Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kendaraan Listrik Hemat Tapi Rumit

Kamis, 27 Oktober 2022 | Oktober 27, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-27T03:00:08Z


oleh: Muhammad Khaliq

Kebiasaan terhadap penggunaan bahan bakar fosil selama berabad-abad telah membawa kita ke
titik di mana kita mesti mempersiapkan diri untuk beralih. Saat ini, moda transportasi berbahan
bakar fosil masih menjadi yang utama di seluruh dunia, baik sebagai kendaraan pribadi maupun
umum. Di Indonesia, moda transportasi konvensional mudah diakses dan terjangkau. Sebagian
besar masyarakat menggunakan mobil atau sepeda motor sebagai moda transportasi harian.

Terlepas dari kebanyakan manusia menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil, kini dunia telah
berinovasi mempersiapkan kendaraan berbahan bakar tenaga listrik. Bahkan kini di Indonesia sudah
mulai marak di masyarakat kalangan atas yang menggunakan kendaraan listrik, dikarenakan harga
kendaraan listrik masih relatif mahal. Disamping harga kendaraan listrik yang mahal, namun
kendaraan listrik lebih hemat dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil. Seperti
halnya mobil listrik, untuk satu kali isi batrai ulang mobil listrik menghabiskan biaya lebih kurang 70-
80 ribu rupiah dan mobil listrik tersebut dapat digunakan sejuah 400 KM saat batrai terisi penuh, lain
halnya dengan kendaraan berbahan bakar yang mana saat bahan bakar diisi penuh dapat
menghabiskan biaya lebih kurang 300-400 ribu rupiah untuk jarak tempuh 400 KM. Oleh karena itu
penggunaan kendaraan listrik lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Namun terlepas dari kehematan biaya opresional kendaraan listrik, terdapat beberapa kerumitan
dalam hal penggunaan kendaraan listrik terutama di indonesia. Salah satunya infrastruktur di
Indonesia belum mendukung sepenuhnya penggunaan kendaraan listri, seperti belum banyak
teserdianya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mana hal ini menjadi hal
penting dalam penggunaan kendaraan listrik, karena apabila jarak antar titik station charging masih
jauh maka sama halnya dengan kendaraan berbahan bakar saat kehabisan bahan bakar dan
kesusahan mencari SPBU terdekat. Dan juga kerumitan kendaraan listrik ialah ia membutuhkan
waktu yang cukup lama untuk dicas yaitu 3-5 jam untuk dapat kembali digunakan, berbeda hal
dengan kendaraan berbahan bakar yang mana hanya dengan beberapa menit pengisian bahan
bakar, kendaraan tersebut dapat digunakan kembali.

Dalam hal ini harus menjadi perhatian khusus oleh dunia terutama indonesia untuk mempersiapkan
peralihan penggunaan bahan bakar fosil yang akan habis dan digantikan dengan kendaraan
berbahan bakar listrik, dan terfokus dindonesia untuk harga jual kendaraan listrik dapat terjangkau
dan diperbanyaknya titik station charging untuk mempermudah pengguna kendaraan listrik dalam
mengisi daya kendaraannya. Juga harus diperhatikan untuk chargingnya menggunakan wall charger
supaya dapat mengisi daya kendaraan lebih cepat.


×
Berita Terbaru Update