x
BREAKING NEWS

Minggu, 20 Oktober 2019

Ibu Pertiwi Kini Mengering

Oleh: Az Zahra Nur Fikri

Global warming merupakan fenomena yang sudah terjadi sejak dahulu di dunia ini, semakin menipisnya lapisan ozon bumi tentu membuat bumi semakin memanas. Faktor pencemaran dari berbagai aspek tentu sangat mempengaruhi, kemarau panjang di Indonesia tentu bukan fenomenan asing lagi karena Indonesia memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau
Banyak wilayah yang mengalami kekeringan parah akibat musim kemarau yang berlangsung di Indonesia, beberapa makhluk hidup yang menjadi habitat utama di daerah-daerahnya tentu mengalami banyak kesulitan untuk mempertahankan hidup. Contoh seperti kekeringan yang melanda Gunung kidul yang berada di Jawa Tengah, banyak fauna yang hampir mati karena tidak bisa mempertahankan hidup.
Akibat dari kemarau panjang ini tentu membuat sejumlah titik mata air mengering dan itu menyulitkan para fauna, bahkan banyak warga yang di tuntut agar membeli air yang ada di wilayahnya. Gerakan-gerakan sosial juga tentu di lakukan beberapa komunitas untuk membantu daerah-daerah yang mengalami kekeringan parah.
Adapun beberapa wilayah yang memiliki perbukitan seperti Bandung yang sudah merasakan hujan atau sekedar rintik di titik tertentu dan tentu itu merupakan nikmat yang besar bagi manusia ataupun flora dan fauna sekitar.
Solusi yang terbaik dalam mengatasi kemarau panjang ini tentu salah satunya harus melewati proses pemberdayaan alam, mungkin dengan semakin hijau atau banyak nya pepohonan yang di tanam maka akan memperbaiki ekosistem sekitar. Adapun solusi dalam teknologi, yaitu dengan cara mengolah kembali air yang sudah di gunakan karena itu dapat meminimalisir banyak nya air yang terbuang sia-sia.
Kecanggihan teknologi zaman sekarang sudah sangat mumpuni untuk pengolahan daur ulang air, kita bisa melihat negara tetangga seperti Singapura yang sudah menggunakan metode ini dan tentu saja aman dengan pengolahan yang sudah terbukti. Di beberapa wilayah Indonesia juga sudah melakukan cara ini agar tidak banyak air yang terbuang cuma-cuma, karena manusia yang bijak adalah mereka yang selalu memiliki banyak cara untuk maju.


Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandun

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia