Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hidup Bersama Al-Quran

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T05:43:36Z

Sumedang, Dakwahpos.com

Mesjid Ikomah adalah salah satu mesjid di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang sering mengadakan kegiatan kegiatan keaagamaan. Kegiatan tersebut diantaranya Kultum Mesjid Ikomah. Pada episode kultum ke 137 DKM Ikomah mengusung tema "Hidup Bersama Al-Quran" yang di bawakan oleh salah satu dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, yaitu Ustadz Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag. (07/05/2021)

Dalam ceramahnya Ustadz Tata Sukayat menyampaikan tentang Al-Quran adalah mustika yang paling indah di dalam menghiasi hidup dan kehidupan kita. Al-Quran adalah senjata yang paling ampuh di dalam melawan berbagai pesona godaan setan yang sesat dan menyesatkan. Al-Quran adalah benteng yang paling kokoh di dalam melawan berbagai permasalahan hidup, dan kehidupan. ini teruji dan terbukti oleh sejarah Jauh sebelum Al-Quran diturunkan masyarakat Arab dijuluki oleh Alquran sebagai Masyarakat dullu Mat, masyarakat Umi, dan masyarakat jahiliyah.

Pada saat itu juga Ustadz Tata Sukayat juga menyampaikan tentang turun nya Al-Quran  yang dimana Allah subhanahuwata'ala mengutusnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama dalam tartib nuzuli. Dan Jibril berkata "Iqro" yang direspon oleh baginda nabi dengan ucapan "Aku tidak bisa membaca" sampai berkurang tidak kali dalam Riwayat sayidatina Aisyah". Ucapnya.

Selain menjelaskan tentang turunnya Al-Quran saja, beliau menyampaikan bahwa ada beberapa fungsi fungsi tulisan dan bacaan. Untuk fungsi tulisan dan bacaan beliau menjelaskan kedalam tiga hal besar yaitu, menuliskan transaksi jual-beli, menuliskan nasab keturunan, dan menuliskan syair-syair hasil musabaqah yang ada pada saat itu.

Kata pertama Al-Quran yang pertama yaitu Iqro yang artinya bacalah dhomar mustarir, para ahli tafsir menyebutnya sedikitnya ada beberapa kitab yang harus dibaca, termasuk kitab Al Qur'anul Karim yang berisi 30 juz, 114 surat yang diawali dengan Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Nas. Ujar dosen komunikasi penyiaran islam itu.

Ustadz Tata Sukayat juga membeberkan manfaat Al-Quran bagi kesehatan yang dimana Al-Quran disebut obat diantara yaitu obat bio (fisik), psiko (jiwa), sosial, dan spiritual. Sebagai contoh Al-Quran dijadikan sebagai obat yaitu ketika Orang tua jaman dahulu tidak membawa orang sakit ke dokter cukup dengan keyakinan saja. Jelasnya di dalam ceramahnya.

Ustad Tata Sukayat mejelaskan lebih lanjut tentang manfaat Al-Quran ini. Selain digunakan untuk obat, Alquran juga bisa digunakan untuk memperbanyak tentang ilmu pengetahuan tentang keislaman. Afidah itu adalah mencari pengetahuan dengan kebeningan hati dan kesucian jiwa, maka para ahli ulama tasawuf khususnya hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali. memberikan tidak tangga utama untuk mencapai pencerahan ilahiah. Yang pertama, tahap penuh sucian jiwa dari jiwa-jiwa buruk yang disadari ataupun disadarkan. Yang kedua tahap pengisian jiwa-jiwa yang sudah Suci dengan jiwa-jiwa yang baik atau intensitas ibadah yang baik. Yang ketiga adalah Tajalli, merasakan kedekatan dengan Allah rabbul alamin, yang harus tetap dijaga dan dipelihara di dalam bentuk jihadun nafs, Jihad melawan nafsu. Tuturnya di akhir ceramah.

Dari semua yang sudah disampaikan oleh Ustadz Tata Sukayat, memiliki makna yang luar biasa dan bisa menjadi pedoman hidup bagi manusia seperti yang beliau sampaikan. "Mudah-mudahan jika alquran sudah diturunkan Allah ke Baitul Izzah, kemudian Alquran diturunkan ke langit bumi dan diturunkan kepada, Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Maka, kita menurunkan Kembali pada level pribadi, level keluarga, level bangsa dan negara melakukan quranisasi dalam hidup dan kehidupan.  Pungkasnya

Reporter : Rafi Hidayat Ruswandi (Mahasiswa UIN SGD Bandung)



×
Berita Terbaru Update