x
BREAKING NEWS

Rabu, 18 Januari 2017

Dimanakah Pahlawan Itu?



Oleh Muhamad Umar

Pahlwan, kata ini memang pantas untuk diucapkan kepada para pejuang yang telah berani dan gagah menumpas penjajah, tidak sedikit pula yang rela mengorbankan nyawa untuk bangsa Indonesia. Kepahlawanan merupakan tindakan seorang pahlawan yaitu sikap yang dimiliki oleh seseorang dengan keberaniannya, keperkasaanya, dan kegagahannya untuk senantiasa berkorban membela kebenaran dan keadilan.

Orang yang memiliki jiwa kepahlawanan berarti tidak menutup kemungkinan ia akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan rela berkorban seperti halnya pendahulu kita yang pada waktu masa penjajah, mereka berani mengusirnya sampai akhirnya negara Indonesia berdiri dengan merah putihnya. Pada masa itu merupakan masa yang amat dikenang bagi masyarakat Indonesia.

Negara Indonesia dewasa ini, sudah mulai tergoyahkan ibarat seperti kapal yang mau oleng, miris ketika melihat negara kita saat ini,  banyak sekali asing aseng yang ingin merebut Indonesia , sudah mulai nampak jelas jejak-jejak si asing aseng ini contohnya seperti kasus pengibaran bendera China di Maluku Utara. Apakah ini yang namanya merdeka, saya rasa tidak kita dijajah secara tidak sadar. Muda-mudi kita yang seharunya bisa meneruskan perjuangan para pahlawan akan tetapi yang kita lihat saat ini miris.

Muda-mudi kita disibukkan oleh tawuran, geng motor, narkoba, pergaulan bebas dan lain sebagainya, apakah ini yang disebut penerus bangsa ?, Indonesia sudah mulai terkepung bung, pemerintah seakan tidak peduli, yang memang sudah tidak peduli mungkin, pedulinya hanya pada kerjasama asing aseng yang berujung merugikan bagi bangsa Indonesia itu sendiri.

Satu kata untuk bangsa ini, yaitu ironis, ketika pemerintah kita secara suka rela dijajah dengan kerjasama kepalsuan si asing aseng. Kita bisa lihat sendiri hasilnya mulai dari pemberitaan uang terbaru Indonseia yang menyerupai uang yuan China, apakah ini bentuk penjajahan yang secara tidak langsung tidak disadari. Banyak sekali pahlawan yang dihilangkan pada mata uang Indonesia yang baru ini, seperti kapten Patimura, atau tuanku Imam Bonjol.

Kita semua harus mulai bangkit sadar, untuk segera mengusir si asing aseng, kita gabungkan semua elmen mulai dari cendikiawan , tokoh dan para mahasiswa untuk menghilangkan para penjajah yang bertopengkan kebaikan dan janji-janji busuk pemerintah diktator. Semoga semangat pejuang para pahlawan menular kepada kita semua. Kalau tidak bergerak niscaya kita dibunuh secara perlahan. 

Penulis, Mahasiswa KPI UIN Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio