Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pancaroba, Inilah Sektor Pekerjaan Yang Akan Terganggu

Jumat, 17 Desember 2021 | Desember 17, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-17T13:35:52Z

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Indonesia sudah mulai memasuki musim pancaroba. Seperti yang kita ketahui bersama, musim pancaroba adalah peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. yang dalam beberapa kasus, banyak yang tidak siap dalam menghadapi fenomena ini, dampaknya juga menjadi sangat meluas, bukan lagi berbicara tentang kesehatan manusia itu sendiri. Namun ketidaksiapan ini menghasilkan rentetan kasus yang melimpah, contohnya ialah sektor pekerjaan yang terganggu akibat datangnya musim pancaroba.


Apa itu sektor? Sektor atau yang disebut sebagai Borough, brough, bury, burgh, boro, burg, bourg, burgo merupakan sebuah pembagian daerah administratif yang lazim dipakai di berbagai negara. Atau bisa kita katakan sektor adalah sebuah lingkungan suatu usaha disebuah tempat,  jika kita membicarakan sektor pekerjaan yang ada di Indonesia, itu sangatlah banyak, contohnya pada pembahasan kali ini adalah sektor penerbangan, sektor perairan dan juga sektor perikanan. Ketiga sektor tersebut terindikasi akan mengalami gangguan saat musim pancaroba datang.


Sektor pertama yang akan terganggu dengan datangnya musim pancaroba adalah sektor penerbangan, dalam hal ini yang dimaksudkan ialah aktivitas lalu lintas pesawat yang terganggu karena terjadinya turbulensi. Saat musim pancaroba, terjadi peralihan antara musim kemarau dan musim hujan. Itu memicu banyaknya awan Cumulonimbus, Awan Cumulonimbus sendiri ialah jenis awan cumulus yang terkait dengan badai petir dan hujan lebat, awan ini sangat sulit diprediksi sehingga insiden turbulensi bisa dialami pesawat apapun. Karena itu, penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman akan terbanting ke atas. Maka dari itu para pekerja di penerbangan dihimbau agar selalu waspada.


Lalu kita masuk kepada sektor pertanian, perubahan cuaca yang begitu ekstrem dari musim kemarau ke musim penghujan yang mempunyai dampak yang sangat besar terhadap sektor pertanian. Pengaruh yang dimaksud adalah serangan hama yang tidak hanya menyerang tanaman padi, namun juga dapat menyerang tanaman lainnya seperti kol, bawang, dan tanaman lain yang memiliki dedaunan. Tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi para petani karena akan mengalami kerugian yang besar karena gagal panen. Seperti yang kita ketahui, musim pancaroba identik dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti angin musim hujan dan kemarau yang cenderung membawa bibit penyakit bagi tanaman.


Dan yang terakhir adalah sektor perairan, dalam kasus ini yang dibahas ialah nelayan. Seperti yang kita ketahui, aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh nelayan didominasi dilakukan diperairan atau kita sebut saja lautan, lalu apa masalahnya? Permasalahan muncul saat musim pancaroba itu datang, Salah satu karakter hujan di masa pancaroba adalah sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Hujan di masa pancaroba berdurasi singkat dan biasanya turun pada siang hari dan menjelang malam hari, dari intensitas hujan yang tinggi tersebut akan menyebabkan gelombang hujan yang tinggi, diperkirakan Potensi gelombang setinggi 2,5-4,0 meter, karena itu para nelayan dihimbau untuk selalu hati-hati dan waspada akan datangnya ombak tinggi karena musim pancaroba.


Setelah kita ketahui tentang segala aspek buruk yang akan terjadi pada beberapa sektor pekerjaan di Indonesia yang terjadi karena pancaroba ini, mulai dari sektor penerbangan, pertanian hingga perairan. Maka dari itu dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, apapun aktivitas dan pekerjaannya agar selalu tetap waspada dengan datangnya musim pancaroba, mulai dari menjaga kesehatan sendiri, lalu juga agar selalu waspada saat melakukan aktivitas pekerjaan. Terutama bagi ketiga sektor tadi, rutinlah untuk memantau perkiraan cuaca yang diberikan BMKG, agar setidaknya mengetahui bahaya apa yang akan datang dikemudian hari dan bisa untuk mempersiapkan diri, dan jangan lupa agar tetap waspada

Novaldy Akbar - Mahasiswa UIN SGD Bandung
×
Berita Terbaru Update