Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pancaroba Datang di Masa Pandemi

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T16:45:34Z

Dakwahpos.com, Bandung- Memasuki musim pancaroba di bulan Oktober, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat untuk selalu waspada. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang masih tetap berkembang saat ini, dimana daya tahan tubuh harus lebih ditingkatkan lagi untuk mencegah resiko terpapar virus Corona.

Masuknya pancaroba dapat ditandai dengan beberapa perubahan, diantaranya hujan yang turun tiba-tiba secara sporadis. Ciri-ciri lainnya dari gejala musim pancaroba yaitu arah angin yang bertiup secara bervariasi yang mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas  ke hujan atau sebaliknya. Saat hujan, udara akan semakin dingin dan tingkat kelembapan cenderung rendah. Sehingga virus akan lebih mudah berpindah ke inang yang lain.

Terlebih lagi, cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim pancaroba. Mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang. Waspada dan kehatia-hatian terhadap potensi cuaca ekstrem perlu ditingkatkan masyarakat. Mengingat dampak curah hujan yang tinggi tentunya menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Selain itu, penyakit juga rentan terjadi di musim pancaroba, seperti influenza, demam berdarah, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Terlebih di masa pandemi yang belum usai ini, selain dapat terkena penyakit tersebut, kita dapat terpapar virus Corona dengan mudah. 

Oleh karena itu, menjaga imun tubuh sangat penting di masa saat ini. Masyarakat tentunya harus berperilaku hidup sehat dengan rutin mencuci tangan, banyak berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan yang paling penting, pastikan tubuh dapat beristirahat dengan cukup. Intinya di musim pancaroba di tengah pandemi ini, kita harus selalu waspada dan berperilaku hidup sehat untuk mecegah terpapar virus Corona dan terkena penyakit lainnya.


Aqil Supriyanto

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung


×
Berita Terbaru Update