x
BREAKING NEWS

Jumat, 21 September 2018

Usia bukanlah alasan belajar Al - Qur'an

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al - Ikhlas yang berlokasi di Desa Cipadung,Cibiru Bandung. DKM masjid Al - Ikhlas mengadakan pengajian rutin setiap hari senin.

Pengajian rutin itu tidak hanya sekedar mendengarkan kajian kajian agama, akan tetapi para jama'ah diajarkan cara membaca Al - Qur'an dengan baik dan benar , dengan metode satu persatu jama'ah berhadapan dengan guru untuk belajar Al - Qur'an, "dengan cara seperti itu dapat membantu para jama'ah untuk belajar membaca Al - Qur'an agar lebih terpantau. 

Rata - rata dari jama'ah masjid Al - Ikhlas yang selalu menghadiri pengajian yaitu ibu-ibu dan nenek-nenek yang semangatnya masih sangat besar untuk belajar Al - Qur'an, mereka sangat senang karena mendapatkan ilmu dan masih bisa belajar Al - Qur'an meski usia mereka tak lagi muda. 

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai berkembang, dengan diadakannya pengajian rutin dan kegiatan positif " ujar bu eem . Rabu (19/09/2018)

Tak hanya pengajian saja, DKM Masjid Al - Ikhlas pun mengadakan kegiatan membaca Yasin setiap malam jum'at, dan kegiatan yang diadakan untuk menyambut hari - hari besar Islam, seperti Tabligh Akbar,Muludan,Rajaban dan masih banyak yang lainnya. 

Dengan diadakannya pengajian rutin dapat mempererat ukhuwah, selain pengajian rutin setiap hari senin dan kegiatan - kegiatan positif untuk menyambut hari besar Islam, DKM masjid Al - Ikhlas pun mengadakan pengajian rutin ba'da Maghrib ,akan tetapi yang sangat diprihatinkan yaitu tak ada remaja yang ikut serta dalam pengajian ini, hanya anak - anak kecil dan dengan suara yang lantang dan semangat yang besar untuk mengaji beserta bapak - bapak yang ikut serta dan melakukan sholat berjama'ah dimasjid. 

"Alhamdulillah sekarang sudah mulai berkembang, dengan diadakannya pengajian rutin dan kegiatan positif " pungkas bu eem. 
Usia bukanlah alasan untuk belajar ,apalagi belajar Al - Qur'an. meski mereka tak lagi muda, namun semangat mereka melebihi para remaja.

Jangan jadikan kesibukan untuk menjadi alasan, karna tak ada kata sibuk,hanya orang yang tak bisa mengatur waktu dengan baik yang menjadikan dirinya dengan kata sibuk.

Reporter: Devi Rachmawati KPI/3A

Bagikan

4 komentar :

  1. belajar memang tak pandang usia. semoga ini menjadi inspirasi kita semua terutama para remaja

    BalasHapus
  2. Saya akan memberikan beberapa saran, semoga diterima.
    1. Pada paragraf pertama, kalimat pertama setelah tanda koma (,) sebaiknya di beri spasi.
    2. Pada paragraf kedua, kalimat kedua yang mana "Al-Qur'an yang baik dan benar", sebaiknya spasi sebelum tanda koma (,) dihapus.
    3. Pada paragraf ke 2, saat Anda mengutip, sebaiknya diawali oleh huruf kapital, dan jangan lupa untuk menutup kutipan tersebut dengan tanda kutip kembali (").
    4. Pada paragraf ke 4, sebaiknya nama orang di beri huruf kapital. Itu bisa dirubah menjadi " Bu Eem".

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project