x
BREAKING NEWS

Info Masjid

Islam Nasional

Info Kampus

Islam Internasional

Info Bandung

Kolom

Senin, 27 November 2017

Ustadz Irfan : Ilmu Wajib Kita Kaji Selaku Umat Islam



Dakwahpos.com, Bandung- Dalam pengajian di Masjid Al-Hasan III Ustadz Irfan memberikan ceramahnya dengan tema "kajian ilmu islam". (28/10/2017).

Selaku umat islam ada 10 ilmu kajian yang wajib kita pelajari, dari 10 ilmu kajian tersebut terbagi menjadi  dua bagian yaitu 5 bagian yang wajib kifayah dan yang 5 lagi wajib a'in, wajib kifayah adalah jika kita berada dalam suatu lingkungan jika tidak ada yang mengkaji ilmu itu satu lingkungan itu akan mendapat dosa dan wajib a'in adalah wajib untuk diri kita, jika kita tidak mengkaji ilmu itu maka hukumnya dosa bagi setiap muslim.

10 ilmu yang wajib dalam ilmu agama yang wajib diketahui.

Pertama, yang harus kita pahami adalah ilmu fiqih, jika tidak ada yang mengkaji ilmu fiqih satu orang pun maka orang itu termasuk orang-orang yang mendzolimi diri mereka sendiri dan hukumnya dosa. Rasulullah SAW bersabda menuntut ilmu itu wajib bagi muslimin dan muslimat dari buaian sampai liang lahat, itu yang dinamakan ilmu fiqih.

Kedua, ilmu tasawuf. Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk mengenal diri kita, tata cara perkataan yang baik, bagaimana menggunkan tangan kita supaya bermanfaat hal-hal seperti itu dikaji oleh ilmu tasawuf.

Ketiga, ilmu tauhid. Ilmu tauhid adalah ilmu yang memperlajari cara berpikir kita terhadap manusia dan terhadap Allah, kita tidak boleh berpikiran jika Allah itu memiliki tangan dan lain sebagainya hukumnya dosa tetapi wajib bagi kita berpikiran demikian terhadap makhluk ciptaan Allah.

Keempat, ilmu tafsir. Bagaimna kita mentafsirkan Al-Qur'an. Kelima ilmu hadits, membahas tentang hadits.

Keenam, ilmu nahwu ini termasuk wajib kifayah tidak apa apa jika tidak semua muslim mengkaji ilmu nawhu tapi jika dalam suatu lingkungan tidak ada yang mengakji ilmu nawhu semuanya berdosa tapi jika ada salah satu saja dalam lingkungan itu yang mengkaji ilmu nawhu dosa kita akan terampuni.

Ketujuh ilmu sorof sama hal nya dengan ilmu nahwu bedanya ilmu nawhu membahas tentang bentuk-bentuk kalimat arab sedangkan ilmu sorof mengkaji tentang arab gundul.

Kedelapan, ilmu ma'ani. Kesembilan, ilmu bayan. Kesepuluh, ilmu bade.

Reporter : Mega Tri Cayani KPI 3/C

H. Djuanda : Percaya akan Rahasia Allah


Dakwahpos.com, Bandung- sebagai umat Allah yang beriman kita diwajibkan untuk mempercayai rahasia Allah dan tugas manusia harus selalu berusaha menjalakannya sebaik mungkin segala ketentuannya dengan selalu memohon bimbingan dan ridho dari Allah.

"Allah sudah menetapkan takdir setiap hamba-Nya, yakni berupa rezeki, jodoh, kecelakaan dan kematian. Itu semua sudah Allah atur tapi kita harus selalu ikhtiar untuk menjemput takdir baik".  Ujar Drs. H. Djuanda. Jumat (13/10/17).

Allah akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk hambanya, selama hamba-Nya ingin beusaha, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-nya.

"Meskipun Allah telah menetapkan takdir setiap hamba-nya , dari sejak empat bulan dalam kandungan, namun kita harus selalu berprasangka baik terhadap Allah, karena Allah menjamin kehidupan setiap makhluk yang ada di muka bumi ini." Tutur Drs. H. Djuanda. Jumat (13/10/17).

