x
BREAKING NEWS

Info Masjid

Islam Nasional

Info Kampus

Islam Internasional

Info Bandung

Kolom

Jumat, 12 Oktober 2018

Peduli Palu, Remaja Masjid Jami Al-Hikmah Lakukan Penggalangan Dana



Dakwahpos.com, Bandung-Pada hari ahad 30 September 2018 Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Al-Hikmah melakukan penggalangan dana di sekitar pasirwangi guna membantu meringankan beban korban bencana di Palu.

Penggalangan dana yang dilakukan ini sebenarnya bukan kali pertama yang dilakukan oleh Irmas Al-Hikmah. Sebelumnya, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Lombok. Penggalangan dana ini merupakan kegiatan yang diinisiatifkan oleh Putut Gendroyono selaku Pembina Irmas Al-Hikmah.

"Yang pertama punya inisiatif itu dari Pembina kita, kangmas (Putut Gendroyono). Dan Alhamdulillah ini kali kedua kita ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Kemarin kaya bencana di Lombok itu juga Alhamdulillah kita ikut berpartisipasi," Ujar Ranti, Humas Irmas Al-Hikmah melalui whatsapp, Ahad (30/08/2018)

Penggalangan dana ini bekerjasama dengan Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Barat. Masjid Jami Al-Hikmah menjadi cabang untuk ACT di Bandung Timur.

Biasanya penggalangan dana tidak hanya dilakukan satu kali, melainkan dua atau tiga kali untuk satu bencana alam. Sehingga untuk masyarakat yang ingin menyumbangkan uang, pakaian ataupun yang lainnya dan terkendala pada hari pertama, bisa menyumbang pada hari berikutnya. 




Reporter : Iga Wahyuni KPI/3B

Ustad Wawan : Tausiyah Syukur atas Nikamat Allah

Dakwahpos.com,Bandung-Dewan Kemakmuran Masjid Dedi Junaedi bersama Ustad Wawan di Masjid Al-Istiqomah, Kp.Sindangsari Rt02/Rw21 desa Cileunyi Wetan, Selasa (09/10/2018), mengajak Ibu-Ibu dan Bapa-Bapa untuk mendengarkan ceramah syukur atas nikmat Allah.

Acara tersebut di buka oleh lantunan solawat –solawat nabi secara bersama sama bernuansa islami. Selama kurang lebih  satu setengah jam acara berlangsung, para jamaah begitu antusias dan mereka sangat mendengarkan apa yang di sampaikan Ustad Wawan .

"Sesungguhnya wajib bagi kita semua bersyukur kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan kewajiban terhadapnya, setiap muslim wajib bersyukur atas nikmat Islam yang telah diberikan Allah SWT  kepadanya," Ujar Ustad Wawan dalam penyampaian materinya, selasa (03/10/2018).

Seperti contoh jika seseorang yang tidak melaksanakan kewajibannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga, maka dia adalah orang yang tidak tahu berterima kasih. Demikian juga jika manusia tidak melaksanakan kewajibannya kepada allah, maka dia adalah manusia yang paling tidak tahu berterima kasih.

Intinya adalah alhamdulillah, pada saat kita tidur, tidur itu pertengahan hidup dan mati. Pada saat terbangun dari tidur kita harus bersyukur atas nikamat Allah yang telah memeberikan nikmat masih bisa bernafas. jadi yang penting adalah bersukur atas nikmat Allah. Pada pengajian rutin masjid AL-Istiqomah ini di hadiri 30 orang.

Reporte : Ghina Lestiana, KPI/3B

Masjid Kassiti Kurang Kontribusi Remaja

Dakwahpos.com, Bandung-Remaja disekitar masjid kassiti kurang berkontribusi akan kegiatan masjid. Masjid kassiti sementara ini di ramaikan oleh jamaah ibu-ibu dan anak-anak. Biasanya remaja di sekitar masjid hanya datang jika ada acara besar saja.

"Remaja disini jarang ada yang kemasjid. Karena kebanyakan mereka sekolah di luar kota. Juga yang sekolah dekat sini pun jadwalnya padat karena kan sekolahnya sekarang menerapkan full day" ujar Bambang selaku ketua DKM kassiti kepada dakwahpos.com kamis (04/10/2018).

Masjid kassiti belum membentuk IREMA (Ikatan Remaja Majid). Karena memang sangat sedikit remaja yang ada disekitar masjid. Dan juga karena tidak ada penggerak bagi remaja untuk berkontribusi dengan mislanya diadakannya kegiatan untuk remaja.

Remaja sekitar masjid kassiti hanya ada pada saat PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) dan bulan ramadhan saja. Sedangkn masjid butuh kontribusi remaja untuk memakmurkan masjid.

"Pas ramadhan banyak, sekarang mah ga ada. Itu pun hanya remaja putra, remaja putri hanya ada sekitar 5 orang" ujar salah satu jamaah.

Reporter : Ika/KPI/3B  

Hjh.Ela: Tahsin Qur’an Sebagai Penyempurna Ibadah

Dakwahpos.com, Bandung-  Kegiatan ba'da ashar pada rabu yang bertempatkan di masjid Nurul Iman mengadakan sebuah pengajian gabungan yang dihadiri oleh jamaah masjid Al-Muhajirin. Kegiatan pengajian gabungan yang berisikan jamaah masjid Al-Muhajirin dengan masjid lainnya. Tujuan diadakanya kegiatan gabungan ini selain untuk memperdalam ilmu agama, namun juga dapat mempererat tali silaturahmi antar jamaah. 

Pengajian kali ini bertemakan pentingnya tahsin Qur'an sebagai penyempurna ibadah. Kegiatan yang berisikan pembelajaran mengenai pengucapan lafal Alqur'an yang baik, benar dan tepat. Hjh.Ela memberikan pendapatnya mengenai hal tersebut  "saya memilih tema ini untuk diberikan kepada jamaah karena targetan utama saya agar jamaah bisa mempelajari Al-Qur'an dengan baik dan benar tidak hanya sebatas membaca saja namun lebih mengetahui benar atau tidaknya dalam pembacaanya. Dan harapan saya semoga jamaah selalu tertarik dengan pengajian-pengajian seperti ini." ujarnya, Rabu (10/10/18).  

Pengajian gabungan ini kegiatannya tidak menentu pelaksanaanya sehingga masih disayangkan banyak juga jamaah yang tidak mengikuti kegiatan ini. Namun jika dilihat dari respons jamaah yang menghadiri kegiatan tersebut mereka seperti begitu antusias mengikutinya. Seperti bagaimana menurut salah satu jamaah, Yani mengutarakan pendapatnya, "saya sangat tertarik dengan diadakannya pengajian gabungan seperti ini, selain menambah wawasan keagamaan terutama dalam pembacaan ayat suci Al-Qur'an dengan baik dan benar, dan menambah tali silaturahmi dengan jamaah lain." ungkapnya 

Kegiatan ini dilakukan oleh jamaah dengan membacakan salah satu ayat Al-Qur'an dengan mempraktikan cara pembacaannya menurut dengan apa yang mereka ketahui, kemudian dilakukannya sistem koreksi oleh jamaah lain. Tidak hanya oleh jamaah saja namun sang pemateri pun ikut dalam melakukan koreksi pembacaan ayat yang dibacakan. Kegiatan seperti ini adalah sebuah cerminan agar lebih baik lagi dan mengetahui titik kesalahan yang tidak dilakukan kembali untuk selanjutnya. 

Penyampaian mengenai bagaimana pentingnya mempelajari Tahsin Al-Qur'an wajib hukumnya. Karena bagi setiap muslim dan muslimah mesti memperhatikan benar atau tidaknya disaat membacakan ayat suci Al-Qur'an. Pembelajaran tersebut akan sangat bermanfaat dan dapat mempengaruhi kualitas ibadahnya. 

Reporter : Meitri Purwanti Putri, KPI/3B

Kemarau Berkepanjangan, Pasokan Air Masjid Jami Thariqul Huda Tetap Melimpah

Dakwahpos, Bandung- Memasuki kemarau berkepanjangan pasokan air di Masjid Jami Thariqul Huda tidak mengalami kesulitan. Hal ini dibuktikan dengan lancarnya perairan kawasan penduduk yang tinggal di sekitar masjid tersebut dan jamaah masjid yang dapat berwudhu dengan baik. 

Ketua DKM Thariqul Huda Deden Badrusalam membeberkan rahasai lancarnya perairan di Masjid Jami Thariqul Huda disebabkan oleh sistem perairan yang menggunakan tenaga jetpam.

