Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penyakit yang Kerap Muncul saat Musim Pancaroba

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T16:52:07Z

Musim pancaroba adalah musim peralihan antara musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Di Indonesia, musim pancaroba biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu antara bulan Maret dan April serta September dan Oktober. Namun, musim pancaroba bisa saja lebih awal atau lebih lambat tergantung faktor-faktor yang memengaruhi.  Musim pancaroba biasanya identik dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan lebih mudah terserang penyakit.

            Kenapa di musim pancaroba banyak muncul penyakit? Karena saat musim pancaroba, hujan bisa turun secara tiba-tiba, padahal awalnya cuaca panas terik. Saat musim pancaroba, virus dan kuman akan lebih mudah untuk berkembang biak. Hal ini membuat sebagian orang tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi suhu yang dapat berubah seketika. Menurut penelitian yang dimuat di Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, pada suhu dingin, daya tahan tubuh seseorang akan menurun karena kemampuan untuk mengeluarkan zat kimia sebagai pelindung tubuh dari kuman menjadi turun. Selain itu, kurangnya olahraga dan tidak menjaga pola makan juga dapat menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit.

            Penyakit yang kerap muncul di musim pancaroba, di antaranya adalah flu atau influenza. Flu merupakan penyakit yang paling sering menjangkit masyarakat saat musim pancaroba tiba. Gejala yang dirasakan dapat berupa hidung tersumbat, bersin, pilek, radang tenggorokan, sakit kepada, demam, hingga mual. Flu dapat dicegah dengan rutin menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker ketika keluar rumah, dan menjaga pola makan serta tak lupa minum vitamin.

            Selain itu, demam berdarah atau DBD juga banyak terjadi ketika musim pancaroba tiba. DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini senang berada di genangan air dan di tempat yang punya banyak pohon. Gejala yang dirasakan umumnya demam tinggi terus menerus, suhu badan sekitar 39-40 derajat celcius, badan terasa pegal, dan disebagian orang muncul bitnik-bintik merah. Jika tidak segera diobati, terserang DBD bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia. DBD dapat dicegah dengan 3M, yaitu menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, dan mengubur barang-barang yang sudah tidak terpakai. Bisa juga dengan menggunakan lotion anti nyamuk atau obat anti nyamuk.

            Karena Indonesia sudah memasuki musim pancaroba, kita semua harus selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari segala penyakit. Siapkan segala hal yang diperlukan seperti jaket, masker, makanan yang bergizi, sampai vitamin. Dan tak lupa juga harus selalu berolahraga dan membersihkan tempat-tempat yang kotor.

 

Yulia Rahma Kamila

Mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam

UIN SGD Bandung

×
Berita Terbaru Update