x
BREAKING NEWS

Minggu, 08 Oktober 2017

Sejarah Kekejaman PKI Tidak Boleh Terulang

Oleh: Harrival Iswal Fauzi Rinfa

KELAM, mungkin itulah salah satu kata yang dapat diungkapkan ketika mengingat sejarah yang behubungan dengan Partai Komunis Indonesia yang keberadaannya sangat dilarang di Indonesia. Apalagi mengingat tragedi  Gerakan 30 September, Dimana peristiwa tersebut telah cukup menggambaran penculikan dan pembunuhan terencana yang dipublikasikan dilakukan oleh PKI terhadap sejumlah jenderal TNI AD yang kemudian di buang ke sumur tua di daerah Lubang Buaya. Dan gagalnya upaya PKI untuk menggulingkan Ideologi Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia untuk kemudian di ganti dengan Ideologi Komunis, pada masa pemerintahan presiden Soeharto telah dikenal dengan peringatan hari kesaktian Pancasila yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Oktober oleh seluruh rakyat indonesia dengan mengkibaran bendera setengah tiang.

Menanggapi perkataan Presiden Jokowidodo "Jangan sampai sejarah kelam kekejaman PKI itu terulang lagi. Pegang teguh Pancasila, jaga kesatuan. Jangan beri ruang ke pada ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila. Apalagi memberi ruang terhadap PKI," sangat setuju dengan apa yang dikatakan beliau ditambah lagi dengan semakin berkambangnya isu-isu kebangkitan PKI sendiri.  Harus sejak dini untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, agar tidak terjadi kecolongan ideologi dan mengancam keutuhan negeri ini. Setidak harus ada langkah-langkah yang intensif dan berani baik dari pemerintahan maupun masyarakat itu sendiri, mungkin beberapa langkah dibawah ini bisa dijadikan langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mencegah ancaman PKI,

Pertama, lebih mensosialisasikan baik dari pemerintahan maupun para aktivis masyarakat tentang betapa bahayanya ancaman PKI yang mampu mempecah belahkan keutuhan dengan gerakan dan keyakinan komunisnya. Mengingat bahwa tragedi G30SPKI itu merupakan fakta sejarah yang tidak boleh terulang     

Kedua, lebih menanamkan rasa nasionalisme kepada kaula muda sejak dini. Anak muda atau bahkan anak kecil sendiri sangat rentan masuknya pengaruh faham komunis, dan sangat berpotensi mudah terpengaruhi.

Ketiga, setiap elemen-elemen pemerintahan baik TNI, Polri dan setiap instansi pemerintahan bersatu padu untuk merumuskan penanganan pencegahan kebangkitan PKI.

Ketika setiap elemen pemerintaham dan masyarakat telah bertsatu menjaga keutuhan dan kedaulatan negeri ini, akan sangat kecil kemungkinan adanya ancaman yang ingin membongkar negeri ini. Setiap orang pasti tidak menginginkan tragedi G30SPKI terulang kembali.

Mahasiswa KPI UINSGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio