Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pancasila Sebagai Penyatu Toleransi Keberagaman

Selasa, 28 Desember 2021 | Desember 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-28T01:20:46Z



Pancasila yang merupakan ediologi negara indonesia ini berasal dari bahasa sansakerta "panca" yang berarti lima dan "sila" yang berarti asas atau prinsip. Bukan hanya sebagai ideologi semata namun, begitu banyak makna, fungsi dan nilai kandungan dari setiap sila yang lima ini.
Pancasila hadir sebagai pemersatu untuk masyarakan indonesia di tengah berbagai perbedaan-perbedaan yang ada di dalamnya. Dan juga sebagai salah satu elemen penting dalam sistem ketahanan nasional adalah ketahanan ideologi. Bagi Indonesia, ideologi yang tentu saja ideologi Pancasila. Suryosumarto (1997: 34) menyebutkan "bahwa ketahanan nasional mengandung prinsip dasar pengejawantahan Pancasila dalam aspek kehidupan nasional."
Berbicara tentang ediologi pancasila pastinya tak luput dari sejarah nya tersendiri yang telah melalui sejarah panjang dengan berbagai dinamika dan perdebatan hingga akhirnya di tetapkan sebagai asas negara indonesia. Dan tgl 1 juni di tetapkan sebagai tanggal hari kebangkitan pancasila.
Tapi kali ini kita tidak akan membahas tentang sejarah pancasila, melaikan apa yang terkandung didalam nya dan juga bagaimana cara membumikan/menumbuhkan nilai-nilai pancasila mulai dari hal yang terkecil maupun sampai ke yang terbesar.
Ada begitu banyak cara dalam menumbuhkan nilai-nilai pancasila salah satunya yaitu dengan menoleransi berbagai perbedaan antara suku, budaya maupun agama. Perbedaan bukan merupakan suatu hal yang harus di perdepatkan maupun di pisahkan melalui berbagai kelompok maupun individu. Tapi dalam perbedaan itu seharusnya menjadi penyatu diantara berbagai perbedaan. Sudah banyak kasus konflik di negeri ini hanya karena perbedaan, berbagai konflik SARA (suku, agama, ras, antargolongan) diantaranya konflik agama di ambon (1999), tragedi sampit suku dayak vs madura (2001), konflik antara etnis (1998), dan lain sebagainya.
Dari berbagai konflik diatas menjadi bukti bahwa nilai-nilai pancasila masih belum sepenuhnya melekat di dalam diri warga negaranya, sehingga dari konflik itu menimbulkan banyak kerugian seperti nyawa ribuan orang yang terbuang sia-sia karna konflik yang berjalan sangat hebat dan juga banyak aset-aset di bakar atau di musnahkan seperti tempat ibadah bahkan sampai ke rumah pendudukyang tidak bersalah.
Hakikat pancasila adalah sebagai pandangan hidup pemersatu diantara perbedaan dan pandangan hidup berbangsa dan bernegara  yang didalam nya terdapat banyak nilai kandungan yang harus senantiasa di amal kan dalam pemikiran maupun kehidupan sehari-hari. Menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan pastinya merupakan satu hal yang dicita-cita kan oleh bangsa indonesia. Menumbuhkan nilai-nilai tersebut supaya memberi arah mengenai kebaikan bersama selaku bangsa indonesia dan agar tidak terjadinya perpecahan dan konflik antar warga negara indonesia.
Muhamad Iqbal
Mahasiswa UIN SGD Bandung
×
Berita Terbaru Update