Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Perlu Ribet Pecah Kartu Keluarga, Ini Caranya

Jumat, 29 Oktober 2021 | Oktober 29, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-29T00:45:15Z

Dakwahpos.com, Palembang - Palembang – Dari tahun ke tahun, proses pemisahan atau pemecahan kartu keluarga (kk) menjadi kontroversi di kalangan masyarakat, pasalnya prosesnya sangat lambat dan juga rumit bahkan tak sedikit yang menawarkan jasa calo yang membuat masyarakat semakin malas berurusan dengan Kantor Catatan Sipil, kelurahan juga kecamatan. Ketua RT 10 berulang kali menginformasikan kepada warga bahwasanya yang membuat rumit adalah ketidaklengkapan berkas / keterangan dan informasi kadang ada yang salah.

"Ngurus pecah KK itu sebenarnya gampang dan cepet kalo data dan berkas kita udah bener terus lengkap juga. Nah yang jadi masalah itu kalo data nya salah, misal ada kesalahan di tanggal lahir atau penulisan nama yang ga sama dengan Akta Kelahiran, itu kan harus sekalian dibenerin karena suka ngaruh kalo kita mau daftar kerja (pegawai negeri) atau mau daftar jalur undangan di sekolah, itu kan penghambat. Mending sekalian bikin KK baru sekalian benerin datanya gitu maksud pegawai, jadi bukan bermaksud menyusahkan. Tapi masyarakat suka salah kaprah ini yang susahnya".

Ketua RT 10 juga menyarankan sebelum ingin berurusan dengan Kecamatan/Kelurahan/Capil diusahakan untuk memastikan data sudah benar dan berkasnya lengkap agar memudahkan proses urusan para warga. Mengingat banyaknya masyarakat yang setiap hari berurusan, pasti akan mengantri. Jangan sampai warga membuang waktu hanya untuk mengantri dan ternyata berkas tidak lengkap dan akhirnya kesal lalu marah ke petugas.

"Kadang-kadang juga ada masyarakat yang datang ke kantor itu cuma bawa diri aja, padahal dia mau bikin KK, tapi ga ada berkas yang dibawa. Terus besok nya dia dateng lagi, tapi berkasnya bermasalah (kesalahan data) kemudian kesal dan menyalahkan petugas yang dianggap mempersulit. Mangkanya saya sekarang lebih tanggap kalo warga RT 10 ada yang mau diurus, bisa ke saya aja, biar nanti saya yang urus, dibantu sama saya ini juga memang tugas saya. Saya ga ada bayaran atau tarif-tarif, saya tolak kalau ada yang mau nyogok. Tapi memang prosesnya ga bisa cepet kalo ke saya, karena saya juga ada kesibukkan lain dan sering bolak-balik ke Lampung" kata Ketua RT saat ditemui dikediaman Beliau.

Ketua RT juga menyarankan agar masyarakat membawa berbagai macam berkas untuk cadangan jika sewaktu-waktu diminta. Diibaratkan sebagai mudik, jangan membawa uang untuk ongkos dan uang makan, bawa uang lebih untuk jaga-jaga kalo ada keperluan. Begitu juga berurusan dengan pegawai pemerintah ini, sebagai masyarakat harus mempersiapkan berkas sedemikian rupa seperti KK Asli, fotocopy buku nikah, mengisi formulir dari Capil/RT, fotocopy akta kelahiran dan fotocopy pbb lunas terbaru. 

Reporter : Maryam Al Hukmah Shabiyya
×
Berita Terbaru Update