x
BREAKING NEWS

Kamis, 15 Desember 2016

Evaluasi Kekerasan Terhadap Anak


Oleh: Megandini Al-Fiqri

Kekerasan terhadap anak semakin meningkat tiap tahunnya. Saya masih percaya bahwa tidak ada orangtua yang mempunyai niat buruk terhadap anaknya. Tapi, ada-ada saja orangtua yang tega menyiksa, menganiaya, bahkan membunuh anaknya. Tak cukup hukuman yang ditegakkan Negara bagi para pelakunya, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)  tiada habisnya. Komnas Perlindungan Anak Indonesia pun seakan hanya menjadi lembaga pajangan Negara, Kasus-kasus kekerasan diketahui setelah korban tewas atau binasa.

Terkadang kejahatan tidak hanya dilakukan oleh orang jahat, akan tetapi  orang baik yang diam melihat kejahatan pun terhitung sebagai tindak kejahatan. Mayoritas Masyarakat hari ini tak menghiraukan sekitar. Mereka disibukkan oleh aktivitasnya masing-masing tanpa melihat kondisi sekitar. Kasus-kasus kekerasan khususnya terhadap anak perlu dijadikan bahan renungan dan evaluasi bagi para Pembina, pendidik, dan pengamat negeri. Mengapa kasus kekerasan terhadap anak kian meningkat per tahunnya? Apa penyebabnya? Bagaimana penyelesaiannya?

Banyak orang yang hanya menjadi penonton saat tindak kejahatan merajalela, pemerintah pun tak beranjak mengusut dan menyelesaikan permasalahan yang ada. tak dapat dipungkiri, menghilangkan suatu tindak kejahatan di negeri ini adalah sebuah ketidakmungkinan. Tapi, tak ada salahnya jika orangtua ikut meminimalisir hal tersebut karena kekerasan terhadap anak bisa saja dilakukan orang-orang yang ada dilingkungannya dengan cara menjaga mereka dan memberi pembekalan Ilmu bela diri, serta pendidikan budi pekerti terhadap mereka.

Sebagai seorang mahasiswa, saya sadar bahwa seorang anak dilahirkan tidak beserta buku panduannya. Seperti saat kita membeli alat elektronik, tentu membesarkan atau mendidiknya tidak akan sesulit ini. Terkadang orangtua lupa mensyukuri betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang dititipkan pada mereka. Namun, perlu dicamkan bahwa semua anak terlahir fitrah. Mereka berhak mendapatkan kasih sayang, dan cinta dari orangtua melalui didikan dan asuhan yang baik untuknya.

Semoga ini dapat menjadi bahan renungan bersama, khususnya para pendidik bangsa, yang memiliki andil dalam mengokohkan negeri besar bernama Indonesia.

MEGANDINI AL-FIQRI,
Anggota IKPM Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
Webdesign by Skumfuk Design Studio