Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sehat Dalam Bermedia Sosial

Rabu, 15 Desember 2021 | Desember 15, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-14T23:47:47Z

Tidak asing bagi kita pengguna media sosial, melihat beragam cara warganet menyampaikan pendapat di ranah publik. Apalagi dengan keseruan percakapan di media sosial terutama ketika sedang membahas isu terhangat. Tetapi dibalik itu, masih saja diisi dengan ujaran yang kasar, meskipun sudah berkali-kali diingatkan untuk memakai etika berbicara ketika sedang di dunia maya.

Percakapan melalui dunia maya, termasuk media sosial, untuk saat ini menjadi pilihan pertama ketika ingin berkomunikasi dengan orang lain, apalagi dimasa pandemi Covid-19, demi mengurangi interaksi fisik, yang bisa memperbanyak penyebaran virus. 

Saat ini banyak kegiatan yang secara cepat pindah ke dunia maya. Beberapa orang menyitir kebebasan berekspresi sebagai alasan mereka mengutarakan pendapat meski pun dengan kata-kata yang kasar. Kekhawatiran Siberkreasi, ketika semua orang merasa bebas mengutarakan pendapat, orang tidak lagi belajar saling menghormati, saling menghargai satu sama lain berdampak pada rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.

Menggunakan media sosial secara sehat berawal dari sendiri, menurut Siberkreasi bisa dimulai dengan mengembangkan sikap kritis dan peduli. Maksudnya adalah peduli terhadap perasaan orang lain, yang akan membaca tulisan kita di media sosial. Cara paling sederhana, pertimbangkan bahwa ketika kita tidak mau mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain, maka jangan lakukan perbuatan serupa ke orang lain.

Kebijaksanaan dalam bermedia sosial diperlukan untuk mengendalikan kebebasan berekspresi, yaitu menyampaikan pendapat dalam cara yang tidak merugikan orang lain. Media sosial secara spesifik memberlakukan syarat pengguna minimal berusia 13 tahun, kecuali jika platform tersebut memang ditujukan untuk anak-anak. Usia minimal 13 tahun untuk masuk media sosial berasal dari kajian ilmiah, bahwa ketika usia tersebut, anak bisa berpikir lebih matang dibandingkan usia di bawah 13 tahun.

Rio Mughni Firdaus 
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update