Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengenal Pancaroba

Rabu, 22 Desember 2021 | Desember 22, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-22T15:20:46Z


Pancaroba adalah musim peralihan antara musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau. Musim pancaroba ini umumnya terjadi pada bulan Maret sampai bulan April dan September sampai Oktober. 

Terdapat dua jenis iklim musim atau iklim muson yaitu, Angin muson Timur Laut (Muson Timur) yang bergerak dari Australia  menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau.  Hal ini karena angin yang bertiup banyak berasal dari daerah gurun pasir yang bersifat kering di bagian Australia dan juga melewati laut yang sempit. Dan Angin muson Barat Daya (Muson Barat) yang bergerak dari Samudera Pasifik, dan bersifat basah karena banyak melewati daerah perairan sehingga menyebabkan musim penghujan.

Saat ini, Indonesia sedang mengalami musim pancaroba dimana pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan. Hal ini sering ditandai dengan adanya frekuensi badai yang tinggi, hujan es, hujan deras yang disertai dengan angin kencang, petir dan guntur. 

Mengingat hal di atas, tentunya kita bangsa Indonesia harus siap siaga menghadapi berbagai bencana alam yang biasa diakibatkan oleh peralihan cuaca yang terkadang menjadi ekstrem ini. Bencana alam yang rawan terjadi akibat pancaroba ini diantaranya, seperti: banjir, longsor dan angin puting beliung. Hal ini tentu berdampak ke sektor mata pencaharian masyarakat, khususnya nelayan dan panen para petani.

Masa pancaroba juga berpotensi meningkatnya frekuensi penyakit saluran pernafasan, seperti asma, influenza/flu-pilek dan batuk. Perubahan iklim akan menyebabkan kelembapan udara dan perubahan suhu yang cukup signifikan sehingga akan menimbulkan berbagai penyakit. Hal ini dipicu oleh virus dan bakteri yang dapat hidup lebih lama dan mudah berkembang biak di area yang lembab. 

Di Indonesia, musim peralihan ini memang banyak berbagai dampak negatif yang ditimbulkan. Akan tetapi, ada juga dampak positifnya, seperti: tanaman-tanaman bisa lebih subur dan hijau karena terpenuhinya kebutuhan air, sawah tidak perlu memakai perairan buatan, mengurangi polusi udara, mengurangi risiko kebakaran hutan, dan menjadikan udara lebih sejuk.

Sehingga, dapat saya simpulkan bahwa setiap hal yang terjadi tentu memiliki dampak positif dan negatif. Tugas kita adalah meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh dampak negatif tersebut. Jika dalam ranah pancaroba ini, hal yang bisa masyarakat lakukan adalah menerapkan pola hidup bersih, sehat dan sayang lingkungan. Makan makanan yang bergizi seimbang, olahraga dengan rutin, istirahat yang cukup, dan terus mengedukasi diri tentang cara mengantisipasi bencana alam adalah hal sederhana yang bisa kita lakukan mulai dari diri kita sendiri.

 

 

Nama : Oki Al Kahfi

Status Mahasiswa : Mahasiswi KPI 3C UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Alamat Rumah : Kp. Sindangraja RT/RW 11/04 Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya 46464

No. Telp : 082130736337

Email : alkahfioki20@gmail.com

 

 

×
Berita Terbaru Update