Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspada Musim Pancaroba

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T16:49:13Z

Indonesia saat ini sedang memasuki musim kemarau panjang. Cuaca di sejumlah daerah cukup panas menyengat. Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan suhu rata-rata mencapai 34 derajat celcius. Maka tak heran jika panas terasa membakar kulit.


Perubahan cuaca yang terkadang ekstrem menjadi penyebabnya. Ketika siang hari, matahari bersinar sangat terik sehingga cuaca terasa amat panas. Perubahan udara dan temperatur yang cepat berubah itu, sedikit banyak berpengaruh pada tubuh. Sebab, tubuh kita akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh) terhadap penyebab penyakit, akan berkurang. Imbasnya, orang akan mudah sakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.


Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah paling rentan terkena penyakit pancaroba. Apalagi bagi mereka yang setiap hari berisiko terkena panas terus menerus di jalan, semisal ketika pulang kerja. Musim pancaroba juga rentan menyerang balita dan orang lanjut usia.


Mulai batuk, demam, masuk angin, hingga penyakit pencernaan seperti diare, tifus hingga demam berdarah dengue (DBD). Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim (pancaroba) karena banyaknya debu, dan juga kotoran yang menimbulkan bakteri dan virus penyebab penyakit.


Meningkatnya metabolisme akibat cuaca panas, dapat membuat penyakit (kronis) menjadi kambuh lagi. Poin pentingnya adalah memastikan tubuh mendapatkan asupan yang cukup dengan mengonsumsi makanan bergizi. Bisa juga mengkonsumsi suplemen tepat yang mampu menguatkan daya tahan tubuh kita.


Juga perbanyak minum air putih dan mengurangi minum minuman dingin karena dapat menurunkan daya tahan tubuh kita terhadap peralihan cuaca. Termasuk juga mengurangi jajan sembarangan semisal mengkonsumsi gorengan. Tidak kalah penting adalah istirahat yang cukup. Sebab, bila kurang istirahat, tentunya akan dapat menurunkan daya tahan tubuh kita.


Dan yang juga penting adalah mengelola stres dengan baik. Bagi kita yang bekerja, beban kerja yang menumpuk mungkin membuat kita sulit untuk menghindari stres. Tetapi bagaimana untuk mengelolanya. Sehingga, kita dapat terhindar dari dampak negatif stres seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi daya tahan tubuh kita.

 

 

Oleh : Tasfiyatul Qolbi Azzahra

Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update