Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Monumen Ikonis yang Bersejarah

Kamis, 23 Desember 2021 | Desember 23, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-23T10:51:29Z

Warga kota Padang mana yang tidak tau dengan monumen Padang Area, khususnya warga Simpang Haru dan sekitarnya. Monumen ini punya sebutan yang berbeda-beda oleh masyarakat Padang, di antaranya Tugu Simpang Haru, Tugu Padang Area, Tugu Api, dan Tugu Tigo Tungku Sajarangan. Walaupun bukan objek wisata, tetapi monumen ini salah satu ikon kota Padang. Monumen yang terletak di Jalan Dokter Soetomo, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang – Sumatera Barat memiliki kisah yang cukup menyayat hati.
Tugu yang berbentuk menyerupai tiga lidah api yang menjilat ke langit itu memiliki beberapa ornamen seperti lukisan masa revolusi di setiap sisinya. Pada salah satu sisi, terlihat seperti gambar wajah Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno bersama Laksamana Tadaeshi Maeda yang sedang memegang samurai. Di sisi yang sama juga terlihat masyarakat yang menggunakan bambu runcing dan menghadapi tentara Belanda yang menggunakan senapan. Di sisi lainnya, ada ukiran perjuangan lainnya yang menunjukkan bahwa lokasi itu pernah menjadi pusat pertempuran antara Belanda dan Tentara Republik.
Monumen ini mulai dibangun pada tahun 1990 dan selesai pada tahun 1992. Bentuknya berupa lidah api yang menyala, dihiasi relief yang menceritakan perjuangan rakyat Kota Padang pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Konsep tugu dirancang oleh Ibenzani Usman. beberapa tahun yang lalu, Pemerintah Kota Padang sempat melakukan pembenahan dan renovasi di area monumen, di antaranya menambah tulisan "Tugu Padang Area" dan menambah taman di sekelilingnya, serta memperbarui warna dari monumen.
Dahulunya lokasi berdirinya monumen ini adalah lokasi pecahnya perang perlawanan para pelajar dan warga Simpang Haru pada masa revolusi kemerdekaan. Pecahnya perlawanan ini memicu gejolak perlawanan lainnya yang terus berlanjut.
Puluhan pejuang gugur di kawasan tersebut untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1946 hingga 1949. Pasukan revolusi yang mempertahankan kemerdekaan di lokasi itu juga menghabisi puluhan tentara Belanda yang kembali akan menguasai Republik Indonesia. Tentara republik (sebutan TNI masa itu) berulang kali menggempur dan digempur oleh pasukan Belanda hingga masa revolusi selesai. Pada masa peperangan itu tidak hanya tentara republik yang turun tangan, barisan Harimau Kuranji juga ikut membantu mempertahankan republik.
Tugu dengan tinggi kurang lebih 12 meter dengan luas taman kurang lebih 64 meter itu saat ini masih banyak dikunjungi oleh kaum milenial. tugu ini biasa dijadikan tempat nongkrong warga setempat, kebanyakan dari kalangan pemuda. Walaupun demikian nilai-nilai historis dari tugu ini tetap dijunjung tinggi. Saya sebagai warga kota Padang selalu takjub setiap melewati tugu ini.
Sampai saat ini atau kedepannya, keadaan tugu yang memiliki nilai historikal yang tinggi itu tetap akan berdiri kokoh di tengah Kota Padang yang berjuluk kota "Bingkuang".

Penulis : Fathur Rahman, Mahasiswa KPI UIN Bandung
×
Berita Terbaru Update