Kita harus merasa terus terawasi oleh Allah sehingga kita bisa selalu berhati-hati, dan selalu berusaha mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Reporter : Hanifa Nurfadilah. KPI /3/B

Heri penjaga kebersihan Masjid Fathul Huda

Dakwahpos.com , Bandung- Kebersihan masjid Fathul Huda menjadi tanggung jawab Heri Hermawan. Pasalnya ia yang setiap hari hadir untuk membuat Masjid tersebut bersih serta enak dipandang. Bukan hanya lantai,halaman depan masjid pun jadi perhatiannya. Sampah sekecil apapun tak luput dari penglihatannya.

"Saya tak suka melihat masjid yang kotor, setidaknya walau jama'ah nya sedikit tapi masjid harus terlihat terawat. Karena kebersihan sebgaian dari iman,masa mengaku rumah Allah tapi tidak terwat. Malu atuh sama slogan." Ujar Heri Hermawan (27/10/2017)

Dari WC, tempat wudhu hungga sajadah yang ada di dalam masjid pun terlihat bersih. Tak heran jika masyarakat sekitar mengacungi jempol pada kebersihan masjid Fathul Huda. Meskipun demikian bukan hanya Heri Hermawan yang bertanggung jawab atas kebersihan masjid. Terkadang ketua DKM pun ikut andil dalam masalah kebersihan.

"Ya,kalau saya sakit pasti yang beresin masjid Pa Atep. Setidaknya masjid tidak dibiarkan berdebu terlalu banyak. WC saya sikat seminggu sekali,tempat wudhu dibersihkan tiap hari. Kalau sejadah biasanya ramai-ramai s=dibersihkan atau pergi ke tukang laundry biar cepet kering. " Ujar Heri Hermawan (27/10/2017)

Setidaknya salah satu warga menggugurkan kewajiban membersihkan masjid Fathul Huda. Karena kebersihan itu ciri muslim sejati. Mana mungkin bisa menarik jama'ah untuk shalat di Masjid tapi masjid itu sendiri tidak bersih.

Reporter : Lely Nurfaidah KPI/3B

Meraup Rezeki di Area Masjid Pusdai


Dakwahpos.com, Bandung – Banyaknya pedagang di dalam komplek Masjid Pusdai ramaikan akhir pekan, terlihat dari banyaknya para pengunjung yang secara bergantian menghampiri dagangannya. Terlebih banyaknya acara di setiap akhir pekan yang membuat para pedagang sumringah dan menambah penghasilan para pedagang tersebut.
"Ya Alhamdulillah lumayan, tercukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan jika ada acara akhir pekan seperti saat ini saya bisa kewalahan," ujar Aju, salah satu pedagang di teras Masjid Pusdai, Minggu (15/10/2017).
Para pedagang lebih memilih berjualan di bagian teras dalam, karena tidak bertentangan dengan pihak Pusdai. "Di bagian dalam teras ini lebih tertib, jika di luar pasti di suruh pergi," ujarnya.
Banyaknya pembeli di sekitar itu menjadikan salah satu alasan bagi Aju untuk bertahan selama 12 tahun di tempat tersebut. "Sudah 12 tahun saya berdagang disini, tidak kepanasan, tidak kehujanan, dan Alhamdulillah tercukupi," ungkap Aju.
Diberi izinnya para pedagang di sekitar teras Pusdai tersebut adalah solusi yang baik untuk para pengunjung masjid, karena di ketahui untuk mencari makanan di dalam komplek Pusdai cukup sulit.

Reporter : Muhammad Alief Salvatira, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Pribumi dan Non Pribumi Bukan Masalah


Dakwahpos.com, Bandung – Sebagai salah seorang masyarakat di Indonesia, sudah menjadi hal yang lumrah jika orang-orang akan memperlihatkan dari dekat setiap gerak-geriknya yang disampaikan oleh Anies-Sandi saat berpidato di Jakarta perihal pribumi dan non pribumi. Perhatian itu tentu bisa menjadi positif  jika bertujuan positif dan akan menjadi negatif jika didasari iktikad negatif dengan tujuan yang negatif pula.
"Tidak ada masalah dengan ungkapan Anies tersebut, karena ia hanya mengutip bukan menyinggung. Anies hanya mengutip ucapan pribumi itu dari pidato Megawati," ujar Rahmat Hidayat, di Masjid Pusdai, Bandung, Senin (24/10/2017).
Istilah pribumi dan non pribumi tersebut menjadi ramai setelah Anies Baswedan menyampaikan pidato politik pasca dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta.  Dalam pidato tersebutpun Anies banyak menceritakan sejarah di Jakarta.
Dalam pidato terbuka pertamanya setelah pelantikan tersebut, Gubernur Jakarta menyampaikan satu kalimat yang dianggap devisive bahkan rasis oleh sebagian orang. Pernyataan beliau tentang pribumi tersebut dengan tanggap ditangkap sebagai peluang menyalahkan. Padahal pada pidato yang sama disampaikan baha di Jakarta inilah konsep keadilan sosial bagi seluruh warga harus diwujudkan.
"Mungkin itu tergantung orang menaggapinya, itu bisa saja menjadi dampak positif dan bisa juga menjadi dampak negatif. Tergantung orang memahaminya," ujarnya kembali.
Saat ini semua harus memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia. Semua etnis dan agama bersama-sama mengharumkan nama Indonesia dengan dengan berprestasi dalam berbagai bidang. Untuk menghilangkan isu pribumi dan non pribumi ternyata tidak cukup dengan UU dan Instruksi Presiden. Tapi kita harus bersama-sama membiasakan diri untuk tidak mengintimidasi dan membeda-bedakan suatu ras atau suku manapun.

Reporter : Muhammad Alief Salvatira, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Runtuhnya Peranan Generasi Penerus Bangsa


Oleh: Muhammad Alief Salvatira

Banyak masyarakat Indonesia yang sudah tau bahaya dari narkoba itu sendiri, tetapi masih ada yang menkonsumsinya. Penyebarannya pun beragam dan pengunaan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan karena banyak remaja Indonesia yang mencoba mengonsumsinya dengan berbagai alasan, selain karena faktor ekonomi ataupun hanya untuk berhalusinasi sekejap dan untuk meningkatkan stamina. Menurut saya penggunaan narkoba di lingkungan para remaja dapat dihidari dengan peranan penting orang tua terhadap anak ataupun dengan cara sosialisasi bahaya narkoba itu sendiri.
Sebagai fakta bahwa bangsa ini terus menerus dirusak oleh narkoba ataupun obat obatan yang terlarang  yaitu beberapa waktu yang lalu ditemukannya pabrik pembuatan pil PCC  yang beroperasi di Purwokerto, Jawa Tengah yang dapat menghasilkan ratusan ribu butir dalam semalam, dan di gerebek oleh Tim Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkotika bersama Polres Banyumas. Ini cukup untuk membuktikan bahwa ancaman narkoba bagi generasi muda sudah sangat banyak dan cukup serius bahkan di atas batas wajar.
Banyaknya generasi penerus bangsa yang menggunakan narkoba ini menyebabkan bangsa kita menjadi semakin tertingga.  Bagaimana tidak, generasi penerus bangsanya pun telah rusak secara fisik dan psikisnya. Padahal dahulu bangsa Indonesia dikenal oleh mata dunia sebagai bangsa yang dihormati, bukan saja karena pemimpinnya Soekarno, tapi juga generasi pada zaman dahulu selalu bekerja keras, menjunjung tinngi  nama baik bangsa.
Sosialisasi yang  dapat diberikan kepada anak dapat melalui sekolah kepada muridnya agar generasi muda Indonesia bebas dari narkoba dan perhatian orang tua juga sangat berpengaruh. Orang tua juga bisa memberikan pengetahuan tentang bahayanya narkoba dan juga orang tua-pun dapat mengawasi pergaulan anaknya agar tidak salah dalam bergaul. Karena narkoba tidak hanya populer di kalakan orang tua dan public figur, tetapi anak anak atau remaja pun menjadi sasaran empuk para pengedar obat obatan terlarang, seperti maraknya remaja yang menenggak pil PCC kepada para remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.
Apapun yang disampaikan anak, berita baik maupun buruk, perlu didengarkan denga dengan baik dan kemudian ajaklah dia berdialog secara terbuka dan mendalam. Untuk itu pilihlah waktu yang tepat, jaga kerahasiaan anak, perhatikan segala ekspresi wajah dan tingkah lakunya, serta jagalah emosi anda. Orang tua perlu mengikuti perkembangan remaja dan permasalahannya, sehingga dapat memberikan penjelasan apabila anak bertanya , termasuk masalah narkoba.
Remaja dan golongan muda selalu poluler atau identik dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang menurutnya menarik dan itu patut untuk dicoba. Salah satunya yang pantas dicoba menurut mereka (pecandu)  adalah narkoba. Padahal efek narkoba atau pil PCC bukan untuk coba-coba, dan bahkan efek sampingnya dapat menjadikan anak berbuat kriminal. Selain itu, gengsi merupakan salah satu penyebab remaja dan golongan muda memakai obat obatan, karena memang usia remaja sangat mudah untuk dipengaruhi. Baik itu dari fashion, gaya berbicara, sampai ikut – ikutan mencoba narkoba. Dari awalnya dicobai oleh temannya sampai menjadi pecandu.
Hendaknya mulai sekarang kita saling memperhatikan dan saling mengasihi antar sesama. Mulai dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga, teman, tetangga, dan lingkungan tempat kerja anda. Karena seseorang yang terjerumus dalam narkoba pada dasarnya bukan mereka orang yang dari sana sudah tidak baik, tapi orang itu kekurangan motivasi dan kasih sayang. Tidak ada salahnya bila kita memulai dari yang lingkungan yang kecil terlebihdahulu. Perhatian yang sekecil apapun dapat membantu mereka yang sedang dalam kesulitan, sehingga tidak terjerumus dalam narkoba.
Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Narkoba Bukan Ajang Coba-coba


Oleh: Mega Tri Cayani

Sudah banyak kasus narkoba di indonesia apalagi di kalangan anak muda, narkoba sudah menjadi perbincangan yang tidak asing lagi di kalangan anak muda, bahkan menjadi ajang taruhan dan senang-senang.

Narkoba bisa terjadi karena kurang nya siraman agama, pergaulan yang bebas di sekitar lingkungan, kesibukan orang tua yang akhirnya membuat anak merasa tidak diperhatikan, kegagalan yang pernah dialami semasa hidup yang membuat mereka depresi dan akhirnya melampiaskan kekesalan nya pada narkoba.

Mirisnya narkoba dijadikan anak muda sebagai ajang coba-coba. Keyakinan mereka yang bila mencobanya sekali tidak akan membuat mereka ketagihan, sehingga mereka berani untuk mencoba narkoba, padahal jika telah mencoba narkoba sekali saja, itu akan membuat pengguna narkoba menjadi ketagihan dan sulit untuk terlepas dan terbebas dari narkoba itu sendiri dan pada akhirnya mereka menjadi pecandu narkoba.

Membangkitkan kesadaran beragama, menanamkan hal-hal positif dan bermanfaat, selektif dalam memilih teman, lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman karena jaman sekarang ini banyak sekali narkoba yang diaplikasikan pada makanan dan minuman, berikan pengetahuan fakta-fakta tentang bahaya narkoba termasuk akibat-akibat yang ditimbulkan oleh barang haram tersebut. Hal-hal seperti itu bisa diterapkan kepada anak muda agar mereka jauh dari narkoba.

Mega Tri Cayani, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Ust Dede : 3 Hal Yang Harus Dipersiapkan Menuju Kematian


Dakwahpos. Com, Bandung- Ceramah rutin  mingguan ibu-ibu masjid Al Barokah mengangkat tema 'Meningkatkan Iman Dengan Mengingat Mati' dihadiri oleh puluhan jemahan pengajian. Para jemaahanya pun ada yang berasal dari kampung setempat dan ada juga yang dari luar kampung. 

"Kita semua harus senantiasa mempersiapkan bekal untuk menuju alam yang abadi yaitu alam akhirat dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT" Ujar Ust Dede, Jumat (27/10/2017).

Ceramah Ust Dede ini selalu mengangkat tema yang unik dan menarik, sehingga maklum saja jika disetiap pengajiannya selalu menyita perhatian para jemaahnya. Dalam penyampaian materinya pun santai dan  tidak terkesan menggurui tetapi jemaahnya bisa dengan mudah menangkap isi ceramah, dan pesan yang disampaikan pun bisa tersampaikan dengan baik. 

"Sesungguhnya yang kita khawatirkan dalam kehidupan ini adalah kematian. Apakah kita akan mati dalam keadaan iman, atau sebaliknya. Untuk itu kita perlu persiapan untuk menghadapi kematian agar senantiasa mati dalam keadaan beriman. Ada tiga hal yang harus kita persiapan. Pertama, dengan memperbanyak bersyukur , kedua,  memperbanyak ibadah dan yang ketiga dengan tidak berbuat dzolim kepada sesama" Pungkas Ust Dede. 

Dengan adanya pengajian ini semoga semua jemaah bisa meningkatkan lagi ketaqwaannya kepada Allah SWT. Dan bisa mengamalkan setiap ilmu yang didapatkan dalam setiap pengajian. 

Reporter : Indah Padillah,  KPI 3/B.

Agus Ramdani : Pidato Anies Baswedan Menarik Perhatian Publik


Dakwaspos.com, Bandung- Anies Baswedan-sandiaga Uno Telah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wagub DKI. Usai sertijab Gubernur DKI yang baru ini melakukan pidato politik pertamanya pada acara pesta rakyat yang diadakan di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2017).

"Pidato Gubernur Anies Baswedan dilakukan di Balai kota Jakarta, pada senin malam. Pidato Anies Baswedan ini menjadi perhatian publik secara luas".

Pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur berlangsung di istana Negara Jakarta. "Pelantikan Anies sandi tersebut dilakukan oleh presiden jokowi di hadapan sejumlah tamu undangan.Pelantikan anies sandi oleh presiden jokowi tersebut dilakukan pada hari senin sore, 16 october 2017".

Anies dan sandi menjadi Gubernur Jakarta setelah memenangkan pemilihan kepala daerah 2017 pada putarn kedua, Anies mengungguli pasangan dari Ahok Djarot dengan sekor 57,95% sedangkan Ahok Djarot hanya mendapatkan 43, 05%.

Dalam isi Pidatonya Anies ini menggunakan kata atau istilah pribumi sedangkan istilah pribumi itu sudah tidak layak dipakai (intruksi presiden B.J Habibie no.26 tahun 1998), sehingga Penyebutan kata pribumi ini menjadi kontroversi publik.

Namun tanggapan dari anies soal kata pribumi tersebut konteknya adalah pada masa kolonial atau masa era penjajahan. Dia tidak bermaksud menyinggung atau hal yang lain (buruk). Balai kota, selasa (17/102017).

Tanggapan dari salah satu pengurus mesjid Al-Muhajirin komplek permatabiru Bpk R.Agus Ramdani menyatakan dalam islam semua kalangan harus di hormati (pribumi non pribumi), Namun jika sudah masuk kesebuah kenegaraan dalam pemerintahan soeharto ada istilah WNA dan WNI dan yang menjadi perbedan hanya dalam hal agama. Ketika mempermasahkan Pidato dari Anies Baswedan mungkin bisa jadi adanya kesalahan ucapan yang tidak disadari beliau karena pak Anies itu orangnya selalu merangkul semua kalangan, Minggu (21/10/2017).

Reporter: Yani Siti Sakiyah,KPI/3D

Kurangnya Warga Dalam Melaksanakan Pengajian Di Masjid Jami Al-Hikmah


Seiring dengan perkembangannya jaman di Era-Modern sekarang,kurangnya juga warga muslim dalam melaksanakan rutinitas pengajian yang selalu dilaksanakan di masjid-masjid terdekat. Karena kesibukkan masing-masing dalam pekerjaannya atau pun dalam hal lainnya.

Hal inilah yang sangat dicemaskan oleh ketua DKM Masjid Al-Hikmah karena seiring perkembangannya jaman sekarang. Warga sekitar sedikit sekali dalam melaksanakannya pengajian yang sering dilakukan pada setelah ashar yang dilaksanakan di Masjid Jami Al-hikmah. 

"Saat ditelusuri oleh saya,banyaknya warga yang mengikuti pengajian di masjid ini kebanyakkannya bukan dari warga sekitar. Malahan kebanyakannya dari ciamis,kopo,buah batu dll. Menurut saya itu sangat disayangkan sekali,mengapa di sekitaran daerah sendiri masih sedikit dalam minat untuk mengikuti pengajian rutinnya. Padahal saya selalu mengingatkan kepada warga sekitar agar selalu mengikuti pengajian yang slalu diadakan pada sore harinya."Ujar Hj.Yadi , jumat(27/10/2017)

Mungkin bagi saya pula itu semua tidak bisa di pungkiri. Karena hal seperti itu harus ada kemauan dari diri masing-masing bila ingin mengikuti rutinitas pengajian.

Reporter : Fitriani Rahmawati KPI/3B

Ustadz Ade : Pribumi Belum Ada Yang Benar dan Siap


Dakwahpos.com, Bandung- Mungkin Pribumi belum ada yang benar dan siap untuk memimpin. Jika yang memimpin Ibukota Jakarta adalah non-pribumi tidaklah menjadi masalah jika tetap dapat memajukan indonesia. Dan dapat dikatakan makna dari pidato Anies Baswedan adalah jika pribumi belum ada yang benar. Selasa,(24/10/2017)

dan siap memimpin jadi ialah yang akan memimpin indonesia."Pak Anies tidak sepenuhnya salah, pro dan kontra yang diterimanya mungkin karena ketidak cocokan kita dalam memahami arti yang sama." Ujar Ade, ustadz Masjid Al-Hasan II.  Dalam mengelola dan menjadi pemimpin tidaklah mudah dan sesempurna itu. Dan harapan-harapan selanjutnya kepemimpinan mungkin dapat ditekankan adalah orang Pribumi yang siap dan hebat, tambahnya.

Masalah pro dan kontra dalam kepemimpinan haruslah siap diterima oleh seorang pemimpin. Tak hanya di tengah-tengah jabatan, namun saat awal jabatan dari kepemimpinan bisa saja menjadi cobaan dari seorang pemimpin. Selain untuk memiliki dedikasi yang tinggi dan tanggung jawab yang besar, seorang pemimpin harus tegas dan pawai dalam menjalankan amanah yang diembannya.

Selama kepemimpinan dapat berdampak baik dari apa yang dipimpinnya, tidak peduli dari mana ia dan siapa ia, namun bagaimana ia dapat menjadi tokoh yang baik sebagai seorang pemimpin rakyat. Dan bagaimana ia dapat menggerakkan sisi yang curam dan buruk keatas sisi yang baik dalam suatu strategi kepemimpinan yang unggul.

Reporter : Malikhatul Farida KPI/3C

K.H Hafidz Muslich : 5 Ciri orang Yang Dirindukan Surga


Dakwahpos.com, Bandung- Pada pengajian Jumat 20 Oktober 2017 yang lalu, bertempat di Masjid Jami Al-Hikmah, K.H Hafidz Muslich M.Ag menjelaskan soal 5 ciri orang yang dirindukan surga, diberi ampunan oleh Allah, dan diselamatkan dari api neraka. Sebagai umat muslim yang beriman, kita haruslah memiliki 5 ciri tersebut.

Perilaku umat muslim haruslah terpuji dan tidak tercela, ini disebutkan pada Surat Al-Hujurat ayat 7 yang menjelaskan tentang perilaku yang harus mencintai iman, menjadikan iman tersebut sesuatu yang indah didalam hati, dan membenci kekafiran kefasikan dan kedurhakaan.

"Orang tidak akan berbuat hal yang tercela saat ia sedang beriman". Ujar K.H Hafidz Muslich.

Ciri orang yang dirindukan surga adalah, pertama orang yang sabar, sabar dalam menjalani hidup dan melewati ujian yang diberikan oleh Allah. Kedua adalah orang yang taat, taat dalam beribadah juga taat pada perintah Allah dan meninggalkan larangannya.

Ketiga adalah orang yang jujur, yang benar dan tidak ingkar. Keempat adalah orang yang dermawan, selalu berinfaq walau sedikit jumlah nya tetapi selalu konsisten.

Kelima adalah orang yang selalu istigfar saat sahur, istigfar saat sahur disini adalah setelah shalat tahajud, seperti dalam salahsatu riwayat hadits  rasullulah saw, beliau istigfar setelah tahajud sebanyak 70-100 kali.

Diakhir, penceramah tak lupa mengajak untuk selalu berdoa kepada Allah, seakan-akan kita sedang melihat Allah. Mencintai iman, memancarkan iman dalam perilaku, dan membenci perbuatan ingkar melanggar ketetapan Allah.

Reporter : Muhammad Gilang Ramadhan KPI 3 C

Makna Dibalik Ungkapan “Pribumi” Anies Baswedan



Dakwahpos.com, Bandung- Mengenai polemik dari pidato yang terpilih menjadi Gubernur Jakarta 2017-2022 Bapak Anies Baswedan. pidato yang disampaikan menjadi perbincangan oleh banyak orang dikarenakan pengaruh menyinggungnya kata "pribumi".

Ustadz Cecep menanggapi tanggapannya tentang polemik yang terjadi, beliau memberikan pendapatnya  Menurutnya kita bisa tangkap beberapa makna, apabila secara bahasa Bapak Anies Baswedan tidak bertolak belakang dengan makna sebenarnya, beliau mengatakan bahwasanya dizaman kolonialisme yang merasakan penjajahan dekat yaitu orang-orang Jakarta, secara pengaruh dari obrolan Bapak Anies itu tidak ada menyingung mengenai masalah etnis ataupun kepada siapa beliau menyatakan pribumi.

"Pribumi artinya penghuni asli tempat orang yang bersangkutan misalkan orang tersebut asli penduduk sana, dikatakan pribumi dalam konteks memasukkan etnis bagi orang-orang ekstrim kiri yang mungkin kemarin mendukung salah satu paswonnya yang gagal dan menjadikan polemik yang sangat besar, padahal masalah ini sangat simple",ujar Cecep

Apabila kita telaah jadi pribumi dan non pribumi memang secara bahasa ini sudah tidak diperbolehkan menurut inpres atau instruksi presiden no 26 tahun 1998 oleh Presiden B.J Habibie, akan tetapi mengapa orang-orang ramai membicarakan pribumi dan non pribumi sementara yang Bapak Anies katakan itu hanyalah konteks tersirat.

"Mungkin yang lebih tahu makna  sesungguhnya dari pada pribumi itu hanya Bapak Anies sendiri, kita bisa menangkap dari pernyataan yang diutarakan oleh Bapak Anies Baswedan bahwa yang tersirat bagi ekstrim kiri makna yang tersiratnya adalah kita harus merdeka dari penjajahan etnis jadi seolah-olah Pak Anies itu tidak layak memasukkan kata pribumi dan non pribumi itu."ujar Cecep

Sesungguhnya yang disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan pada pidatonya hanya menyiratkan ketika zaman dahulu secara kolonialis, karena melihat langsung orang Belanda itu bertatap muka langsung dan berbeda dengan kota-kota lain.

Reporter: Nur Fauziah Sugianingrum, Mahasiswa UIN SGD Bandung

Ibu Hj Karlina : Indahnya Keutamaan Bersedekah di Jalan Allah


.Oleh : Nur Fauziah Sugianingrum


Dakwahpos.com, Bandung- DKM At-Tarbiyah adakan program pengajian rutinan salah satu yang mengisinya Ibu Hj Karlina. Masjid ini yang berlokasi di Jl. Desa Cipadung RT 03/06 kec. Cibiru.

"Bersedekah merupakan salah satu perintah yang Allah berikan kepada umatnya, dalam Al-quran dikatakan "Ambilah harta yang telah Allah berikan kepadamu dan keluarkanlah sebagian hartamu dengan bersedekah"", ujar Hj Karlina, penceramah pengajian, Sabtu (21/10/21017).

Tema kajian ini sangat menarik untuk diterapkan bagi kehidupan sehari-hari,  karena banyak keuntungan yang akan kita peroleh jika kita melaksanakan perintah yang Allah berikan.

