Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Musim Pancaroba, Musimnya Orang Sakit

Sabtu, 18 Desember 2021 | Desember 18, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-18T03:21:54Z

Peralihan dari musim hujan dan musim kemarau atau sebaliknya disebut musim pancaroba. Musim pancaroba secara ekstrem menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit-penyakit yang biasa muncul pada saat cuaca ekstrem. Mengapa banyak orang sakit saat pergantian musim atau disebut dengan musim pancaroba? saat musim pancaroba banyak orang yang jatuh sakit, pada momen berganti muslim ini daya tahan tubuh serasa di bertaruhkan.

Banyak orang mengalami flu, pilek batuk atau berbagai penyakit lainnya yang mengganggu aktivitas harian lainnya. Lalu mengapa perubahan cuaca membuat orang rentan sakit? pergantian musim biasanya menyebabkan peradangan di hidung karena alergi musiman. Saat terjadi virus menguasai area hidung sehingga sistem kekebalan tubuh sibuk menangani alergi tersebut, oleh karena itu daya tahan tubuh untuk melindungi kita dari penyakit berkurang meski kita tidak memiliki alergi musiman.

 

Perubahan cuaca musim selalu diikuti perubahan suhu dan tekanan. Hal ini dapat mengiritasi saluran hidung dan membuat kita menderita pilek, infeksi, demam berdarah, tifus, dan diare. Flu adalah penyakit yang cukup banyak terjadi selama pergantian musim.

 

          Penelitian juga menunjukkan flu biasa berkembang dalam suhu yang lebih dingin. Penelitian dari Yali university juga menemukan penurunan suhu hingga 7 derajat bisa mengacaukan daya tahan tubuh untuk menghentikan penyebaran virus dingin. Terhadap serangan virus penurunan suhu juga dapat mengurangi respon kekebalan tubuh dan membuat virus berkembang lebih banyak.

 

          Suhu atau tekanan angin juga dapat membuat kita jatuh sakit. Pada saat cuaca atau musim berubah. Lalu apa yang harus kita lakukan agar ketika musim pancaroba tetap sehat? kita disarankan untuk menjaga daerah hidung tetap hangat agar daya tahan tubuh kita terjaga. Saat cuaca benar-benar dingin sebaiknya kita juga menggunakan jaket atau shall di wajah agar area hidung tetap hangat. Kita juga harus mencuci tangan secara teratur terutama saat ingin makan atau menyentuh mata, hidung, dan mulut untuk mencegah mikroorganisme penyebab penyakit agar tidak masuk ke dalam tubuh kita. Jauhi udara dingin, banyak makan makanan yang bergizi dan tidak terlalu sering berada di tempat ramai serta istirahat yang cukup.

 

Maghrisul Akhiroh Syam

Mahasiswi KPI Semester 3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat

Jl. Sekar Kemuning No. 92 Rt. 02 Rw. 03 Kel. Karyamulya Kec. Kesambi Kota Cirebon

085703119298

syamgrish@gmail.com

 

 

 

×
Berita Terbaru Update