Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kuatkan Hafalan Santri dan Perdalam Pemahaman Fiqh Jemaah

Rabu, 12 Oktober 2022 | Oktober 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-12T06:11:04Z



Dakwahpos.com, Bandung – DKM Riyadhus Sholihin menggelar pengajian murajaah Al Qur'an dan Fiqh pada hari Selasa (04/10/2022) bagi Santri Tahfidz dan Jemaah masjid. Tak hanya masyarakat sekitar saja yang memakai fasilitas masjid, tapi santri Pesantren Tahfidz Qur'an pun banyak menggunakan waktu hafalan mereka di masjid ini. Terletak  di Jl. Anyelir 1 RT 03 RW 12 Cipadung Kidul Bandung, DKM mengatakan "setiap minggunya ada tiga kali pengajian rutin pada hari Selasa malam, Kamis malam dan Sabtu ba'da subuh". Untuk menjaga syiar agama islam di komplek-komplek perumahan yang rata-rata masyarakatnya banyak yang bekerja pagi pulang malam maka DKM dengan program rutinnya mengajak masyarakat untuk tidak melupakan mencari ilmu agama disamping bekerja sehari-hari.

Ust. Abdurrahim, begitulah beliau biasa disapa oleh jamaah yang mengisi pengajian Selasa malam. Diawali dengan membaca Al Quran Surat Al Baqarah Bersama para jamaah beberapa halaman, semua jamaah ikut turut serta dalam membaca dan santri pun ikut mengulang hafalah mereka pada saat yang bersamaan, santri yang hadir beragam mulai dari yang masih kecil sekitar kelas SD-SMP sampai SMA pun ada ikut menghadiri pengajian rutin bersama jamaah dan sesepuh sekitar masjid. Ust Abdurrahim selain menjadi pengajar di Pesantren Tahfidz Qur'an mengajar hafalan santri-santri beliau juga menjadi Imam sholat 5 waktu serta mengisi pengajian di Masjid Riyadhus Sholihin. Meski santrinya belum banyak seperti santri di Pesantren lainnya, tapi santri dan anak-anak yang berada disekitar masjid aktif berkegiatan di masjid belajar Iqra' dan Al Qur'an dibawah bimbingan Ust. Abdurrahim.

Setelah selesai mengaji Al Qur'an Ust Abdurrahim melanjutkan pembahasan Fiqh pada pertemuan sebelumnya didepan para jamaah. "Sampai mana kemarin pembahasan kita? Sampai pada pembahasan mengenai mahrom ya" ujar Ust Abdurrahim bertanya kepada jamaah dengan maksud untuk mengingatkan Kembali pada pembahasan sebelumnya. Beliau melanjutkan pembahasan pada ayat Al Qur'an Surat An-Nisaa' ayat 23, "Bahwa yang apa yang dimaksud mahrom itu? Lalu apa yang dimaksud dengan muhrim? Orang kita ini banyak ketuker antara mahrom dengan muhrim. Coba ada yang tau ap aitu muhrim? Akang tau muhrim?" ujar Ust Abdurrahim bertanya kepada salah satu jamaah yang hadir. "muhrim itu orang yang sedang berihram" jawab salah satu jamaah, kemudian beliau melanjutkan pembahasan mengenai perbedaan muhrim dan mahram.

"Jadi yang Namanya mahram itu orang yang haram kita nikahi, dalam surat An-Nisaa ayat 23 dijelaskan ada tiga yang tidak boleh di nikahi yaitu yang pertama dari nasab, ini ada tujuh dalam surat An Nisaa ibu-ibu kalian, anak-anak perempuan kalian, saudara-saudara perempuan kalian, bibi kalian dari bapak, bibi kalian dari ibu, anak perempuan dari saudara laki-laki kalian (keponakan), anak perempuan dari saudara perempuan kalian (keponakan)ini semua yang ada hubungan darah maka haram dinikahi, yang kedua rodo'ah, semua yang ada jalur se-susuan itu diharamkan misal ibu susuan, saudara susuan bahkan kaka dari ibu susuan pun menjadi haram kita nikahi. Yang ketiga mushoharoh, terbagi menjadi empat yaitu mertua, anak tiri dari istri kita dengan syarat si istri sudah di jima', menantu perempuan dan pernikahan yang menggabung adik dan kaka secara bersama." Ujar penjelasan Ust Abdurrahim tentang penjelasan surat An-Nisaa' ayat 23.

Setelah selesai menjelaskan perkara mahrom kemudian pengajian ditutup dengan pembacaan doa dan membaca Al Fatihah bagi semua orang tua jamaah serta Fatihah mohon dibukakannya ilmu agar ilmu yang sedikit menjadi berkah dan bermanfaat. Pengajian ditutup dengan Shalat Isya berjamaah, zikir sehabis shalat serta bersalam-salaman antara jamaah, DKM, santri dan Ust Abdurrahim. Adat bersalam-salaman ini sudah menjadi tradisi yang baik di masjid ini untuk saling menjaga kerukunan antar jamaah masjid baik yang dikenal ataupun yang belum dikenal. Adat yang baik serta program yang baik dari DKM Riyadhus Shalihin menciptakan masjid yang aktif, rukun dan beradab. 
 
Reporter: Andra Maulana, KPI 3A
×
Berita Terbaru Update