Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muhamad Taju Subki, Mahasiswa UIN Bandung Ikut Partisipasi Dalam Lomba Dakwah Digita

Minggu, 06 Desember 2020 | Desember 06, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-07T07:47:45Z

Dakwahpos.com, Bandung – Mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD mengikuti kegiatan lomba dakwah digital yang  diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Al-Washilah Jawa Barat dalam rangka memperingati milad Al-Jam'iyatul Washliyah yang ke-90

Menurut Muhamad Taju Subki dalam kegiatan acara lomba dakwah digital ini sangat membantu dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa jurusan komunikasi penyiaran islam  yamg nantinya akan  mendorong mahasiswanya untuk menjadi seorang pendakwah

" Perlombaan dakwah digital yang diselenggarakan oleh Al-Jam'iyatul Washliyah Jawa Barat ini sangat membantu dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa jurusan komunikasi penyiaran islam  yang nantinya akan  mendorong mahasiswanya untuk menjadi seorang pendakwah ," katanya.

Kegiatan lomba ini diselenggarakan melalui secara daring serta diikuti oleh peserta dari berbagai daerah Jawa Barat dengan partisipasi serta antusias peserta yang sangat tinggi,kegiatan seperti ini  membuktikan adanya semangat dakwah islam dalam menyebarkan kebaikan  meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19

Muhamad Taju Subki,mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN SGD Bandung merupakan salah satu peserta yang mengikuti lomba dakwah digital yang diselenggarakan PW Al-Washilah Jawa Barat,membawakan materi yang berjudul "Lima Obat Hati Dalam Islam"

Dalam postingan ceramah yang dilombakan melalui Youtube, Muhamad Taju Subki menyampaikan bahwa hati,hati dalam hal ini bukan berarti segumpal organ tubuh,tetapi bagian dari hidup manusia yang dapat merasakan sedih,senang,gembira dan merasakan hal yang lain.hati jiga merupakan tempat bersemayam iman seseorang

"Hati manusia penuh akan misteri, manusia yang berpenampilan baik dan menarik maka hatinya juga belum tentu baik begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu dalam menyikapinya kita sebagai manusia sangat dianjurkan tidak menilai seseorang dari segi penampilan fisik," ujarnya.

Mahasiswa UIN SGD Bandung Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam menjelaskan dalam Islam seorang muslim kerap banyak menghadapi berbagai penyakit hati misalnya iri, dengki, takabur, ujub, dan riya. Sebagai orang yang beriman sangat yakin bahwa segala penyakit pasti ada obatnya.

"Hai manusia, sesunggguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman sebagaimana  tercantum dalam Q.S Yunus : 57."

Obat hati dalam Islam dikenal dengan lima perkara, satu, membaca Al-Qur'an dan maknanya, kedua, mendirikan sholat, ketiga, berkumpul dengan orang shaleh, keempat, perbanyak berpuasa, dan kelima, perbanyak zikir. Muhamad Taju Subki berpesan dalam dakwahnya agar senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, mengerjakan perkara yang baik dan meninggalkan perkara yang buruk agar senantiasa dijauhkan dari penyakit hati.

Reporter : Muhamad Taju Subki, KPI/3C  
×
Berita Terbaru Update