x
BREAKING NEWS

Info Masjid

Islam Nasional

Info Kampus

Islam Internasional

Info Bandung

Kolom

Jumat, 30 November 2018

H. Sukriyadi Sambas : “ Penyakit Rohani Sebabkan Kekufuran Manusia”


Dakwahpos.com, Bandung- Penyakit Rohani sebabkan kekufuran manusia(11/11/2018). Pembahasan kajian ini bertepatan di Masjid As-Siraj, Cipadung, Bandung. Pembahasan kajian dilakukan pada pukul 09.00 WIB sampai selesai. Dipimpin oleh Ust. Sukriyadi Sambas salah satu dosen ternama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam kajian yang bertemakan" Penyakit Ruhani sebakan kekufuran manusia" dijelaskan bahwa Penyakit Ruhani ataupun penyakit hati ada dua macam. Pertama Penyakit Syahwat dan Penyakit Syubhat. Kedua penyait tersebut sudah termaktub dalam AlQuran. Sesuai dengan ayat Al quran Qs. Al-Ahzahb ayat 32 yang, artinya:

"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32). Makna ini yang disebut penyakit syahwat. Penyakit oleh mata dan pandangan. 

"Penyebab bertambah sakitnya  insan manusia bukan berasal dari material teapi dari immaterial kehidupan" Tegas H. Sukriyadi Sambas. Ini terkait dengan hubungan rohani. Imaterial sangat terkait dengan kehidupan rohani. 

Kesadaran akan hal ini perlu ditumbuhkan dalam masyarakat. Satu diantaranya yaitu dengan memberi makan hati. Caranya dengan istighfar. Bertawassul dengan Allah SWT. 

Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan..


Ustadz Ujang : Nabi Muhammad Diutus Menyempurnakan Akhlak

Dakwahpos.com, Bandung- Pengajian Majelis Ta'lim merupakan kegiatan rutinan ibu-ibu di masjid Al-Barkah yang berlokasi di Jln. Jati Kaler Rw 07 kelurahan Pasir Biru, Cipadung, Cibiru-Kota Bandung. Pengajian rutinan ini dilaksanakan setiap selasa sore pukul 15.00-17.00.
Ujang merupakan seorang penceramah yang biasa menjadi pengisi materi di masjid Al-Barkah ini. 

"kali ini saya akan menjelaskan tentang Sasaran Akhlak" kata Ujang, Selasa (6/11/2018).
Akhlak mempunyai makna yang luas yang dapat mencakup lahiriyah dan bathiniyah. Akhlak menurut pandangan Islam mencakup berbagai aspek, dapat mencakup akhlak terhadap Allah dan terhadap sesama makhluk seperti manusia dan lingkungan.
Akhlak terhadap Allah Swt.
Akhlak terhadap sesama manusia
Akhlak terhadap lingkungan
Oleh karena itu manusia harus mengusahakan keselarasan dengan alam. Keduanya tunduk kepada Allah, sehingga mereka harus bersahabat. Al-Qur'an mengharuskan setiap orang mukmin untuk meneladani Nabi Muhammad Saw. yang diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, sebagaimana hadits riwayat at-Tirmidzi dari Abu Darda yang menjelaskan bahwa beliau bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat, melebihi akhlak yang luhur."

"Saya berharap, setelah saya menjelaskan materi ini, membuat kita semua sadar bahwa akhlak itu sangat penting dimiliki oleh setiap manusia." Ungkapnya.

Reporter: Selia Pipit Suherna, KPI/3D

Jamaah Masjid Jami Al-Barokah Antusias Ikuti Pengajian Yasin


Dakwahpos, Bandung-Sudah menjadi jadwal rutin di Masjid Jami Al-Barokah setiap malam Jumat selalu mengadakan pengajian ceramah agama dan membaca yasin. Pengajian tersebut ditujukan untuk seluruh warga di daerah Gudang Sikat, Cibiru.  Namun semakin bertambahnya waktu, beberapa jamaah pengajian mulai menunjukkan sikap lebih tertarik terhadap pengajian yasin.

"Karena sudah terbiasa kalau malam Jumat hanya pengajian yasinan saja, maka saat ada penceramah yang hanya menyampaikan materi tidak lama, yaitu 10-15 menit. Suara jamaah malah lebih keras dibanding penceramah", begitu tutur Pak Anwarudin  Kamis (8/11/2018). Tidak heran jika saat DKM menyampaikan ceramah agama, jamaah pengajian Masjid Jami Al-Barokah ada yang tidur, terutama jamaah ibu-ibu sibuk membagikan kue-kue kepada para jamaah yang datang.

Akan tetapi dengan sikap jamaah pengajian yang seperti itu, tidak serta merta membuat DKM Jami Al-Barokah menyerah. Ketua DKM berusaha mengerahkan remaja masjid untuk kembali meningkatkan ketertarikan jamaah pengajian terhadap ceramah agama. Namun, tetap saja usaha tersebut tidak digubris oleh sebagian jamaah pengajian.

Jamaah yang rutin mengaji di Masjid Jami Al-Barokah, semuanya memiliki respon yang berbeda. Sehingga tidak semua jamaah responnya menolak, tapi masih ada yang menanggapinya dengan sikap khusyuk mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulut penceramah. "Satu ayat atau satu hadits, saat ada yang mengena pada diam dan ngedengerin. Tapi kalau ga cocok materinya, suka ribut", ucap Pak Anwarudin Ketua DKM Jami Al-Barokah.

Padahal oleh Ketua DKM Jami Al-Barokah jamaah pengajian seringkali diterangkan bahwa kalau pun punya sedikit ilmu harus disampaikan. Namun jamaah tetap saja mengelak, mereka berdalih bahwa ceramah agama itu sudah ada setiap hari Senin, saat pengajian ibu-ibu.

Reporter: Nabila Hekar Safitri KPI/3C

Ustadz Wawan : Sabar adalah Pilar Kebahagiaan


Dakwahpos.com, Bandung – Pengajian rutin ibu-ibu masjid al-ijtihad diadakan setiap jum'at sore. Pada Jum'at (09/11/2018) yang mengisi ceramah adalah Ust. Wawan, beliau mengangkat tema tentang sabar.

Sabar adalah salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang mukmin. Sabar menjadi sifat yang tidak bisa dipisahkan dari syukur. Dalam agama islam sabar menjadi barometer sedalam apa keyakinan seseorang terhadap Allah SWT. 

"Pilar kebahagiaan seorang hamba adalah sabar, karena dengan kesabaran sesorang akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan." Ujar Wawan, Jum'at (09/11/2018)

Ketika seseorang sanggup untuk bersabar, niscaya orang tersebut akan terjaga dari segala macam kemaksiatan yang akan menghancurkan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat kelak.

"Kesabaran yang sebenarnya adalah kemampuan dalam mengendalikan sikap, sehingga bisa dengan ikhlas dan rela hati menerima kondisi yang sedang dihadapinya demi mendapat balasan yang baik di akhirat." Ujar Wawan, Jum'at (09/11/2018)

Sabar merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam Al-Qur'an maupun hadits, sehingga manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalan kehidupannya. Salah satu ayat Al-Qur'an yang disebutkan oleh Ust. Wawan yaitu

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Q.S Al-Baqarah:153)



Reporter: Retno Fauziah Umami, KPI/3D

Ace Aminudin : Yasin dan Istighasah sebagai Amalan Malam Jum'at


Dakwahpos.com, Bandung - "Hari terbaik di mana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat". (H.R Abu Hurairah)

Kamis, 8/11/2018, jamaah dan warga sekitar Desa Cinunuk menempati masjid Miftahussurur. Seusai shalat maghrib berjamaah dan wirid para jamaah membaca surah Yasin bersama-sama. Dengan dipimpin oleh seorang Ustadz, jamaah antusias dan khidmat dalam mengamalkan kalimah Istighasah dan melantunkan surah Yasin. 

Selain membaca surah Yasin, para jamaah pun diberi sedikit masukan dalam membaca Qur'an. "Supaya lebih mantap dalam membacanya" Ungkap DKM Miftahussurur Ace Aminudin (70). 

Disamping itu, ada penyampaian hikmah dari membaca surah Yasin pada malam Jum'at. "Siapa yang membaca  Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah maka diampuni dosa-dosanya."(HR. At Thabrani dan Al-Bayhaqi, dari Abu Hurairah RA).
"Cuma memberikan masukan saja, inspirasi, hikmah dari bacaan, dan masukan supaya lebih mantap dalam membacanya ". Jelas  Ace Aminudin selaku DKM Miftahussurur. Masjid Miftahussurur pun akan mengadakan Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi pada hari Selasa 20/11/2018 yang akan datang. 

Setiap malam, jamaah ibu-ibu disibukkan dengan latihan. "Jadi, kalau ada ibu-ibu, siapa yang mau untuk merayakan Maulid, itu sedang dilatih". Pungkas Ace Aminudin. Perayaan Maulid Nabi akan diisi dengan membaca shalawat dan barzanji. 


Reporter : Widya Nur Erviana / KPI 3D 

Ustadz Ajun Hidayat: Sedekah Pangkal Kaya

Dakwahpos.com - Bandung, Ustadz Ajun Hidayat "pangkal kaya didalam islam adalah sedekah bukan menabung, jika kita bersedekah maka allah akan menggatikannya 700 kali lipat untuk kita." Sedekah adalah memberikan beberapa harta benda untuk orang yang lebih membutuhkan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah. (10/11/2018)
"Perumpamaan orang yang menginfakkan harta merka di jalan Allah seperti sebiji tanaman yang tumbuh darinya tujuh tangkai dan setiap tangkai menghasilkan buah dan semua yang melipat gandakan untuk siap yang ia inginkan, Allah Mahalapang Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 261)
Kekayaan tidak ada arti tanpa adanya keberkahan, dengan adanya keberkatan harta yang sedikit akan di rasa seolah-olah banyak dan mencukupi. negatif tanpa keberagamanan akan sensasi sempit dan susah meskipun banyak harta.
 "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki atau perempuan dan meminjamkan untuk semua orang yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (ganjaran) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak" (QS Al-Hadid: 18)
Sedekah mengundang datangnya rezeki jangan menunggu jika ingin bersedekah karena bersedekah tidak akan menjadikan seseorang miskin, tapi sebaliknya. sedekah bisa melipat gandakan harga dan pahala dari Allah SWT.
Reporter: Yenni Afrilia / KPI 3-D

Ustadz Fatih Karim: Islam itu harus totalitas dengan Al Amal bi Tanzil.


Dakwahpos, Bandung- Kajian rutin masjid Al-Hikmah, Cinambo, Bandung kali ini mengangkat tema "Manusia Setengah Hijrah" yang diisi oleh Ustadz Fatih Karim. Ustadz fatih Karim memaparkan manusia setengah hijrah yang hidup tidak disertai totalitas untuk agamanya. Manusia setengah-setengah ini dimaksud dengan manusia yang seringkali menjalankan perintah Allah setengah-setengah dan ragu tak menjalankan semua perintah Allah.

"Tak ada balasan yang maksimal dengan usaha yang minimal" Ujar Ustadz Fatih karim, Rabu (7/10/18). Hijrah tak hanya merubah penampilan menjadi lebih islam dibanding sebelumnya. Namun, hijrah senantiasa menjalankan perintah Allah semaksimal mungkin tanpa nanti dan menjauhi larangan Allah tanpa tapi.

Dalam materi yang disampaikan, beliau pun menambahkan materi ciri-ciri orang yang hijrah dan bertawa kepada Allah. Ciri-ciri yang disampaikan ada 3, yaitu: 1. Takwa kepada Allah (senantiasa mengabdikan diri pada Allah), 2. Arido bil Qolil (ridho dengan yang sedikit/bersyukur dengan yang sedikit, maka Allah akan tambahkan), 3. Al Amal bi Tanzil (mengamalkan yang Allah perintahkan/beritakan).

Diantara 3 ciri itu, ciri Al amal bi Tanzil yang sebenarnya gampang-gampang susah untuk kita lakukan rutin dan setiap hari. Misalnya sholat, kita mengetahui bahwa Allah memerintahkan sholat lima waktu dalam sehari. Namun tak jarang kita mengabaikan perintah Allah dan tak jarang kita mengabaikannya begitu saja.

Dalam keadaan hijrah tentunya iman dan takwa kita terhadap Allah harus lebih meningkat dari sebelumnya. Terutama sholat yang biasanya dilakukan tidak hingga full dari subuh hingga isya harus dilakukan sesuai perintah Allah lima kali sehari dan tentunya kekhusuan yang dihadirkan dalam sholat harus lebih baik dan lebih ditingkatkan/dioptimalkan setiap harinya.

"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.." Surat Al-Asr 103: 2-3.

Reporter: Yunita Rosdianti KPI/3D

Senin, 05 November 2018

Edy Supardi, Sang Pendakwah

Laki-laki paruh baya yang bernama Edy Supardi, ia adalah lelaki yang sudah berusia 44 tahun, lahir pada 18 Juli 1974, Bandung. Dia adalah sosok yang sangat di kagumi di kalangan masyarakat di daerah Cibiru, Kota Bandung. Edy Supardi pernah menempuh pendidikan di MTS Kifayatul Akhyar, Kota Bandung, bahkan pernah mengikuti pondok pesantren di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat yang bernama pondok pesantren Surya laya.

Betapa tidak, Edy Supardi adalah salah satu tokoh laki-laki Jawa Barat yang mampu memberikan masukan-masukan tentang keagamaan di salah satu Kota Bandung. Ia pernah mengikuti perlombaan MTQ, Adzan di berbagai tingkat di daerah Kota Bandung.Berbagai penghargaan sudah banyak di dapat belia dari tingkat yang masih dasar hingga tingkat selanjutnya, sejak ia masih muda.

Bukan hanya itu, Lelaki asli kelahiran Kota Bandung ini juga merupakan ketua DKM Ar-Rahmat di daerah Cibiru. Sewaktu Rektor UIN Sunan Gunung Djati mengadakan pertemuan pada tahun 2016, dengan seluruh DKM yang ada di daerah Cibiru dan Panyilekan, Edy Supardi menjadi salah satu yang hadir pada acara pertemuan tersebut. Ia juga sabagai seorang yang aktif dalam membina dan menasihati para mahasiswa di Kota Bandung, khususnya mahasiswa dan mahasiswi Uin Sunan Gunung Djati Bandung.

Keseharian Edy Supardi adalah berwirausaha serta mengajarkan ilmu-ilmu keislaman. Ia bukan hanya sebagai wirausaha tetapi aktif juga sebagai pendakwa di tengah-tengah tantangan zaman yang makin parah pada saat ini. Edy Supardi sering memberikan tausiyah keislaman di pengajian rutinan bapak-bapak di daerah borma, masjid-masjid dan juga di pengajian lainnya.

Edy Supardy sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Anak pertama laki-laki yang sekarang sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, jurusan ilmu tasawuf di Darussalam, Garut. Sedangkan anak keduanya masih duduk di kelas 6 SD di SD Kifayatul Akhyar, Kota Bandung. Ia sangat menginginkan kelak kedua anaknya bisa bermanfaat di masyarakat luas nantinya.
Pertama kali berdakwah Edy Supardy, sudah dari usia belia ketika duduk di bangku MTS, dia sering mengisi kegiatan-kegiatan keislaman baik ceramah maupun lainnya hingga saat ini. Ia sangat berharap bisa pergi memenuhi undangan Allah swt, ke tanah suci yaitu naik haji ke Mekkah al mukarramah, tetapi keadaan yang begitu kurang mendung, ditambah lagi biaya untuk keperluar sekolah anak. 
Tapi Edy Supardy, yakin bahwa itu semua ada saatnya nanti, bisa jadi ketika anaknya lulus sekolah dan mempunyai perkerjaan, anaknya mampu memberangkatkan orangtuanya ke Mekkah, begitulah yang di harapkan dari seorang sosok yang bernama Edy Supardi. Manusia memang tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah swt.

Pak Unang Imam Masjid Miftahul Sya'adah

Dakwahpos.com, Bandung- Pak Unang adalah sapaan khas oleh warga sekitar Masjid Miftahul Sya'adah nama asli Beliau adalah Unang Rohman. Beliau adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Pria kelahiran Sukabumi, 15 November 1975, bekerja sebagai guru SD di SD Pelita 01 Bandung. Beliau adalah lulusan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, fakultas Tarbiyah dengan di program study Pendidikan Agama Islam.

Beliau berstatus sudah menikah, dan dianugerahi tiga orang anak. Dimana salah satu anaknya sudah menginjak bangku kelas tiga SD. Dan dua anak lainnya masih kecil-kecil sehingga belum menginjakan kakinya di bangku sekolah.

Kegiatan sehari-hari beliau adalah mengajar sebagai guru SD namun selain menjadi guru SD beliau juga menjadi imam di Masjid Miftahul Sya'adah. Meskipun Beliau sibuk dengan mengajar murid-muridnya, Ia masih tetap meluangkan waktu untuk menjadi Imam sholat di Masjid Miftahul Sya'adah. Memang tidak mudah menjadi Imam di sebuah Masjid  dengan kesibukan sebagai seorang guru.

"aya rencana kapayuna bakal merehap masjid di sebelah payun amun aya danana" ungkap Bpk Unang.

Meskipun tidak mudah menjalaninya Beliau tetap terus berusaha untuk selalu bisa menjalankannya. Diusianya yang ke 43 tahun beliau selalu menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya baik untuk melakukan kewajibannya sebagai guru dan kewajibannya sebagai seorang Imam Masjid. Beliau tidak ingin ketinggalan bekal dalam berburu amal untuk bekal di akhirat kelak. Beliau selalu menjalani hari penuh dengan ikhlas.

Beliau juga sudah pernah mendapatkan beberapa penghargaan salah satunya adalah penghargaan tentang kurikulum 2013, atau yang biasa disingkat sebagai K13. Beliau aktif didalam kegiatan-kegiatan di Masjid Miftahul Sya'adah. Beliau selalu ambil bagian dalam kegiatan memperingati hari-hari besar Islam seperti satu syawal, bulan Ramadhan, Idhul Adha dan lain sebagainya. Jika di Masjid Miftahul Sya'adah mengadakan perbaikan Masjid atau bersih-bersih Beliau tidak sungkan dalam membantu entah itu tenaga ataupun material.

Djaenudin Syamsuri, Sang Pencetus Ide Pembangunan Masjid Al-Muhajirin

Pembangunan adalah upaya yang perlu dilakukan seseorang disuatu tempat untuk menciptkan sebuah lingkungan menjadi lebih tertata sehingga individu yang tinggal didalamnya bisa menikmati lingkungan tersebut. Dengan maraknya pembangunan di suatu tempat maka secara tidak langsung frame yang positif melekat padanya.

Sadar mengenai pentingnya pembangunan, Djaenudin Syamsuri Alumni Sarjana Muda IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Strata Satu Unisba mulai mencanangkan ide pembangunan terhadap Masjid Al-Muhajirin Cipadung. 

Bermodalkan pengetahuan dan pengalamannya menjadi Ketua DKM Masjid Ash-Shalihin Lengkong Bandung selama 20 tahun, Djaenudin ajukan gagasannya kepada masyarakat Cipadung RT 4/RW 4 guna mendapatkan persutujuan dari masyarakat. Hingga akhirnya gagasannya mengenai pembangunan masjid direspon baik oleh masyarakat.

Tidak hanya berhenti dengan memberikan gagasan, Djaenudin pun mulai melakukan perencanaan tahap awal pembangunan sedemikian rupa meski dengan modal yang terhitung sangat pas-pasan. Namun, minimnya modal tidak mengurangi semangat pria yang pernah menjadi Ketua Senat Fakultas Ushuluddin ini dalam upaya membangun dan melakukan pembaharuan-pembaharuan di Masjid Al-Muhajirin.

Relasi yang Djaenudin bangun selama aktif di PUI Kota Madya, NU Kota Madya, dan MUI Kecamatan sedikit membantunya dalam proses pembangunan Masjid Al-Muhajirin. Konsep pemanfaatan swadaya masyarakat (dari masyarakat, dengan masyarakat, dan untuk masyarakat) ia terapkan dalam proses pembangunan Masjid Al-Muhajirin. Hingga akhirnya pada bulan Oktober tahun 2018, pembangunan Masjid Al-Muhajirin sudah mencapai 70% dan ini merupakan sebuah proses yang cepat jika dilihat dari modal yang sangat minim.

Reporter: Ahmad Rifa'I Yusuf N KPI/3A

Tajul Arifin : Tidak Ada Diskriminasi Usia dalam Belajar Al-Quran

Dakwahpos.com, Bandung - Dengan kemeja koko panjang khasnya yang menyentuh hingga lutut, Ustaz Tajul Arifin duduk di barisan tengah depan, dengan beberapa jamaah membentuk setengah lingkaran menghadapnya. Satu rutinitasnya tiap usai memimpin jamaah shalat Isya, ia menjadi pengajar dalam majelis ilmu yang sering ia sebut tahsin. 

Meski sibuk dengan rutinitas sebagai tenaga pengajar di UIN Bandung, pria kelahiran Garut 54 tahun silam tersebut cukup aktif terlihat di Masjid Nurul Amal, Babakan Dangdeur untuk memberikan pengajaran saat tahsin. Bukan hanya sebagai ustaz pengajar, ia juga didapuk untuk menjadi ketu DKM masjid dalam beberapa tahun kebelakang. 

Meski bukan ruang belajar yang dipenuhi banyak peserta, terkadang hanya terliht delapan hingga sepuluh peserta dengan rerata ialah pria usia atas. Usia yang berbeda tetulah berbeda pula cara untuk mengajarnya, hal tersebut yang benar membuat Ustaz Tajul bekerja keras memutar otak menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan efektif terhadap orang-orang yang dia ajar. 

Ustadz yang juga merupakan guru besar fakultas Syariah dan Hukum UIN Bandung tersebut,menemukan caranya dengan melakukan metode belajar dan membaca al-Quran secara bersama-sama. Ia mengusulkannya dengan pertimbangan banyak hal, salah satunya ialah aspek psikologis dan sosiologis peserta tahsin.

"Pembacaan al-Quran itu dibaca bareg-bareng supaya menghindari terhadap orang yang merasa kurang bisa atau bagus dibandingkan dengan temannya kemudian akan minder dan berpengaruh terhadap kehadirannya di acara yg sama pada momen berikutnya." Jelasnya, Kamis (01/11/2018)

Dengan metode tersebut, ia merasa ada hasil berupa peningkatan kemampuan masyarakat juga inisiatifnya untuk makin meramaikan tahsin. Meski begitu, Ustaz lulusan Flinders University Australia tersebut berharap agar dengan tahsin mampu membantu masyarakat agar membaca al-Quran lebih baik lagi.

"Semoga bacaan al-Quran masyarakat itu semakin baik sebagaimana kaidah  dan ilmu tajwid. Juga dengan bacaan ilmu tajwid itu semoga mereka semakin semngat membaca al-quran. Implikasi dari kebiasaan membaca al-Quran untuk persiapan akhirat nanti." Harapnya. Kamis (01/11/2018)

Pengalamannya mengelola masjid terbilang cukup panjang, hal tersebut terbukti dari panjangnya periode yang ia menjabat sebagai ketua DKM Masjid Nurul Amal. Setelah dipercayai sebagai ketua sejak awal tahun 2000an, beberapa kali pergantian ketua namun tak urung ia dicalonkan kembali dan dipercayai untuk beberapa tahun belakangan bahkan beberapa tahun kedepan.



Reporter : Abdul Azis Said, KPI 3 A

Ibu Juariyah, Inspirasi Jamaah Majlis ta'lim Masjid Al-Murtadho


Dakwahpos,comBandung Di siang hari, terlihat seorang ibu tengah menggelar karpet kemudian menyalakan microphone, memanggil ibu-ibu di sekitar untuk datang ke majlis ta'lim. Ibu itu berusia 51 tahun bernama  Ibu Juariyah, yang sering di sapa dengan panggilan Ibu Maman. Kesibukannya sebagai ibu rumah tangga yang single parent juga sebagai ketua Majlis Ta'lim tidak membuatnya mengeluh. Prinsipnya yang sangat kuat membuatnya terus bertahan sebagai ketua Majlis Ta'lim di Masjid Al-Murtadho Cibiru Wetan, Bandung.

"Yaaa neng ibu diamanahkan jadi ketua majlis ta'lim ibu-ibu disini dengan segala ketidakbisaan, sekarang ibu sebagai ibu rumah tangga biasa sekaligus ayah bagi anak-anak neng. Suami ibu dipanggil oleh Allah sekirat 7 bulan yang lalu, niatkan saja hanya karna Allah, toh hidup kita di dunia ini hanya untuk berladang dan insyaAllah nanti hasilnya di akhirat kelak baik neng" Kata Ibu Juariyah di kediamannya,Cibiru Wetan kamis (31/10/18)

Walaupun ada saja yang tidak suka kepada beliau karena dijadikan ketua Majlis Ta'lim  akan tetapi, itu tidak mengurangi semangat dakwahnya, mengajak warga sekitar untuk datang ke masjid mempelajari ilmu Allah bersama-sama. Beliau pun mengakui  bahwa perjalanan hidupnya yang tidaklah mudah untuk sampai sekarang ini, yang dulu dikenal sebagai seorang ibu rumah tangga biasa yang sangat awam dari ilmu agama. Namun, sekarang beliau dikenal sebagai ibu ustadzah ketua Majlis Ta'lim.

" ada saja yang tidak suka mah neng, bukan ibu yang pengen jadi ketua majlis ta'lim, mungkin itulah ketentuan Allah melalui lisan bu RW,  kalo liat kisah Rasulullah mah ngga sebanding dengan ibu saat ini, ibu yakin bahwa Allah tidak akan memberi ujian di batas kemampuan hambanya, itumah harus yakin neng"Kata Ibu Juariyah di kediamannya,Cibiru Wetan kamis (31/10/18)

Ditemui di kediamannya di daerah Cibiru Wetan, beliau menceritakan perjalanannya dalam mengaji, bermula dari putri sulungnya yang pada saat itu tengah mengaji bersama-sama di rumah yang sederhana. Ia membenarkan bacaan ibunya ketika mengaji yang masih terbata-bata, kemudian guru dari putrinya mengajak ibu maman untuk mengaji bersama. Beliau sama sekali tak merasa tersinggung sebagai seorang ibu, malah ia merenungi dirinya sendiri untuk kembali mempelajari Al-qur'an walau posisinya sebagai seorang ibu dari 3 orang anak pada saat itu, sampai beliau mengandung anak keempat pun beliau membawa bayinya untuk pergi mengaji.

Waktu terus berputar, sampai ditengah perjalanannya beliau mengalami sakit yang luar biasa, yang menurut seorang dokter penyakitnya itu aneh sulit di prediksi apa penyebabnya. Namun, beliau tetap saja bersemangat untuk mengaji ke berbagai masjid dengan kenyakinannya. Menurutnya, mempelajari ilmu agama itu sangatlah penting sampai kapanpun, bahkan sampai nanti dipanggil oleh pemilik-Nya. Beliau pun menuturkan, hidayah itu kita sendiri yang menjemput, Allah tidak akan merubah suatu kaum kalau kaumnya sendiri tidak mau merubahnya.

