Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Masjid Al Muhajirin Tetap Adakan Pengajian Rutin Malam Jumat

Minggu, 06 Desember 2020 | Desember 06, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-07T07:47:46Z

Dakwahpos.com, Bandung – Dewan Kehormatan Masjid (DKM) Al Muhajirin, Larangan. Tetap menjalani kegiatan pengajian rutin yang memang selalu dilakukan setiap Kamis malam. Kegiatan tersebut tetap dilakukan ditengah pandemi virus covid-19 yang tengah melanda dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Meskipun demikian, antusias para masyarakat pun masih tetap ada untuk tetap menghadiri kegiatan tersebut. Kamis (3/2/2020).

Diadakannya pengajian rutin tersebut agar masyarakat tetap produktif. Walaupun ruang gerak kita terbatas karena pandemi ini, setidaknya kita tetap berkegiatan dengan baik dan tidak mengurangi rasa untuk tetap melakukan ibadah di Masjid.

Achmad Gumilang, selaku ketua Dewan Kehormatan Masjid juga mengatakan bahwa diadakannya kegiatan ini juga merupakan salah satu usul dari salah satu warga. Karena para masyarakat sudah mulai jenuh dan tidak ada kegiatan yang harus dilakukan, maka mereka mengusulkan agar kegiatan ibadah tersebut tetap dilakukan.

"Sebenarnya saya mengadakan kegiatan seperti ini juga berfikir dua kali, karena masih takut untuk melakukan kegiatan dan berkerumunan. Tetapi setelah saya fikir lagi, untuk mendapatkan ilmu dan beribadah kepada Allah swt kenapa  tidak? Selagi kita menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar." Ucap ketua DKM.

Selain itu, untuk memasuki masjid kita semua di cek suhu tubuh terlebih dahulu. Dan pengurus masjid telah membuat jadwal piket untuk melakukan pengecekan suhu tubuh bagi masyarakat yang ingin memasuki masjid. Jadi, para masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena pengawasan yang telah dilakukan para pengurus masjid sudah dilakukan dengan baik dan benar.

Dan juga shaf masjid pun telah disusun dengan berjarak satu dengan yang lain. Apabila terdapat masyarakat yang tidak kebagian shaf, para pengurus dengan sangat terpaksa tidak dapat memberi izin untuk masuk karena telah melebihi jumlah kuota yang telah ditentukan. Para masyarakat yang  tidak diberikan izin masuk tersebut juga dapat memahaminya karena memang sudah kesepakatan sejak awal apabila ingin diadakannya pengajian rutin tersebut.

Reporter: Wullan Syahra Ningrum, KPI/3D    
×
Berita Terbaru Update