Pak Yayan menjelaskan bahwa para pengajar berasal dari warga sekitar Griya Cinunuk Indah, termasuk guru-guru yang tinggal di lingkungan masjid. DKM juga membuka ruang bagi mahasiswa yang sedang menjalani pengabdian untuk ikut mengajar. Pengajian berlangsung dari Senin sampai Sabtu, sedangkan malam Ahad diliburkan agar anak-anak bisa beristirahat dan tidak jenuh.
"Pada dasarnya sih mereka sudah pada ngaji juga di luar. Cuma DKM ingin lebih memantapkan lagi karena mengingat anak-anak sangat suka di masjid," ujar Pak Yayan.
Ia menambahkan bahwa materi yang diajarkan adalah dasar-dasar keislaman, yaitu fikih, tauhid, dan akhlak. Meski begitu, porsi terbesar tetap untuk belajar Al-Quran. Peserta pengajian berusia sekitar 6 tahun hingga tingkat SMP, atau sekitar 12 sampai 14 tahun, dan sebagian ada yang baru berusia 5 tahun.
Soal jumlah peserta, Pak Yayan mengatakan, "Yang namanya anak-anak ya, kadang-kadang memang ada yang ga datang gitu ya. Jadi setiap hari juga pasti berbeda jumlahnya." Meski jumlah kehadiran harian berubah-ubah, total peserta pengajian sekitar 20 orang.
Di akhir wawancara, Pak Yayan menyampaikan harapan agar kegiatan ini terus berkembang. "Harapannya terus berkembang, terus maju. Pesertanya juga lebih banyak lagi," pesannya. DKM juga bercita-cita memiliki lembaga formal di bidang pendidikan Al-Quran, dengan peningkatan kualitas baik dari sisi guru maupun murid.
Reporter: Tiara Raishya Rusdiansyah, KPI 3/D

Tidak ada komentar
Posting Komentar