"apapun sakitnya itu semua datang dari Allah kita hanya bisa berikhtiar dan sabar neng, ibu waktu itu benar-benar udah  gak kuat  sakitnya, ibu juga pernah di oprasi. Tapi, sama sekali tidak ada perubahan, tetap masih sakit, dokter pun tidak tau penyebab penyakit itu apa neng, katanya aneh. Tapi, Alhamdulillah sekarang udah tidak ada sama sekali rasa sakit itu. masa SMP, SMA ibu itu gak seperti sekarang neng, dulu ibu itu keluyuran kemana-kemari, dugem, tapi yaa gak sampe ngerokok atau yang lainnya. Ibu hanya gitulah main-main, tapi ibu tuuh di hari minggu waktu masih suka mentoring ke salman ITB neng. Yaah Alhamdulillah Allah masih terus memberi hidayah sama ibu, dan hidayh itu kita yang menjemputnya neng tentunya dengan sungguh-sungguh, karena Allah tida akan merubah suatu kaum kaulau kaum itu tidak merubahnya"Kata Ibu Juariyah di kediamannya,Cibiru Wetan kamis (31/10/18)

Sampai akhirnya, sekarang beliau dengan mudah melafalkan ayat-ayat suci Al-qur'an, sedikit demi sedikit memahami isinya untuk beliau amalkan di dalam kehidupan. Kemudian beliau di minta untuk menjadi ketua Majlis Ta'lim. Tidak sampai disana ujian masih Allah berikan, ada saja orang yang tidak suka dengan beliau dijadikan ketua majlis ta'lim, karena ia melihat bagaimana latar belakang sosok Ibu juariyah di masa mudanya. Ujian tidak hanya datang dari luar, juga datang dari warga yang kurangnya kesadaran untuk datang ke majlis, bahkan warga yang rumahnya berdekatan dengan masjid pun tidak pernah terlihat ujung hidungnya. Menurutnya, itulah ujian yang sangat berat untuk ia hadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, berbagai pendekatan sudah ia lakukan terhadap warga sekitar. Namun tetap saja, warganya masih belum ada kesadaran untuk datang ke majlis dengan berbagai alasan.

Kini, beliau sudah enam tahun menjadi ketua Majlis ta'lim dengan keadaan yang berbeda pula. Sekarang  beliau tinggal hanya dengan putra bungsunya, sang suami telah lebih dulu di panggil oleh pemilik-Nya. Saat ini beliau disibukan sebagai seorang ibu sekaligus sebagai kepala rumah tangga. Untuk memenuhi kebutuhan anak bungsunya yang masih duduk di sekalah menengah pertama, beliau rajin membuat peye juga menerima pesanan catering, juga tidak lupa ia melaksanakan amanahnya sebgai ketua Majlis Ta'lim yang rutin setiap hari senin siang. Semangat dakwahnya mengajak ibu-ibu untuk datang ke majlis ta'lim akan terus berkobar di dalam diri beliau selama Allah memberi kesempatan dan dengan penuh harapan agar warna sekitar sadar akan mempelajari ilmu agama sampai liang lahat.

Reporter: Ai yulianti KPI/3A

Renovasi Masjid manunggal Dapat Donasi Rakyat

Minggu,  14 oktober 2018 – 10.00 WIB

Renovasi masjid Manunggal Vijaya, pembangunan lantai dua. 
BANDUNG – Awal Oktober 2018 Pengurus Masjid Manunggal Vijaya memutuskan untuk merenovasi Masjid Manunggal. Berdasarkan hasil musyawarah antara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pengurus, dan masyarakat Vijaya untuk membangun lantai dua Masjid Manunggal.
DKM Manunggal, Mustafa,Lc. Menyebutkan bahwa pembangunan Masjid Manunggal perlu dilakukan renovasi agar dapat menampung jumlah jamaah yang kian bertambah. Disebabkan berkembang pesatnya Masyarakat Vijaya. 
" Selama ini jamaah yang sholat di Masjid Manunggal sampai keluar gedung utama. InshaAllah  bila kita semua bersama, bisa terwujud pembangunan yang kedua kalinya Masjid Manunggal dengan kapasitas 500 orang jamaah yang sebelumya hanya 300 jamaah." Ujar ketua DKM Manunggal ketika di wawancarai, Minggu. (14/10/2018).
Penasehat Masjid Manunggal Bandung sekaligus tokoh masyarakat setempat, Dadan Kusuana menyatakan, sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Masjid Manunggal ini membutuhkan  biaya Rp253 juta. Dikatakan, untuk mendapatkan dana sebesar itu tidak sulit bila semua memiliki kesamaan niat membesarkan masjid Manunggal. 
Mustafa,Lc. menyatakan biaya itu merupakan donasi dari masyarakat. Ada yang memberikan secara cash, ditotalkan sejumlah Rp.50 juta. Ada pula berupa mentahan seperti semen berjumlah 150 sak, kusen-kusen, juga pasir satu trek tiga colt. Dan ada yang berupa tenaga kerja. Bahkan ibu ibu pengajian majlis ta'lim menyumbangkan konsumsi setiap harinya untuk para pekerja. Sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati, tiap rumah bergilir memberikan konsumsi, dalam sehari Rp.150 ribu.
" Masjid Manunggal ini dibangun tanggal 10 September 2018. Akan selesai pembangunan dalam waktu kurang lebih 3 bulan, terprediksi pada tanggal 20 Desember 2018. inshaAllah pembangunan tahap ketiga akan dilakukan awal Agustus 2019 untuk memperluas lantai 2 yang sekarang sedang dibangun."  jelasnya.
Sehingga dalam waktu kurang lebih 3 bulan dengan dana yang sudah dikumpulkan masjid Manunggal akan segera dirampungkan. Lalu bisa kembali digunakan kegiatan ibadah dan kegiatan ta'lim secara normal.
Reporter : Ahmad Naufan Hanif (KPI 3A)  

Perluasan Bangunan Masjid At Tarbiyatul Islamiyyah

Dakwah pos, Bandung. Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah yang berada di daerah Cipadung, saat ini DKM mesjid sedang melakukan pembangunan untuk memperluas bangunan masjid ke bagian atas. masjid akan di bangun menjadi dua lantai.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah, Cipadung Bandung. Bapak Drs. Juanda sedang mengupayakan pembangunan ini agar bisa terus berjalan.   " jadi pembangunan ini awalnya tidak akan saya lakukan, karna saat ini DKM sedang tidak memiliki banyak dana yang cukup untuk pembangunan." Ujar Juanda. Jum'at (02/11/2018).

Karna banyak nya pertimbangan dari pihak DKM, namun ternyata ada seorang warga yang memang menganjurkan kepada pengurus DKM untuk terus melanjutkan pembangunan. " jadi gini disini ada bapak H.Kayat, yang sudah cukup berumur dan beliau yang menyuruh saya melanjutkan pembangunan ke atas. Dan dia yang memberi banyak bantuan terhadap pembangunan mulai dari dana, besi dan bahan-bahan bangunan lainnya." Ujar Juanda. Jum'at (02/11/2018).

Saat ini pembangunan masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah ini sudah menghabiskan dana sampai 100 juta rupiah. Dan masjid yang sudah ada sejak tahun 1986 ini hingga sekarang selalu meningkat dalam pembangunan nya menjadi lebih luas agar masyarakat sekitar puas dengan keadaan mesjid yang semakin baik.

Setelah pembangunan mesjid semakin membaik di masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah DKM berharap masyarakat sekitar akan semakin sering mengunjungi mesjid baik untuk melakukan shalat, dan pengajian rutin ibu-ibu yang dilakukan setiap hari sabtu pada jam 16.00.


Reporter : Nur Alfiah Agustina, KPI 3C

Masjid Punya Satpam Sendiri

Dakwahpos.com, Bandung - Sore itu, suasana Jalan Desa Cipadung, tepatnya di Cipadung atas terlihat ramai, kendaraan nampak berlalulalang melaju dengan kecepatan sedang. Di tepi jalan itu, berdiri sebuah plang nama bertuliskan Masjid Al-Amanah. Lokasinya di Jalan Desa Cipadung No.8A RW.08, tepatnya di seberang MAN 2 Bandung.

Sebuah pucuk masjid pun terlihat ketika mulai memasuki plang tersebut. Beberapa anak sedang bermain bola di parkiran luar masjid karena lokasinya memang lumayan luas untuk tempat parkir.

Selain anak-anak yang sedang bermain bola, terlihat bapak-bapak yang sedang menikmati sekitar. Pak Cecep namanya. Beliau mengatakan, banyak sekali yang memakirkan motornya disini, di halaman luar. Namun ada satu hal yang membuat ceritanya unik.

Meski jumlah motor lebih banyak terparkir di dalam area masjid yang tidak dijaga siapapun, namun tetap saja aman. Beda dengan tempat parkir yang berada di luar masjid yang tetap saja maling tak bisa berdiam diri dirumah.

"Ada penjaga nya sendiri kalau di masjid, wallahualam," ujar Pak Cecep, Kamis (1/11/2018).

Reporter : Rahma Dwi Abadianti, KPI/3C

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project