Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pertahankan Eksistensi Pesantren, Darul Kutub Al-Aqsha adakan kajian Kitab Kuning di Mesjid Al-Aqsha.

Sabtu, 15 Oktober 2022 | Oktober 15, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-15T02:09:34Z

Dakwahpos.com, Jatinangor - Unit kitab Pondok Pesantren Al-Aqsha menggelar kajian Kitab Kuning Safinatunnajah di Masjid Al-Aqsha pada Rabu (12/10/ 2022).Di tengah maraknya sistem pendidikan pesantren berbasis modern, ternyata terkikisnya ruh kepesantrenan sedikit demi sedikit yang lahir dari kitab kuning. Hal ini bisa dilihat dari semakin hilangnya kajian Kitab Kuning dengan pengamalannya yang minim.Dr.KH. Mukhlis aliyudin,M.Ag., Pengasuh Pondok Modern Al- Aqsha menyambut dengan baik kegiatan kajian Kitab Safinatunnajah yang diselenggarakandi selasar masjid Al-Aqsha yang bertemakan "Macam-Macam Najis dan Cara mensucikannya". Menurutnya, urgensi masyarakat pesantren terhadap kitab kuning, nyatanya perlu disadarkan. Ia juga berharap, agar Darul Kutub debagai wadah pengembangan dan kajian Kitab Kuning Al-Aqsha, bisa eksis dan santri di dalamnya mampu menciptakan buku-buku Fiqh dengan pendekatan permasalahan yang kekinian. "Harus ada perubahan metedologi dalam pesantren salaf, minimal santri mampu membuat buku dengan contoh-contoh permasalahan kekinian" ungkapnya .
 
Sebanyak 30 santri Pondok Modern Al-Aqsha, Jatinangor, menghadiri Majlis Ilmu Darul Kutub di selasar masjid Al Aqsha. Kajian ini diisi oleh Ustadz Rudi Nasrudin dengan bahasan macam macam najis dengan kitab Safinatunnajah dengan harapan setelah mengkaji dan memperdalam fasal tersebut para santri bisa lebih memperhatikan terhadap hal yang sepele, " setelah kita sama-sama membedah dan menggali ilmu tentang fasal ini , alangkah lebih baiknya kita langsung amalkan dalam kehidupan sehari-hari peski hal ini dianggap remeh, tapi mempengaruhi sah dan tidaknya kita dalam ibadah, shalat khususnya" ujar Ustaz Rudi dalam kajiannya .
 
Sangat bersyukur dan Senang sekali atas keistiqamahan kajian ini ini. Harapannya sih, bisa mengamalkannya dan menjadi ilmu yang bermanfaat" ujar Fahmy Santri yang mengikuti kajian tersebut Ia berharap setelah mengikuti kajian kitab kuning ini, bisa mengamalkannya terhadap kehidupan sehari-hari.
 
( Angga Rizinida Fauzan/KPI/3A)

×
Berita Terbaru Update