengertian terhadap sesama. Mengapa dari diri sendiri? Karena kesadaran yang dimiliki seseorang tentang bahaya korupsi harus lahir dan ditanamkan. Percuma saja jika sering dilakukan edukasi tentang bahaya korupsi namun pribadi yang sudah di berikan edukasi itu tidak pernah memahaminya dan menanamkan maka akan sia-sia saja. Karena korupsi itu lahir dari akal pikiran manusia yang mungkin selalu tidak puaas dengan apa yang ia miliki.

Lalu yang kedua adalah dengan cara memahami sesama. Mengapa memahami sesama? Karena dampak yang ditimbulkan dari korupsi adalah kerugian bagi banyak orang. Jika  tidak ditanamkan pada diri sendiri untuk senantiasa memahai orang lain maka orang tersebut hanya akan memikirkan kesenangannya dan keuntungan untuk dirinya saja, tanpa memikirkan dampak yang akan diterima oleh banyak orang akibat korupsi yang dilakukan.

Mimpi Itu Menjadi Nyata Bagi Atlet Kita

Perlombaan telah di depan mata. Segala upaya akan di lakukan demi mengharumkan Indonesi. Semua atlet akan bersaing di negeri tetangga. Harapan mengharumkan nama bangsa sangat besar. Menjadi sang juara merupakan impian.

Selama dua minggu, waktu yang diberikan untuk menoreh prestasi sebanyak banyaknya. Presiden Jokowi telah menitipkan amanah untuk membawa 60 medali emas. Sea games ajang bergengsi yang dilakukan setiap tahunnya. Vietnam menjadi tuan rumah tahun ini.

Tujuan yang seharusnya 60 medali terbayarkan sudah. Bukan hanya jumlah yang dituntut bapak presiden, namun 69 medali dapat dibawa pulang ke bumi pertiwi. Menjadi juara umum diururtan ke 4 membuka pandangan semua atlet bahwa Indonesia pun bisa. Mimpi itu bukan lagi sebuah angan-angan.

Terima kasih pahlawan kami, terima kasih Indonesia.

Hukuman Bagi Para Koruptor di BUMN

Korupsi merupakan suatu masalah besar yang tentu saja perlu mendapat perhatian serius oleh kita semua sebagai anak bangsa serta calon pemimpin masa depan nantinya. Kita sebagai anak bangsa tidak bisa hanya berdiam diri saja dan melihat penyakit itu terus berkelanjutan, akan berdampak serius di masa depan nantinya, kita harus segera menemukan solusinya.

Nasib pemberantasan korupsi masih belum bisa sepenuhnya di dalam kesadaran masyarakat kita. Ada beberapa faktor : Pertama, dari segi perundang-undangan, bukan soal keberanian untuk mengeluarkan PERPU atau tidak, tetapi sanksi yang kurang tegas yang diberikan kepada para koruptor dan selama ini masih kategori ringan, menimbulkan tidak ada efek jera. Kedua, penegakan hukum yang masih rapuh, dengan banyaknya keputusan hakim yang menjatuhkan hukuman rendah bagi koruptor, yang dikategorikan kejahatan luar biasa. Ketiga, budaya masyarakat yang masih mengagungkan hidup mewah dengan cara instan, yang seringkali menghalalkan segara cara untuk mencapai hal itu, menjadi akar korupsi para pejabat kita, menjadi akar kolusi para pengusaha, dan lemahnya daya kontrol masyarakat pada pemerintah baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Pemberantasan korupsi bisa menjadi kesadaran bersama yang terus hidup dalam masyarakat, apabila kita suka hidup jujur, sederhana, dan takut kepada Allah, maka kita tidak akan melakukan perbuatan korupsi. Dan salah satu cara untuk menghukum para pelaku korupsi dengan cara menjatuhi hukuman kepada para pelaku korupsi dengan setimpal, memenjarakan para pelaku korupsi dan berlakukan biaya denda untuk para pelaku korupsi sebagai cara untuk memberantas korupsi.

Nisfy Moch Fauzi S

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Mari Dukung Demi Kebaikan Indonesia

Jika pembangunan istana presiden di Papua dirasa mampu menjadi jembatan yang menyambungkan aspirasi rakyat kepada pemerintah, dan memudahkan agar segala persoalan yang terjadi di Papua khususnya perihal HAM mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah terutama jika presiden langsung turun tanggan melihat bagaimana persoalan yang terjadi di Papua serta langsung mengambil tindakan tegas atas persoalan yang terjadi, maka pembangunan istana presiden di Papua dirasa merupakan pilihan yang pas untuk memberikan ke tentraman pada masyarakat Papua.

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia