x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 September 2018

Masjid Fathul Muin Mengadakan Pelerek


Rasa gotong royong yang masih kental di daerah sekitaran masjid Fathul Muin dan pondok pesantren membuat ketua DKM dan ketua RW membuat program/kegiatan pelerek atau bisa di sebut kotak sumbangan sukarela, secara tidak langsung program ini mendasarkan kepada system demokratis. Karena program ini bisa di bilang mengumpulkan segelintir uang recehan yang nantinya akan di gunakan oleh warga setempat lagi. Seperti halnya warga yang kurang mampu ketika ada musibah atau apapun uang pelerek ini bisa di gunakan karena semua warga mempunyai hak untuk menggunakannya.
Namun untuk saat ini warga setempat sepakat untuk terlebih dahulu merenovasi atau memperindah suatu pondok yang ada di sekitaran sana. Program atau kegiatan ini akan dimulai nanti minggu depan sedangkan untuk saat ini para warga masih dalam proses membuat pelereknya tersebut, dan antusias dari pembuatan pelerek sendiri sudah hampir rampung 100%.

Dan yang lebih menariknya setiap pelerek ini mempunyai corak dan warna yang berbeda, dan itu bisa membuat para warga di yang usia belia atau anak anak kecil mengisi serta membentuk karakter untuk saling berbagi seksama dengan sendirinya terbentuk karena adanya pelerek ini.

Tidak hanya mendapat materi dari mengisi perelek ini juga menabung pahala di akhirat nanti. Karena dengan pelerek ini saling membahagiakan dan saling menolong sesama saudara, kerabat maupun tetangga, dalam islam ini di sebut di sebut sodaqoh atau lebih spesifik nya tempat sodaqoh yang memang di sediakan oleh ketua DKM dan Ketua Rw.  

Sistem pelerek sendiri nantinya disimpan di setiap rumah warga dan di isi oleh warga setempat dengan uang recehan atau seikhlasnya, dan nantinya akan di ambil oleh setiap satu minggu sekali oleh petugas dari setiap RT. Bisa di sebut juga program perelek ini adalah koperasi bagi warga setempat. Dengan begitu mempermudah dalam mengolah uang dan memberikan kontribusi untuk memakmurkan daerah. 


Bagikan

8 komentar :

  1. Penulisan dalam berita sudah bagus namun pada pemilihan kata kurang pas atau tepat seperti pada:
    Paragraf 2: "dimulai nanti minggu depan" seharusnya "dimulai minggu depan"
    Paragraf 3: "membuat para warga di yang usia belia" seharusnya "membuat para warga diusia belia"
    Lalu untuk kata "rampung" pada paragraf 2 seharusnya diganti dengan kata "selesai"
    Untuk paragraf 3 "untuk saling berbagi seksama dengan sendirinya terbentuk karena adanya pelerek ini." Seharusnya "untuk saling berbagi terhadap sesama dengan sendirinya terbentuk, karena adanya pelerek ini."
    Untuk paragraf 5: "akan di ambil oleh setiap satu minggu sekali oleh petugas dari setiap RT." Seharusnya "akan di ambil setiap satu minggu sekali oleh petugas dari setiap RT."
    By: Ahmad yusup tubagus

    BalasHapus
  2. Mohon maaf tolong perhatikan teknis penulisan berita yang sudah bapak jelaskan. Pada lead berita dimulai dengan 'Dakwahpos.com, Bandung-...'

    BalasHapus
  3. Lebih di perhatikan lagi cara menulis beritanya

    By: Alfi Nurfaizin KPI 3A

    BalasHapus
  4. Lebih dijelaskan/dicantumkan lagi dalam penyebutan tempat atau orang. Misalnya di paragraf pertama terdapat kata "pondok pesantren", nah lebih baiknya disebutkan pondok pesantren apa namanya. Supaya pembaca tidak bingung.
    Terimakasih

    BalasHapus
  5. Mohon maaf.... Kalau menurut saya yang masih belajar untuk kata "sekitaran" diganti dengan kata "sekitar" saja
    dan untuk kalimat "Rasa gotong royong yang masih kental di daerah sekitaran masjid Fathul Muin dan pondok pesantren, dalam hal ini ketua DKM dan ketua RW membuat program/kegiatan" seharusnya "Rasa gotong royong yang masih kental di daerah sekitaran masjid Fathul Muin dan pondok pesantren membuat ketua DKM dan ketua RW membuat program/kegiatan" jadi kata "membuat"nya cukup satu saja

    by: Anis Fuadi

    BalasHapus
  6. Isi tulisan cukup bagus, hanya susunan kalimat perlu banyak dikoreksi, ada banyak pemborosan kata, yang pada akhirnya agak mengganggu pembaca,
    Dengan terus belajar , Saya yakin keterampilan penulis akan cukup terasah dan tetarah, jangan patah semangat , teruslah menulis dan perbanyak lagi dalam membaca tulisan tulisan para senior, semoga sukses....

    BalasHapus
  7. Topik dan isi dari berita sudah bagus dan menarik, tetapi harus diperhatikan lagi tanda baca, dan penggunaan kalimat yang efektif dan sesuai dengan kalimat agar pembaca dapat mengerti. Semangat

    BalasHapus
  8. Topik dan isi berita sudah bagus, namun untuk penulisan berita alangkah baiknya lebih dibuat untuk menarik

    By : Rivaldi Ramdhan
    Manejeman Dakwah 3C

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project