Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspadai Serangan Hama Saat Pancaroba Tiba

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T16:53:13Z

Para petani diharapkan siap siaga untuk menyambut datangnya musim pancaroba. Kemungkinan besar lahan pertanian berpotensi mengalami kerusakan yang disebabkan oleh cuaca hingga diserang hama tanaman. Peralihan musim dan perubahan cuaca yang ekstrem tentunya berpengaruh besar pada sektor pertanian.

Saat musim pancaroba tiba, serangan hama yang datang tudak hanya menyerang tanaman padi, melainkan pada tanaman yang berdaun seperti ubi jalar, tomat, cabai dan lain sebagainya. Petani harus mencegah kemungkinan kerugian yang akan menimpa.
Penyakit yang kerap datang pada musim peralihan ini tidak hanya menyerang manusia, melainkan karena perubahan cuaca yang tidak menentu dari musim hujan ke musim kemarau dan angin yang kencang cenderung membawa bibit penyakit pada tanaman. 

Penyakit pada tanaman atau hama yang menyerang sektor pertanian biasanya berupa hama belalang, dan ulat yang merusak tanaman. Misalnya merusak bagian batang, daun, hingga memotong bagian tangkai buah pada tanaman padi. Selain hama berupa hewan, ada juga virus yang kerap menyerang. Virus yang biasa datang menyerang di musim peralihan ini biasa disebut virus tumro. Akibatnya hasil yang dipanen tidak akan maksimal. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Cara sederhana untuk mengatasinya yaitu dengan memperbanyak debit air dipetak sawah pada tanaman padi. Pasalnya, ulat dan belalang habitatnya tinggal ditanah atau tumpukan jerami yang cenderung tertutup matahari. Dan serangan hama tersebut biasanya terjadi pada malam hari. 

Cara lainnya yaitu dengan memanfaatkan unggas seperti bebek dan itik untuk membasmi hama tanaman. Perlu kita ketahui, populasi ulat dan berkurangnya burung pemangsa ulat disebabkan karena putusnya rantai makanan. Selain itu, penggunaan obat pencegah hama pun perlu diterapkan. Jika serangan hama ini tidak diatasi dengan baik, kemungkinan petani akan mengalami kerugian yang besar. 


Zennita Meida Abdillah 
Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update