Dakwahpos.com, Bandung - Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Al-Barokah Pasir Biru, Senin (14/9/2026), Ustad Aep Saepudin ajak jamaah untuk tingkatkan kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah saw, melalui kisah keteladanan Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah.
Ustad Aep Saepudin mengisahkan sejumlah keistimewaan Nabi Muhammad saw, termasuk kisah kelahiran beliau dan perjalanan kehamilan ibunda Rasulullah, Siti Aminah. Berdasarkan kisah yang disampaikannya, Siti Aminah disebut mengalami kehamilan yang berbeda dari umumnya perempuan dan mendapatkan kunjungan serta doa dari sejumlah nabi terdahulu selama masa kehamilannya.
“Semua merasa gembira atas lahirnya Baginda Rasulullah saw, laut mengekspresikan kegembiraan, semuanya ikut gembira, hewan, manusia, dan seluruh makhluk bumi ikut merasa gembira,” ujar Ustaz Aep Saepudin.
Selain membahas kelahiran Nabi, Ustad Aep Saepudin juga mengangkat keutamaan sejumlah kalimat thayyibah, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, dan La haula wala quwwata illa billah. Ustad Aep Saepudin mengingatkan jamaah untuk membiasakan zikir tersebut dalam kehidupan sehari-hari karena ringan diucapkan namun memiliki keutamaan besar dalam amal.
"Begitu lahir sudah dalam keadaan dikhitan, sudah diberi celak mata, serta alis dan ketampanannya luar biasa, di sana malaikat membaca/mengucapkan: Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahuakbar, Wala haula wala quwwata illa billah. Kalimat tersebut sangat bersejarah,” ujar Ustaz Aep Saepudin.
Jamaah juga diajak mengamalkan zikir sesuai dengan kondisi yang dihadapi yang menganjurkan membaca Subhanallah ketika menghadapi keadaan berat, kesulitan, maupun kelelahan agar hati menjadi lebih tenang dan beban terasa lebih ringan.
“Di dalam hadis disebutkan dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi sangat berat pahalanya dalam timbangan amal, luar biasa pahalanya. Dan yang paling dicintai oleh Ar-Rahman (Allah), kedua kalimat yang paling dekat di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu adalah Subhanallahil adzim, Subhanallahil adzim, Subhanallahil adzim,” ujar Ustaz Aep Saepudin.
Dalam ceramah tersebut, Ustad Aep Saepudin turut mengajak para ibu yang sedang mengandung untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan sholawat. Hal ini disampaikan dengan merujuk pada kisah kehamilan Siti Aminah yang dalam ceramah digambarkan sebagai masa yang dipenuhi doa dan keberkahan.
“Maka dari itu, kita yang sedang hamil itu didoakan (dan) membaca Al-Qur'an. Biasakan membaca shalawat,” ujar Ustaz Aep Saepudin .
Menutup ceramah, Ustad Aep Saepudin mengaitkan suasana Maulid dengan pakaian putih yang dikenakan jamaah. Warna putih tidak hanya diharapkan tampak dalam pakaian, tetapi juga tercermin dalam kebersihan hati. Jamaah diajak untuk menyatukan hati, menjaga kebersihan batin, serta meneladani akhlak Rasulullah saw.
Reporter: Pahmi Padila Emi/KPI 3B
Ustad Aep Saepudin mengisahkan sejumlah keistimewaan Nabi Muhammad saw, termasuk kisah kelahiran beliau dan perjalanan kehamilan ibunda Rasulullah, Siti Aminah. Berdasarkan kisah yang disampaikannya, Siti Aminah disebut mengalami kehamilan yang berbeda dari umumnya perempuan dan mendapatkan kunjungan serta doa dari sejumlah nabi terdahulu selama masa kehamilannya.
“Semua merasa gembira atas lahirnya Baginda Rasulullah saw, laut mengekspresikan kegembiraan, semuanya ikut gembira, hewan, manusia, dan seluruh makhluk bumi ikut merasa gembira,” ujar Ustaz Aep Saepudin.
Selain membahas kelahiran Nabi, Ustad Aep Saepudin juga mengangkat keutamaan sejumlah kalimat thayyibah, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, dan La haula wala quwwata illa billah. Ustad Aep Saepudin mengingatkan jamaah untuk membiasakan zikir tersebut dalam kehidupan sehari-hari karena ringan diucapkan namun memiliki keutamaan besar dalam amal.
"Begitu lahir sudah dalam keadaan dikhitan, sudah diberi celak mata, serta alis dan ketampanannya luar biasa, di sana malaikat membaca/mengucapkan: Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahuakbar, Wala haula wala quwwata illa billah. Kalimat tersebut sangat bersejarah,” ujar Ustaz Aep Saepudin.
Jamaah juga diajak mengamalkan zikir sesuai dengan kondisi yang dihadapi yang menganjurkan membaca Subhanallah ketika menghadapi keadaan berat, kesulitan, maupun kelelahan agar hati menjadi lebih tenang dan beban terasa lebih ringan.
“Di dalam hadis disebutkan dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi sangat berat pahalanya dalam timbangan amal, luar biasa pahalanya. Dan yang paling dicintai oleh Ar-Rahman (Allah), kedua kalimat yang paling dekat di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala itu adalah Subhanallahil adzim, Subhanallahil adzim, Subhanallahil adzim,” ujar Ustaz Aep Saepudin.
Dalam ceramah tersebut, Ustad Aep Saepudin turut mengajak para ibu yang sedang mengandung untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an dan sholawat. Hal ini disampaikan dengan merujuk pada kisah kehamilan Siti Aminah yang dalam ceramah digambarkan sebagai masa yang dipenuhi doa dan keberkahan.
“Maka dari itu, kita yang sedang hamil itu didoakan (dan) membaca Al-Qur'an. Biasakan membaca shalawat,” ujar Ustaz Aep Saepudin .
Menutup ceramah, Ustad Aep Saepudin mengaitkan suasana Maulid dengan pakaian putih yang dikenakan jamaah. Warna putih tidak hanya diharapkan tampak dalam pakaian, tetapi juga tercermin dalam kebersihan hati. Jamaah diajak untuk menyatukan hati, menjaga kebersihan batin, serta meneladani akhlak Rasulullah saw.
Reporter: Pahmi Padila Emi/KPI 3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar