Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pola Hidup Sehat di Era Pandemi

Selasa, 21 Desember 2021 | Desember 21, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-21T03:17:57Z

Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau. Dalam pranata mangsa yang dikenal di Pulau Jawa, pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau (biasa terjadi pada bulan Maret dan April) disebut sebagai mangsa (musim) marèng, sementara pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan (biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember) disebut mangsa labuh.

 

Masa pancaroba biasa ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras/lebat yang disertai petir, guntur dan angin kencang. Pada masa pancaroba biasanya frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek atau batuk, relatif meningkat. Masa ini juga banyak ditandai dengan perilaku khas beberapa hew

an dan tumbuhan. Pada masa marèng, umpamanya, tonggeret akan memasuki musim kawin dan mengeluarkan suara yang khas. Pada masa labuh, rayap akan mencapai tahap dewasa dan keluar dari liang di tanah sebagai laron.

Musim pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim di Indonesia. Musim di Indonesia ada dua yaitu, musim hujan dan musim kemarau.

 

Musim hujan biasanya terjadi pada bulan Oktober sampai bulan Maret. Sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan April sampai September. Namun, pergantian musim ini bisa maju atau mundur sesuai dengan beberapa faktor yang mempengaruhi.

 

Musim pancaroba terjadi dua kali. Musim pancaroba pertama terjadi sekitar bulan September ke Oktober atau pada peralihan dari musim panas ke musim hujan. Musim pancaroba kedua terjadi saat peralihan musim hujan ke musim panas sekitar bulan April.

 

Musim pancaroba biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem seperti intensitas badai meningkat, serta sering terjadi hujan deras yang diiringi petir dan angin kencang.

 

Perubahan cuaca yang tidak menentu bisa membuat daya tubuh seseorang melemah sehingga menjadi rentan terkena penyakit. Kebanyakan penyakit yang menyerang disebabkan bakteri atau virus. Berikut beberapa penyakit musim pancaroba yang sering terjadi.

Menurut BMKG masa pancaroba tahun ini akan terjadi mulai akhir Maret 2021, ada baiknya kita mengenali tanda-tanda sebelum masuk pancaroba. Pasalnya kita harus mempersiapkan beberapa hal untuk menghadapi musim pancaroba.

 

Ketika terjadi transisi dalam sebuah musim biasanya akan ditandai dengan kemunculan perubahan cuaca yang ekstrem, berikut adalah ciri-ciri musim pancaroba:

1.       Hujan yang sangat lebat disertai kilat namun terjadi dalam durasi yang singkat

2.       Hembusan angin yang begitu kencang

3.       Puting Beliung di beberapa lokasi

4.       Hujan Es

5.       Angin Ribut

Berikut adalah penyakit musim pancaroba:

1.       Flu

Saat pancaroba virus Influenza akan lebih mudah menyebar, ditambah dengan lingkungan yang lembab akan membuat virus ini bertahan lebih lama. Kemunculan virus flu ditandai dengan batuk, pilek dan sakit tenggorokan bahkan parahnya bisa mengakibatkan demam.

2.        Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, curah hujan tinggi akan menyebabkan suhu menjadi lembab dan banyaknya genangan air. Sedangkan genangan air adalah tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak, semakin banyak genangan air maka akan semakin banyak pula populasi nyamuk yang ada.

Gejala demam berdarah ditandai dengan nyeri otot, nyeri sendi, mual, muntah, sakit kepada dan bitnik-bintik merah di kulit.

3.       Chikungunya

Penyakit ini juga disebabkan oleh nyamuk dan gejalanya kurang lebih sama dengan gejala penyakit demam berdarah, umumnya kondisi ini akan terjadi selama beberapa minggu.

4.       Ispa

Ispa adalah singatan dari infeksi saluran pernapasan dan penyakitnya dapat berupa asma dan bronchitis. Kondisi ini terjadi karena menyempit dan membengkaknya saluran pernafasan sehingga membuat gumpalan lender di sekitar saluran pernafasan kita. Umumnya hal ini terjadi karena tempratur udara yang rendah dan angin yang tinggi.

5.       Diare

Karena pada musim ini virus dan bakteri jumlahnya meningkat drastis dampaknya adalah banyak penyakit yang muncul saat musim pancaroba. Diare bisa terjadi apabila kita mengkonsumsi makanan yang tidak steril.

Diare biasanya ditandai dengan tinja yang encer, sakit perut dan gangguan pencernaan seperti mual dan kembung.

Cara antisipasi bahaya musim pancaroba:

·         Isitirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh

·         Menerapkan Pola makan sehat dan seimbang

·         Memulai Olahraga Rutin

·         Rutin Minum Air Putih

·         Meminum Multivatamin

Reporter: Hilwa Sayyidatul Afifah

Mahasiswa KPI UIN Bandung 

×
Berita Terbaru Update