Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cuaca Ekstrem yang Menyebabkan Pancaroba

Selasa, 14 Desember 2021 | Desember 14, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-13T18:51:33Z

Cuaca diartikan sebagai kondisi perubahan suhu, angin, curah hujan, dan juga sinar matahari yang mana berlangsung singkat. Di Indonesia Lembaga yang khusus membidangi cuaca adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau disingkat BMKG. Menurut BMKG cuaca adlah selain cuaca, kita juga sering iklim yang berarti kumpulan dari cuaca itu sendiri. Biasanya unsur seringkali diamati oleh para ahli cuaca agar bisa memprediksi kondisi cuaca yang terjadi pada hari itu. Ada beberapa unsur cuaca yaitu, suhu, angin, tekanan, kelembapan, awan, dan curah hujan.

Indonesia adalah negara yang memiliki iklim tropis itu sendiri memiliki tiga siklus yaitu musim kemarau, pancaroba dan musim hujan . Biasanya Indonesia mengalami yang Namanya cuaca ekstrem seperti, hujan kencang yang terjadi terus menerus biasanya menyebabkan banjir. Dari segi waktu, cuaca ekstrim ini terjadi sementara antara hitungan menit hingga hari. Cuaca ekstrem bisa disebabkan oleh beberapa factor, penyebabnya antara lain ialah efek rumah kaca, perubahan iklim,siklon tropis, el nino, la nino, dan sebagainya.

Cuaca ekstrem pada masa pancaroba atau peralihan musim kemarau menuju musim hujan lebat disertai petir dan angin kencang dengan berpotensi dampak bencana ditimbulkan. Musim pancaroba ini biasanya ditandai dengan cuaca yang cenderung tidak menentu , seperti angin yang berhembus sangat kencang dan terkadang diikuti dengan curah hujan yang relatif tinggi. Pancaroba adalah masa dimana terjadinya transisi atau pergantian antara dua musim, seperti musim kemarau menuju musim penghujan dan musim penghujan menuju musim kemarau.

Terjadinya perubahan iklim akan menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban udara yang cukup signifikan sehingga akan memunculkan penyakit-penyakit. Pasalnya virus dan bakteri akan lebih leluasa berkembang biak dan hidup lebih lama dalam lingkungan yang lembab.

Masuk di musim pancaroba seperti ini, perubahan suhu udara banyak berpengaruh pada tubuh. Secara otomatis, tubuh akan berusaha menyesuaikan dengan temperature sekitar. Namun untuk musim peralihan ini masyarkat diminta ekstra waspada akan penyakit menular tersebut. Sebab flu dan pilek saat ini identic dengan gejala COVID-19 meskipun belum tentu tertular.

Jadi, buat masyarakat Indonesia yang daerahnya sudah mengalami musim pancaroba diharap untuk tetap jaga Kesehatan dan kebersihan. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi seperti putting beliun (angin kencang) dan bencana kekeringan. Cuaca yang ekstrem bisa menyebabkan pancaroba maka kita harus mewaspadai fenomena tersebut agar tidak kena dan bisa menjalankan aktivitas sebagaimana semestinya.  

Silvi Anggraini

Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung


×
Berita Terbaru Update