x
BREAKING NEWS

Rabu, 16 November 2016

Tranformasi Diri Jadi Pahlawan



Oleh: Andhika Wisnu Pratama

Masih dalam uforia hari pahlawan, tentunya perasaan bangsa serta negeri ini sangat berbahagia, penuh luka dan duka sekaligus turut bangga atas jasa para pahlawan kemerdekaan. Hari ini perlu kita dalami makna pahlawan yang sebenar-benarnya, sebab masa sekarang adalah masa dimana Indonesia sedang tenang-tenangnya, kalaupun terjadi perang mungkin hanya sebatas tawuran para pelajar, kerusuhan antar supporter sepakbola ataupun konflik antar suku yang sampai saat ini masih sering terjadi, tetapi bila kita arungi lebih jauh, perang yang bisa dibilang sebagai perang dengan skala kecil seperti itu, bisa jadi merupakan pemecut baru yang tanpa kita sadari dapat menimbulkan perang besar yang berkepanjangan.

Karena didalamnya, mungkin termaktub provokasi-provokasi menyeleweng dari realitas kejadian yang baru-baru ini tengah berlangsung. Misalkan, ketika banyak gerakan-gerakan beratas namakan agama bermunculan yang belum tentu mereka adalah gerakan liberalis penentang kebijakan pemerintah di negeri ini, ada saja aksi perlawanan dari dalang-dalang provokatif bermulut kotor yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mematahkan stigma positif masyarakat kepada gerakan-gerakan tersebut yang akhirnya malah membuat situasi kacau balau ditengah torensi umat beragama.

Tentu saja ketika sudah terjadi kondisi yang sedemikian parah seperti ini, seseorang yang berjiwa pahlawan sangat dibutuhkan, entah itu mereka para ulama, pelajar, buruh, guru hingga para penguasa-penguasa kursi kepemimpinan negara yang diajudani langsung oleh aparat-aparat keamanannya. Wajib juga hukumnya kepada tiap-tiap lapisan masyarakat memperkokoh ukhwah kekeluargaannya agar menghindari doktrin-doktrin provokatif yang disebarluaskan dari segala penjuru oleh para pelakunya yang memang sangat mudah dizaman multitasking seperti sekarang ini.

Entah kaum elite, rakyat jelata atau siapapun itu dapat bertransformasi sebagai sosok pahlawan, di keluarganya maupun di masyarakat, asalkan ia dengan senantiasa berempati kepada apa saja yang sedang terjadi di lingkungannya, karena tanpa harus punya gelar pahlawan sekalipun rasa peduli serta tolong menolong dalam diri kita harus ditradisikan, maka dari itu jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri barulah dirimu pantas unjuk gigi di barisan kepahlawanan negeri ini.


Mahasiswa KPI UIN Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Incsomnia Project