Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspada Ancaman DBD di Musim Pancaroba

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T01:19:42Z

Saat ini Indonesia tengah mengalami musim pancaroba atau peralihan musim. Peralihan musim di Indonesia terjadi antara musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dari musim hujan ke musim kemarau. Karena adanya musim pancaroba, kondisi cuaca di Indonesia selalu berubah-ubah dan bisa menimbulkan potensi bencana.
 
Selain menimbulkan potensi bencana, perubahan cuaca yang tidak menentu juga mengakibatkan seseorang menjadi rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya relatif rendah. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena, virus dan kuman lebih cepat berkembang ketika terjadi perubahan cuaca dibandingkan ketika cuacanya tetap. Di mana kondisi suhu, udara, dan tekanan udara yang terus berubah mendukung virus dan kuman untuk berkembang biak.

Salah satu penyakit yang rentan menyerang tubuh ketika musim pancaroba yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk pembawa virus dengue atau biasa dikenal dengan nyamuk aedes aegypti.
 
Penyakit DBD menjadi ancaman serius di musim pancaroba. Masalahnya, siklus hidup nyamuk lebih cepat ketika terjadi peralihan musim yang udaranya relatif lembab. Karena itu, saat musim pancaroba jumlah nyamuk berpotensi lebih meningkat daripada biasanya dan mengakibatkan timbulnya ancaman demam berdarah.

Namun, penyebab timbulnya penyakit DBD bukan hanya faktor cuaca akibat peralihan musim, tetapi juga karena pola hidup yang kurang sehat dan didukung dengan daya tahan tubuh yang relatif menurun ketika terjadi musim peralihan.
 
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyakit DBD dan melakukan upaya pencegahan penyakit DBD terutama di musim pancaroba. Misalnya, dengan selalu menjaga kesehatan serta melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk. Seperti, menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air jika sudah tidak digunakan, dan mengubur limbah kotor agar tidak mengundang nyamuk untuk berkembang biak.

Oleh: Witriani Siti Safarina
Mahasiswa KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update