"Kalo dampak (kemarau panjangan) buat masjid saya mah tidak ada, kalo permasalahannya adalah air. Kalo masalah air jangankan di masjid, di rumah-rumah warga juga alhamdulillah masih banyak", ujar Bapak Deden Badrusalam selaku ketua DKM Thariqul Huda itu pada hari rabu (10/10/10).

Menurutnya, yang menjadi permasalahan di Masjid Jami Thariqul Huda dan penduduk sekitar adalah debu. Pada musim kemarau yang berkepanjangan ini, debu menjadi permasalahan yang pelik khususnya di daerah Panyileukan yang terkenal akan debu jalan yang begitu tebal.

"Yang ada adalah debu, banyak yang terbang ke masjid terutama di bagian luar masjid", sambungnya.

Reporter : Hamzah Anshorulloh (KPI/3B)

Pak Ujang Yahya : "Masyarakat Perlu Bimbingan mengenai Kemakmuran Mesjid"

Dakwahpos.com. Bandung- Kurangnya kesadaran diri dari masyarakat mengenai ilmu agama serta sosial terutama di era modern ini, memengaruhi akan tingkah pola prilaku dalam menghidupkan mesjid. Hal ini menimbulkan adanya suatu permasalahan umum terutama di wilayah-wilayah terpencil dalam komunitas yang besar.

"Sebenarnya melihat perkembangan zaman tentu akan adanya sebuah perubahan baik dalam perilaku maupun pola. Dalam permasalahan kurangnya masyarakat untuk memakmurkan mesjid itu kita lihat dari besar dan kecilnya tingkat keimanannya. Karena masyarakat sudah lebih mengetahui akan pentingnya beragama walaupun ada sebagian yang masih kurang akan pemahaman tersebut. Adapun juga dari lingkungan itu sendiri bisa memengaruhi kebiasaan dalam bermasyarakat ini". Ujar Ujang Yahya, Kamis(04/10/2018).

Adapun ada perbedaan antara kegiatan masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan untuk memakmurkan mesjid itu sendiri. Baik jaman dulu maupun sekarang, seperti halnya kondisi suatu wilayah juga memengaruhi akan aktif nya masyarakat untuk memakmurkan mesjid karna jika dilihat dari jaman dulu rata mesjid di suatu wilayah itu sangat terbatas tidak seperti sekarang, dimana saat ini sangat mudah ditemui mesjid-mesjid, yang akibatnya jika mesjid itu hanya diisi oleh sebagian masyarakat hanya akan tersisa sedikit saja orang yang mau mengurus mesjid tersebut.

Adanya seorang tokoh agama dalam masyarakat menjadi suatu yang penting. Dikarnakan masih ada masyarakat yang kurang bimbingan akan ilmu agama, maka tokoh agama ini dapat membimbing masyarakat akan penting nya sebuah sosialisasi dalam agama."Memang dalam hal ini masyarakat perlu seorang atau kelompok yang dapat membina akan pegetahuan agama yang memang dari alinya. Oleh sebab itu adanya tokoh agama dapat menjadi peranan penting baik untuk memberi pengetahuan maupun membina masyarakat agar lebih paham lagi tentang seberapa pentingnya membangun dan memakmurkan mesjid". Pungkas Ujang Yahya.

Dalam membina pola prilaku masyarakat agar bisa memakmurkan mesjid memang tidak mudah, untuk itu harus ada kesadaran dari diri sendiri akan nilai-nilai yang terdapat dalam melakukan sebuah kegiatan sosial. Tentu memang peran dari pihak-pihak maupun toko- tokoh dalam masyarakat harus lebih diaktifkan kembali dengan contoh mengadakan kegiatan rutin pengajian supaya dapat membangun tingkah laku masyarakat kearah yang lebih baik.

Reporter : Hilman Fadil KPI 3/B

Tawasulan Di Masjid Ilaasiyah gunakan metode Tradisional

Dakwahpos.com, Bandung – Tawasulan di Masjid Ilaasiyah gunakan metode tradisional, metode tradisional tersebut masih digunakan di Masjid Ilaasiyah di zaman modern sekarang ini. Senin (24/10/2018).

"Sejak masjid ini lahir kami menggunakan metode tradisional tersebut dengan batu, jadi disaat  tawasulan kami menggunakan batu seperti pada zaman nabi muhammad SAW dahulu. Jadi pada saat tawasulan di mulai, kami menyiapkan sebuah air untuk jamaah yang meminta air doa tersebut." Ucap, KH. Dudu Abdussalam Pendiri masjid ilaasiyah tersebut.

KH. Dudu menambahkan bahwa tawasulan tersebut, dilaksanakan pada hari selasa setelah sholat isya berjamaah. Tawasulan ini juga di ikuti oleh semua kalangan usia. Sebelum tawasulan dimulai disiapkan air yang di doakan untuk jaamaah yang terkena penyakit.

Metode tradisional tersebut, masih di gunakan di masjid ilaasiyah ini. Karena masjid ilaasiyah tidak ingin hilangnya metode pada zaman dahulu. Metode tersebut, di gunakan oleh nabi Muhammad SAW pada zaman dahulu.

Metode batu tradisional tersebut,digunakan pada zaman dahulu untuk penggantinya tasbih. Bila di zaman sekarang lebih sering digunakan tasbih, jika zaman dahulu lebih sering menggunakan batu. Masjid ilaasiyah masih kental dengan adat atau budaya pada zaman dahulu.


Reporter : Mohamad Hafidin Nurhakim KPI 3/B 

Jamaah TQN Peringati Maulid Nabi dengan Membaca Manaqib

Dakwahpos.com, Bandung- Jamaah Majelis Taklim Thareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) menyelenggarakan kegiatan pembacaan manaqib Syeikh Abdul Qodir Jaelani Qsn di masjid As Siraj dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Minggu (07/10/2018).

Kegiatan tersebut di awali dengan pembacaan Tanbih kemudian dilanjutkan dengan Al-Fatihah yang dikhususkan bagi (Alm) Syekh H. Abdullah Mubarok Bin Nur Muhammad. Setelah itu jamaah Majelis Taklim Thareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah membaca Tawassul dan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Qsn beserta doanya. 

Selain pembacaan Tanbih, Tawassul dan Manaqib kegiatan tersebut juga diisi dengan ceramah Agama yang disampaikan oleh Ustadz Ucup. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa kita harus fokus pada satu titik dan jangan sampai tergoda oleh hal sekecil apapun karena tugas manusia adalah tidak tergoda dan tugas setan adalah menggoda. 

Setelah tausiyah Ustadz Ucup, salah satu guru besar UIN Bandung Sukriadi Sambas, menjelaskan sejarah berdirinya Thareqat Qodiriyah Naqsyabandiyah. Setelah rangkaian kegiatan tersebut selesai kemudian ditutup dengan pembacaan doa.  

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut salah satunya adalah sebagai jalan tempuh untuk memperoleh rahmat dan karunia dari Allah SWT. "Bagus manfaatnya, untuk perenungan, untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jadi hati ini menjadi lurus," Ujar Ketua DKM As Siraj, Senin (08/10/2018). 

Para jamaah terlihat antusias dan menghayati kegiatan tersebut. Menurut Dede salah satu jamaah TQN menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini dapat mengajak kita untuk memuhasabah diri serta mempererat tali silahturahmi terhadap sesama manusia. 

Reporter : Fitri Miftahul Jannah/KPI/3B

Madrasah Diniyah di Masjdi Al Hidayah Terapkan Kurikulum sama dengan 8 Negara

Dakwahpos.com, Bandung-Mulai aktif di tahun 2016 setelah 15 tahun terhenti, madrasah diniyah di masjid Al Hidayah menerapkan kurikulum yang berbeda sengan madrasah diniyah pada umumnya. Madrasah diniyah di masjid al hidayah ini menerapkan kurikulum yang sama dengan 8 negara di dunia.

Madrasah Diniyah di Masjid Al Hidayah ini memiliki 20 orang siswa berusia kisaran 4 sampai 11 tahun. Kegiatan belajar mengajar pun dimulai dari hari senin sampai kamis dan hari sabtu digunakan untuk praktek ibadah.

 "Fokus pertama pada kurikulum ini yang pertama pada akhlak, kurikulum ini juga berpegangan dengan buku karya maulana harun" tutur Sobri kepada dakwahpos, Kamis (11/10/2018).

Pengurus masjid AL Hidayah Sobri Yunus (43) mengatakan metode atau cara mengajar dari kurikulum ini sama seperti yang diterapkan di Negara Malaysia, Thaiand, Pakistan, Mesir, India, bangladesh. Materi yang diajarkan pun antara lain tentang Al Qur'an, Hadits, Aqaid (aqidah), Masail (keimanan dan akhlak) .

Reporter: Mirsa Nabilla KPI/3B

DKM Jami Miftahul Ilmi Turut Duka Cita dan Insaf Terhadap Bencana di Sulteng.

Dakwahpos.com, Bandung –DKM Jami Miftahul Ilmi, Palasari, Bandung. turut duka cita dan merasa insaf terhadap  saudara sebangsa yang mana sudah menimpa bencana gempa dan tsunami di palu dan donggala, Sulawesi Tengah.
"Apakah bencana itu sebagai azab di dunia kalau hanya hal itu jadi tontonan dan tawaan, itu tidak dapat manfaat apa-apa kepada kita," Ujar Amir Suviyandi, DKM Jami Miftahul Ilmi, Khamis (04/10/2018).
Pada setelah shalat waktu zahur saya sempat berbicara bersama Bapak Amir Suviyandi Selaku DKM Miftahul Ilmi, Palasari, Bandung. Berkaitan bencana yang sudah terjadi di sulteng, Jika bencana gempa dan tsunami di sulteng itu sebagai azab di dunia ini, itu tidak akan memberi manfaat apa  kepada kita  sebagai orang yang mengalami bencana, kita hanya mendapat keazaban dan kesusahan, dan hal itu tidak lama akan hilang di fikiran dan tidak memperingati lagi kepada hati kita untuk mendekat kepada allah. Itu akan rugi kepada kita dalam hidup di dunia ini, di dunia ini juga sudah di azab apa lagi di akhirat nanti. Tetapi jika bencana ini sebagai peringatan, itu akan memberi peringatan kepada kita, seperti mana di ungkapkan oleh DKM Jami Miftahul Ilmi
"Kalau memang bencana ini sebagai peringatan, kita semakin sadar kepada tuhan, apa yang terjadi kepada kita ini." Lanjut Amir Suviyandi
Apakah tuhan memberikan percubaan kepada kita untuk lebih kuat lagi iman nya, hal ini  cuman hati kita yang bisa merasai,  apakah  bencana ini sebagai keazaban atau peringatan. semoga hal semua terjadi penuh dengan peringatan untuk lebih membuat kita lebih  dekat lagi kepada tuhan yang maha besar.
Reporter: Fauzan Tohtayong KPI/3/B

Majelis Taklim Masjid Al-Amanah Adakan Pengajian Rutin

Dakwahpos.com, Bandung-Majelis taklim dari masjid Al-Amanah selalu mengadakan pengajian khususnya pada malam senin dan kamis. Diberlangsungkannya pengajian ini tidak lain untuk membentuk ikatan antar masyarakat serta untuk membangun iman bagi setiap individu.

Pengajian ini rutin diadakan setiap hari senin dan kamis, serta  biasa dimulai pukul 19:30 WIB atau selepas ba'da isya. Kegiatan ini diisi oleh sebagian masyarakat dari kampung sukasari RW 10. Namun pengajian ini lebih banyak diisi oleh kalangan tua.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dengan memakmurkan mesjid dan dengan mengikuti pengajian ini kita bisa mempererat tali silahturahmi serta mempererat tali persaudaraan," ujar Wahid Hendarsyah, Kamis(11/10/2018)

Dalam kesempatan wahid selaku remaja mesjid menyampaikan bahwasalnya untuk melakukan kegiatan positif ini kita harus terus menjaga keteraturan lingkungan agar siklus posiitif yang ada pada masyarakat bisa terus berjalan dan bisa diwarisi ke generasi seterusnya.

"Kita harus istiqomah dan mengajak kepada jamaah untuk bersama memakmurkan masjid, terutama pada generasi muda. Kita harus mulai menanamkan keimanan pada generasi muda sejak usia dini karena jika kita memiliki keimanan sejak kecil insyaallah akan terbawa hingga ajal menjemput dan menjadi jati diri hingga kita bisa mewariskan keimanan yang telah diajarkan kepada kita kegenerasi selanjutnya," pungkas Wahid Hendarsyah

Reporter : Hilman Fadil KPI / 3B

Masjid al-Barokah adakan pengajian rutin setiap malam jum,at bagi jama’ah.

Dakwahpos.com-Bandung-  Masjid al-Barokah dikelurahan Cigending di Rw 09, selalu diadakan kajian rutin di setiap malam jum,at yang mana diadakan di masjid untuk bapak-bapak. Pengajian ini selain untuk menambah ilmu dalam pengajian ini pun sering diisi beberapa sharing. Dan juga sebagai sarana tukar ilmu untuk menatakehidupan secara islam.

Menurut Lingga (40) " Pengajian ini selain untuk menambah wawasan dala agama kita. Juga untuk mempererat tali silahturahmi dalam berukun antar warga sesama muslim. Ya, walaupun hanya beberapa jama'ah saja yang mengikuti pengajian ini. Ya bertahaplah Insyaallah dan mudah mudahan bisa bertambah".  ( 11 Oktober 2018 )

Selain kalangan bapak-bapak diadakan pengajian rutin setiap malamjum'at bagi ibu-ibu. Pengajian khusus ibu-ibu ini dilaksanakan di rumah salah satu jama'ah pengajian tersebut. Selain meninggkatkan hubungan antara tetangga yang dekat maupun jauh, disitu pula melatih agar senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah.

Pengajian yang diadakan oleh masyarakat di lingkungan masjid al-Barokah ini, merupakan program yang telah terstruktur dan rutinan yang telah berlangsung sejak lama. Hanya saja masih ada yang perlu disempurnakan dalam pelaksanaan program pemakmuran masjid. Yaitu pengajian untuk para remaja. 

Kedua pengajian inilah yang membuat jama'ah semakin antusias untuk meramaikan masjid al-Barokah. Terutama dalam bidang ibadah sehari hari. Walaupun baru beberapa warga ataupun jama'ah yang mengikuti pengajian tersebut. 

Reporter: Hisyam Nur Chairuddin Rasyid / KPI B 

Pelihara Irigasi, Atasi Kekeringan

Oleh: Siti Lofita Abdalati
Musim kemarau yang berkepanjangan telah meresahkan masyarakat tanah air. Kekeringan pun terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan membawa dampak buruk bagi masyarakat. Salah satunya menyebabkan air bersih menjadi langka. Tentu saja ini sangat signifikan terhadap kebutuhan pokok, seperti air menjadi mahal di beberapa tempat dan lahan pertanian menjadi kering.
Kurangnya pasokan air bersih menyebabkan warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya. Apalagi bagi warga yang tidak mampu, mereka hawatir tidak bisa mendapatkan air bersih.
Menteri Pertanian Amran Kurniawan mengatakan, pihaknya melakukan beberapa langkah antisipatif untuk mengatasi kekeringan. Diantaranya dengan membangun irigasi, normalisasi sungai, dan membangun bendungan dan embung.  Ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat, terutama bagi wilayah yang selama ini dilanda kekeringan. Namun tetap saja, semua yang telah diupayakan dan dibangun oleh pemerintah tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada kerjasama dari masyarakat itu sendiri.
Memelihara jaringan irigasi merupakan upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kekeringan. Jaringan irigasi yang tidak terpelihara dengan baik akan selalu kering saat musim kemarau. Upaya pembangunan dan waduk adalah salah satu upaya yang bisa menampung air sungai pada saat musim hujan. Namun,seringkali terjadi pendangkalan waduk yang menyebabkan kapasitas air dalam waduk menjadi berkurang pada saat musim kemarau tiba. Ini disebabkan karena adanya sedimentasi butiran tanah yang dibawa oleh aliran sungai dari daerah hulu akibat dari rusaknya ekosistem hulu. Untuk menghindari pendangkalan waduk, maka perlu dilakukan pengerukan agar waduk menjadi lebih dalam lagi. Dengan demikian, waduk pun dapat menampung air lebih banyak lagi.

Kalau Air Sudah Merajuk, Habislah Kita!

Oleh: Robby Agustian

Air diibaratkan seperti wanita, yang seperti kata kaum laki-laki "kau adalah permata hatiku, ku tak sanggup hidup tanpamu". Artinya, air adalah elemen penting dalam kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Tanpa air, semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati. Tanpa air manusia bisa kehausan. Tanpa air, hewan juga akan kehausan. Dan tanpa air tumbuh-tumbuhan akan layu dan kering  hingga kemudian mati. Maka dari itu, masalah air adalah masalah serius dan masalah yang menyusahkan karena air adalah elemen yang takkan bisa tergantikan.

Sama halnya seperti wanita, air juga gampang sekali marah dan merajuk. Contohnya bila kita membuang sampah sembarangan, maka air akan marah dengan cara datangnya banjir. Sementara itu di Indonesia, dalam setahun hanya terjadi dua musim. Yakni musim penghujan dan musim kemarau yang dibagi masing-masing enam bulan sekali. Bila musim kemarau datang, disitulah air akan merajuk dan susah untuk ditemui. Nah, itulah yang disebut sebagai "masalah". Kalau sudah begini, mau bagaimana?

Sebenarnya kunci untuk mengatasi masalah ini adalah diri kita sendiri, bahkan kita dapat mengontrol air supaya tidak "marah" ataupun "merajuk". Ibarat kata "tiada asap tanpa api". Artinya jika kita tidak macam-macam maka masalah dapat kita hindarkan, walaupun tidak semua masalah itu berasal dari diri kita, seperti contohnya air yang merajuk akibat musim kemarau. Hal ini sampai sekarang masih menjadi PR untuk pemerintah, meski sebenarnya ini juga merupakan PR untuk kita semua terutama di wilayah-wilayah yang sering terkena luapan emosi air tersebut.

Di Indonesia, masih terdapat banyak wilayah yang sering terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau. Bahkan adapula wilayah pegunungan yang seharusnya berlimpah air malah kalang-kabut mencari keberadaannya, hal tersebut akibat banyaknya pabrik-pabrik air yang terus mengambil jatah rakyat, sebut saja di daerah Cicurug, Sukabumi. Apalagi belakangan ini kita sudah memasuki musim kemarau yang justru itu memperparah keadaan, ibarat peribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga", sudah susah tambah susah.

Menurut saya, ada tiga langkah jitu yang dapat pemerintah laksanakan guna meminimimalisir krisis air yang diakibatkan oleh musim kemarau seperti sekarang ini. Langkah pertama adalah pemerintah harus bisa menggerakan masyarakatnya untuk belajar menghemat air, contohnya dengan mengadakan penyuluhan guna menyadarkan sekaligus menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Langkah kedua adalah dengan membangun/rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi, hal ini dilakukan untuk menampung air selagi musim penghujan. Jadi, masyarakat tidak lagi kalang-kabut mencari air bila musim kemarau datang. Dan langkah ketiga jika krisis air sudah terjadi, pemerintah harus memiliki program donasi untuk menyelamatkan masyarakat yang sedang terkena krisis tersebut.

Robby Agustian, Mahasiswa UIN Bandung

Dimulai dari Hal Kecil

Oleh: Syahida Hayati Shalahuddin

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber air. Namun kenyataannya, masalah krisis air masih saja melanda di pedesaan dengan kondisi masyarakat yang kurang mengerti bagaimana mengelola sumber daya air. Padahal, setiap tahunnya kebutuhan air selalu meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. 

Jika bicara tentang solusi, banyak sekali yang bisa kita dapat. Penghijauan, pembuatan waduk, pembuatan sumur resapan, konservasi kawasan, serta budaya hemat air yang masih susah dilepas.

Tetapi, mengapa krisis air masih terjadi? Pencemaran lingkungan adalah salah satu contoh dari penyebanya. Karena pencemaran lingkungan, daerah resapan air menjadi berkurang sehingga yang terjadi adalah banjir. Dan untuk mencegah pencemaran lingkungan, kita bisa melakukan hal kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya. Cukup bosan jika kita mendengar kalimat itu, namun kenyataannya itu memang problematika yang masih berlanjut hingga saat ini.

Jadi, tidak perlu menunggu pemerintah untuk menanggulangi masalah ini pun, kita bisa mengatasi bahkan mencegahnya dengan mulai melakukan hal-hal kecil, yang sekiranya tidak merusak lingkungan. Karena masalah lingkungan adalah masalah bersama.


Syahida Hayati Shalahuddin, Mahasiswa KPI UIN Bandung 
 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project