x
BREAKING NEWS

Kamis, 20 September 2018

masjid tidak butuh remaja

Masjid yang berlokasi di cipadung ini memiliki banyak program kegiatan. Program- program ini dijalankan setiap hari dengan mad'u yang berbeda-beda. Salah satunya adalah remaja. 

Masjid ini mempunyai beberapa program yaitu pengajian untuk bapak-bapak, pengajian ibu-ibu dan pengajian anak-anak hingga pengajian untuk remaja. Selain program-program itu, masjid Nurul Iman pun mempunyai program unggulan yaitu Daulah dua atau bisa disebut dengan program membantu masjid tentangga. Semua program ini dilaksanakan pada waktu shalat maghrib telah usai.

Program membantu masjid ini bukan hanya dilakukan oleh para Dewan Kemakmuran masjid saja namun juga dijalankan oleh para remaja masjidnya yang disebut dengan Irmani. Program ini bertujuan agar bisa mendakwahkan ajaran islam ke masjid lainnya. Salah satu yang didakwah oleh masjid Nurul Iman adalah mengajak para remaja agar senantiasa selalu shalat lima waktu di masjid. 

Dengan program membantu masjid tetangga ini masjid nurul iman turut membantu membangun karakter remaja agar lebih menuju ke syariat islam. Dengan diajaknya para remaja masjid Nurul iman membantu ke masjid lain, remaja di sekitar masjid tetangga pun menjadi tertarik untuk shalat di masjidnya. Karna irmani selalu mendatangi rumah para remaja yang terlihat tidak hadir di masjid untuk diajak melaksanakan sholat lima waktu di masjid.

"Bagaimana para remaja mau datang dulu ke masjid nanti dimasjid baru dikasih pemahaman-pemahaman tentang pentingnya memakmurkan masjid. Jadi, dengan mereka sering datang ke masjid mengetahui kewajiban untuk memakmurkan masjid kalau belum ada pengajian sepertinya masjid itu hanya untuk orang tua saja padahal remaja wajib juga memakmurkan masjid. Kemudian dituntut agar remaja bisa khuruj selama tiga hari dalan sebulan sekali karana setelah tiga hari dia itu meningkatkan keimanan" tutur ketua Dewan Kemakmuran masjid dalan peran remaja untuk Masjid. (15/9)
Reporter : Ayu Khodijah, KPI/3A

Perhatian: E-mail ini (termasuk seluruh lampirannya, bila ada) hanya ditujukan kepada penerima yang tercantum di atas. Jika Anda bukan penerima yang dituju, maka Anda tidak diperkenankan untuk memanfaatkan, menyebarkan, mendistribusikan, atau menggandakan e-mail ini beserta seluruh lampirannya, mohon segera memberitahukan Yayasan Asih Putera di alamat email yang tercantum di atas serta menghapus e-mail ini beserta seluruh lampirannya. Semua pendapat yang ada dalam e-mail ini merupakan pendapat pribadi dari pengirim yang bersangkutan dan tidak serta merta mencerminkan pandangan Yayasan Asih Putera, kecuali telah ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Bagikan

4 komentar :

  1. keren nih, kan jadinya mantul (mantap betul) kalo remaja nya aktif kayak gini:)

    BalasHapus
  2. semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi para remaja yang lain

    BalasHapus
  3. Saya mau kasih kritikan dan saran, semoga diterima.
    1. Untuk setiap paragraf baru, sebaiknya tidak diberi "tab" atau spasi, karena itu terlihat menjadi tidak rapih.
    2. Pada paragraf ke-2, antara kalimat "beberapa program" dan "yaitu", sebaiknya di beri tanda koma (,).
    3. Pada paragraf ke-3, kalimat pertama, saat Anda menjabarkan kepanjangan dari "DKM", sebaiknya kata "masjid" itu huruf awalnya menjadi kapital, yaitu "Masjid"
    4. Untuk paragraf ke-4, di kalimat pertama dan kedua, penyebutan nama masjid sebaiknya di awal huruf dikapitalkan, menjadi "Masjid Nurul Iman"
    5. Di paragraf ke-3, kalimat pertama, antara "masjid saja" dengan kata "namun", sebaiknya diberi tanda koma (,).
    6. Di paragraf ke-4, kalimat pertama, antara "masjid saja" dengan kata "namun", sebaiknya diberi tanda koma (,).
    Sekian.

    BalasHapus
  4. semoga menjadi inspirasi untuk masyarakat , bukan hanya remaja saja

    BalasHapus

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project