Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Jatirasa Turut Hadiri Kajian Offline

Kamis, 28 Oktober 2021 | Oktober 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-28T10:06:24Z

Dakwahpos.com, Bekasi – Kajian offline ini menjadi kajian pertama kali yang diadakan selama pandemi Covid-19. Kajian offline diadakan pada hari Minggu, 24 Oktober 2021  di Masjid Nurul Islam Komplek Kemang Ifi Graha, Bekasi. Sejumlah warga turut hadir dalam kajian tersebut.

Ketua Bidang Kewanitaan sekaligus pelaksana acara, Nurhasanah, mengatakan meskipun warga yang hadir cukup banyak namun kami juga tidak lupa untuk terus patuhi protokol kesehatan selama acara berlangsung.

"Saya tidak menyangka bahwa ternyata banyak warga yang antusias turut hadiri kajian offline. Namun dengan begitu kami juga tidak lupa untuk tetap patuhi protokol kesehatan sebagaimana mestinya dan kami juga sudah menghimbau pada undangan yang telah dishare, seperti mematuhi 3M, datang dalam keadaan sehat serta tidak membawa anak kecil."  ujar Nurhasanah, Minggu (24/10/2021).

Kajian offline itu diadakan untuk meningkatkan semangat warga dalam menuntut ilmu. Kajian itu diadakan offline karena selama kurang lebih satu bulan terakhir  kasus korona sudah berkurang. Tentu kajian dapat berlangsung dengan lancar karena telah mendapat izin dari ketua RW dan RT setempat.

Nurhasanah juga menambahkan, bahwa dalam suasana Maulid Nabi, maka kajian itu mengusung tema 'Meneladani Ketabahan Hati Rasulullah'. Dalam kajian Offline di isi Ceramah oleh Ustadzah Tien Ashari.

Salah satu warga yang datang, Pio Niarti, menyatakan bahwa ia merasa senang bahwa adanya kajian offline untuk pertama kali selama pandemi mereda. Meskipun tetap harus mematuhi protokol kesehatan tetapi kajian offline itu berjalan dengan hikmat dan lancar.

"Pastinya saya merasa sangat senang, karena kajian ini diadakan secara offline karena suasananya sangat berbeda antar online dan offline. Kalau offline suasananya lebih intens, hikmat dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar." ujar Pio.

Meskipun kajian belum bisa berjalan secara rutin dan maksimal, tetapi Pio berharap setidaknya dalam sebulan sekali diadakan dalam rangka meningkatkan semangat para warga dalam menuntut Ilmu serta terjalinnya silahturahmi meskipun minimnya kontak fisik.

"Saya dan warga lain juga berharap setidaknya sebulan sekali diadakan kajian offline meskipun belum dapat berjalan secara maksimal, tetapi hal itu bisa meningkatkan semangat saya sendiri dan warga yang lain dalam menuntut ilmu agama. Semoga juga korona cepat berakhir agar kita semua dapat menjalankan kajian seperti dahulu." Tutup Pio.

Aisyah Azizatunnida, KPI/5A

×
Berita Terbaru Update