Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wakasek Kurikulum SMP Negeri 56 Bandung Harapkan Ada Penambahan Kuota Siswa untuk PTMT

Jumat, 29 Oktober 2021 | Oktober 29, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-29T14:15:16Z

Dakwahpos.com, Bandung - PPKM turun Level 2, Wawan Karnawan Wakasek kurikulum SMP Negeri 56 bandung harapkan ada penambahan kuota siswa untuk melaksanakan Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT). Dirinya menyebutkan sekolah masih menunggu surat keputusan dari Dinas Pendidikan terkait hal tersebut.

"Kami sedang menunggu surat keputusan dari dinas, karena kalau melihat dalam aturannya apabila dalam jangka satu bulan tidak ada siswa yang terpapar maka jumlah siswa untuk PTMT akan ditambah menjadi 50% per kelas. Hingga sekarang masih tetap sama 30% dari jumlah siswa perkelas. Mungkin ini sedang dalam tahap evaluasi dari pihak kecamatan maupun dari Dinas Pendidikan langsung,"ujar Wawan Karnawan, Rabu 27/10/2021).

Kendati demikian, kata Wawan, sejak PTMT tahap  1 dilaksanakan terhitung pada 15 September 2021 hingga sekarang sekolah terus menerapkan prokes yang ketat baik kepada siswa maupun guru.

"Kami selalu mengikuti SOP yang berlaku, mulai dari batas orang tua yang yang mengantar dan menjemput anak ke sekolah, membiasakan mencuci tangan, menyiapkan alat untuk cek suhu tubuh,sehingga Alhamdulillah sejak PTMT tahap 1 dilaksanakan belum ada siswa maupun guru yang terpapar Covid-19,"jelasnya.

Wawan memaparkan teknis pembelajaran yang dilakukan pun diatur sedemikian rupa mengikuti peraturan yang ada. Siswa kelas VII melakukan pembelajaran pada pukul 07:30-09:00, kelas VIII pada pukul 09:30-11:00, dan siswa kelas IX melaksanakan pembelajaran pada pukul 11:30-13:00, begitu setiap hari kecuali pada hari Jumat untuk kelas IX. Setiap siswa hanya mengikuti pembelajaran sebanyak 1 kali dalam seminggu.

Selain penerapan prokes yang ketat, untuk mengantisipasi adanya penularan, dia menjelaskan bahwa sekolah menyiapkan ruang khusus isolasi sementara jika ditemukan siswa yang sakit.

"Kami sejak awal juga menyiapkan ruangan isolasi jika ada anak yang mengeluh sakit, bersin-bersin atau batuk. Kemudian dari pihak sekolah akan menelpon orang tua untuk segera menjemput ke sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus,"terangnya.

Untuk memaksimalkan kegiatan PTMT, Wawan menerangkan pihak sekolah bekerjasama dengan Puskesmas, Kelurahan, telah melaksanakan kegiatan vaksinasi untuk siswa pada Kamis, 21 Oktober 2021.

" Alhamdulillah minggu kemarin sebanyak 300 siswa sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Jumlah tersebut merupakan siswa yang belum mendapatkan vaksin di daerah tempat tinggal akhirnya vaksin di sekolah,dan kegiatan berjalan lancar,"terangnya.

Wawan memiliki harapan besar agar pandemi ini segera usai, dirinya menilai akibat pandemi ini tatakrama siswa jadi berkurang terhadap guru, dan gairah anak menurun.

"Saya berharap pandemi bisa segera usai, kegiatan pembelajaran daring selama kurang lebih 2 tahun rasanya kurang puas. Dulu ketika kegiatan sekolah normal kami selalu mengajarkan tata krama kepada teman, guru, dan orang tua. Tapi akibat pandemi tata krama siswa jadi menurun, ketika bertemu dengan guru siswa tidak pernah menyapa jika kita tidak menyapa terlebih dahulu. Maka secara garis besar tugas guru saat ini harus mendidik kembali akhlak siswa,"tutupnya.

Dian Ramadhan, Mahasiswa KPI UIN Sunan gunung Djati Bandung.
×
Berita Terbaru Update