Kajian Tahsin dan Tafsir Masjid Ar-Rahmah: Mengambil Ibrah Kisah Firaun

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan pengajian rutin di Masjid Ar-Rahmah, Rancamaya, pada majelis taklim pada selasa (29/09/2026) berlangsung khidmat. Acara yang dipimpin oleh Umi Betty Apriani ini diawali dengan kegiatan tahsin Al-Qur'an mingguan yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi kajian tafsir mengenai refleksi diri melalui kisah Firaun serta bahaya sifat sombong.

Metode tahsin yang rutin diadakan setiap hari Selasa dan Jumat ba'da zuhur ini dipimpin langsung oleh Umi Betty Apriani dengan cara membaca satu ayat terlebih dahulu yang kemudian diikuti serentak oleh para jemaah. Setelah itu, para jemaah mendapat giliran membaca Al-Qur'an secara satu-satu untuk kemudian disimak dan dikoreksi langsung bacaannya agar sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Menurut salah satu jemaah, Ibu Heni, kehadiran kegiatan tahsin ini sangat membantu para ibu dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an sekaligus memperdalam pemahaman makhraj dan sifat huruf. "Alhamdulillah jadi bisa lebih baik lagi bacanya dari sebelumnya yang belum belajar tahsin," ungkapnya mengenai antusiasme para peserta yang bahkan dari kalangan sepuh tetap semangat belajar bersama.

Usai sesi tahsin selesai, acara dilanjutkan dengan pengajian dan kajian tafsir. Umi Betty Apriani menyampaikan bahwa majelis ilmu yang dihadiri jemaah menjadi tempat untuk saling mengingatkan, terutama ketika manusia berada di titik-titik terendah dalam kehidupan agar terhindar dari sifat-sifat buruk yang menyesatkan.

"Kalau kita tidak pernah diterpa dalam titik terendah kita, Ibu, khawatir... khawatir kita jadi anak-anaknya Firaun juga," ujar Umi Betty Apriani dalam ceramahnya. Ia memaparkan bahwa berdasarkan kisah yang dibahas, Firaun merupakan sosok penguasa yang semasa hidupnya tidak pernah merasakan sakit sedikit pun akibat gelimang harta, jabatan tinggi, serta tubuh sehat.

Puncak dari kenikmatan duniawi tersebut membuat Firaun terlena hingga berani melampaui batas dengan mendeklarasikan dirinya sebagai tuhan yang maha tinggi (ana rabbukal a'la). Melalui rangkaian tahsin dan kajian tafsir Surat An-Nazi'at ini, Umi Betty Apriani mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga keimanan, ketawazuan, dan rasa syukur di hadapan Allah Swt.
agar setiap langkah hidup selalu berada di jalan yang benar.

Reporter: Putri Zalfa Aulia, KPI/3D


Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos