Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terapkan Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Rabu, 15 Desember 2021 | Desember 15, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-14T23:47:38Z

Untuk mencapai perdamaian dalam perbedaan, perlu adanya sikap toleransi atau saling menghargai antar sesama manusia yang bertentangan dengan diri sendiri. Kehidupan sehari-hari yang saat ini kita jalani tentu memerlukan toleransi yang biasanya berkaitan dengan perbedaan kepercayaan atau agama serta perbedaan suku, ras, bangsa dan lain sebagainya.

Sikap toleransi adalah hal yang sangat penting dalam perdamaian. Karena dengan adanya toleransi permasalahan, perpecahan dan konflik antar individu maupun kelompok tidak akan terjadi. Hal tersebut penting untuk diperhatikan mengingat bangsa Indonesia mempunyai latar belakang perbedaan yang beragam, mulai keyakian, suku, ras, hingga warna kulit.

Dalam kehidupan sehari-hari, sikap toleransi dapat dipraktikkan. Seperti dalam beragama contohnya menghormati hak dan kewajiban umat agama lain, berteman dengan teman-teman tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaannya, tidak menghalangi umat agama lain yang sedang beribadah, tidak memaksakan ajaran dan kepercayaan agama kita kepada orang yang lain agamanya, dan lain sebagainya.

Contoh sikap toleransi di rumah misalnya saling menyayangi antaranggota keluarga di rumah, anak-anak harus berbakti pada kedua orang tua di rumah, menghargai pendapat dan pemikiran dari anggota keluarga lain, menghormati anggota keluarga yang lebih tua, misalnya adik menghormati kakak dan anak menghormati orang tua dan menjalankan peran dalam keluarga dengan baik.

Sikap toleransi lainnya dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Di sekolah sudah seharusnya kita tidak memilih-milih teman berdasarkan agama dan sukunya, berbuat baik kepada semua teman tanpa terkecuali dan Menghormati teman agama lain yang berdoa atau beribadah. Di masyarakat sebaiknya selalu ikut serta dalam kerja bakti secara rutin, menghormati orang dari agama lain yang sedang beribadah, menghargai pendapat warga lain yang berlainan ketika mengadakan rapat atau musyawarah dan lain sebagainya.

Rio Mughni Firdaus
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update