"Ada beberapa keutamaan bersedekah di jalan Allah yaitu selalu menjadi manfaat bagi dirinya dan orang lain, jauh dari malapetaka dan penyakit, menggembirakan orang mukmin, dimudahkan jalan ke surga Allah, meningkatkan derajat surga yang ia tinggali, dan membuat turun ampunan Allah. Maka dari itu manfaatkan sisa hidup dengan bersedekah walaupun sedikit". Kata Hj Karlina.

Ibu-ibu pengajian rutinan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 memberikan respon baik terhadap penceramah yang disampaikan oleh Ibu Hj Karlina yang telah menyampaikan materi yang sangat mudah dimengerti.

Mahasiswa UIN SGD Bandung


Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Buang Sampah Sembarang


Oleh: Neng Sriyanti Jamilah

Sampah adalah salah satu permasalahan terbesar yang ada di negara kita ini. Sampah bertebaran dimana-mana, mulai di jalan, sungai, taman, bahkan di dalam rumah pun kita sering mendapati sampah yang berserakan. Sampah ini biasanya berasal dari pembuangan limbah rumah tangga dan limbah pabrik. 

Kebiasaan buruk membuang sampah sembarang sepertinya memang sulit untuk dihilangkan, apalagi perilaku tersebut merupakan perilaku yang turun menurun(Berikan penjelasan). Perilaku tersebut memang benar-benar menjengkelkan (berikan argumen) dan akan menimbulkan banjir ketika musim hujan tiba.(berikan penjelasan)

Sebenarnya, ada banyak cara untuk mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan tersebut. Namun, kurangnya kesadaran diri dari masyarakat Indonesialah yang membuat perilaku buruk tersebut seakan akan mendarah daging.

Menurut penulis, ada beberapa cara untuk menghilangkan perilaku buang sampah sembarang, atau setidaknya mengurangi perilaku tersebut.

Pertama, jika bepergian yang akan membawa makanan atau minuman, pakailah tempat yang bisa dipakai lagi kembali. Misalnya, pakai tempat makan dan botol minum, jangan memakai pelastik untuk membungkus makanan atau minuman tersebut. Namun, jika terpaksa  memakai pelastik, kumpulkan sampah dan jangan dibuang begitu saja. 

Kedua, sediakan tempat sampah di dalam kendaraan pribadi agar lebih mudah membuang sampah jika kita sedang berada di perjalanan. Tidak menutup kemungkinan, masih banyak orang-orang yang membuang sampah sembarangan di jalanan, dan itu akan membuat jalanan menjadi kotor.

Ketiga, tempat sampah dijadikan sarana untuk berkreasi. Maksudnya, tempat sampah dijadikan semenarik mungkin agar sejak dini, anak-anak mulai dibiasakan buang sampah pada tempatnya. Jika dibiasakan, maka akan hilang perilaku buruk buang sampah sembarangan.

Keempat, jika ada suatu tempat yang selalu dijadikan "tempat pengumpulan sampah". buatlah slogan-slogan "menarik" yang di tempel atau di pasang di tempat itu yang ditukkan kepada para pembuang sampah sembarang. Misalnya, "Yang Buang Sampah di Sini Gila", "Yang Buang Sampah di Sini Jomblo Seumur Hidup", dan lain sebagainya. Ini bertujuan untuk mengancam dan agar para pelaku tersebut tidak membuang di tempat tersebut lagi. Namun tetaplah ingat, kata-katanya jangan terlalu ekstrim.

Terakhir, jika sudah terjadi pembuangan sampah sembarang, dan sampah ada dimana-mana, ada banyak cara untuk menanggulanginya dengan melakukan empat R. Pertama, replace (mengganti), yaitu mengganti barang-barang yang tidak tahan lama dan bisa menghasilkan sedikit sampah. Kedua, reuse (memakai kembali), yaitu memanfaatkan kembali barang-barang yang telah terpakai. Ketiga, reduce (mengurangi), yaitu dengan mengurangi pemakaian barang agar sampah yang dihasilkan akan berkurang juga. Keempat, recycle (mendaur ulang), yaitu mengolah sampah menadi barang baru yang bermanfaat.

Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung
 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio